Usia Perkawinan Naik Jadi 19 Tahun, PSI: Kemenangan Kaum Perempuan dan Anak
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Usia Perkawinan Naik Jadi 19 Tahun, PSI: Kemenangan Kaum Perempuan dan Anak

Sabtu, 14 September 2019 | 10:48 WIB
Oleh : Yustinus Paat / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengapresiasi DPR yang menyetujui usulan pemerintah soal perubahan batas usia minimal perkawinan bagi perempuan dari 16 tahun menjadi 19 tahun dan akan dilanjutkan ke tingkat pengesahan.

“Tentunya kami mengapresiasi kesepakatan antara DPR dan pemerintah itu ya. Bagi kami di PSI, ini adalah kemenangan besar kaum perempuan dan anak, semoga segera disahkan menjadi UU. Kami akan terus kawal isu ini,” ujar Juru Bicara PSI, Dara Nasution di Jakarta, Sabtu (14/9/2019).

Rapat Kerja Badan Legislatif (Baleg) dan Panitia Kerja (Panja) DPR bersama pemerintah telah mencapai kata sepakat dalam pembahasan RUU tentang Perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Salah satu pasal yang direvisi adalah pasal 7 ayat 1.

Dengan demikian, batas usia minimal perkawinan bagi perempuan akan sama dengan laki-laki, yakni 19 tahun.

PSI memang sejak lama mengupayakan kenaikan batas usia minimal perkawinan bagi perempuan. Pada 11 Desember 2018, Ketua Umum PSI Grace Natalie, mengangkat isu pernikahan anak dalam pidato politik akhir tahun di Surabaya dan secara khusus datang ke Mahkamah Konstitusi (MK), dua hari setelah pidato tersebut, untuk mendengarkan langsung putusan hakim terkait permohonan uji materi UU Perkawinan.

Di MK, Grace menyatakan UU Perkawinan bertentangan dengan UU Perlindungan Anak. Hal yang dipersoalkan adalah, UU Perkawinan membolehkan perempuan menikah di umur 16 tahun. Sementara UU Perlindungan Anak menyebut seorang perempuan dihitung sebagai anak hingga usia 18 tahun.

Jika pernikahan anak terus dibiarkan, Grace khawatir, akan banyak perempuan yang akan kehilangan hak untuk mengakses pendidikan dan rentan terhadap kekerasan.

"Kalau terjadi pernikahan di umur 16 tahun maka ia akan kehilangan hak-haknya sebagai anak termasuk hak pendidikan, dilindungi dari kekerasan, sementara pernikahan di usia dini itu sangat berpotensi menimbulkan kekerasan rumah tangga," kata Grace.

Perhatian PSI terhadap pernikahan anak bukan tanpa alasan. Data Survei Sosial dan Ekonomi Nasional (Susenas) memperlihatkan 25 persen perempuan muda (usia antara 20 – 24 tahun) mengaku menikah sebelum usia 18 tahun. Realita ini menempatkan Indonesia sebagai Negara penyumbang angka pernikahan tertinggi di kawasan Asia Timur dan Pasifik.

Dara berharap, DPR akan peka dengan RUU lain yang lebih mendesak, yakni RUU P-KS (Penghapusan Kekerasan Seksual). Mengutip aduan yang masuk ke LBH Apik Jakarta, terjadi peningkatan kasus kekerasan seksual terhadap perempuan selama 3 tahun terakhir (2016-2018), dengan total aduan 128 kasus. Apalagi sejak tahun 2014, Komnas Perempuan menyatakan Indonesia mengalami darurat kekerasan seksual.

“Semoga hati nurani anggota DPR terketuk untuk segera mengesahkan RUU P-KS. RUU ini sangat penting, Indonesia sudah masuk darurat kekerasan perempuan sejak 2014. Kami berharap ini jadi bahan pertimbangan,” tandas Dara.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pilkada Serentak, PDIP Terbuka Koalisi dengan Gerindra dan PKS

PDIP membuka diri ke semua parpol di Pilkada 2020.

POLITIK | 14 September 2019

Wakil Wali Kota Medan Maju Pilwakot Lewat PDIP

Menantu Jokowi, Bobby Nasution, juga sudah mengambil formulir di PDI Perjuangan.

POLITIK | 14 September 2019

Anggota Komisi III: Masih Ada Waktu Selesaikan RUU KPK

Cepat tidaknya proses revisi undang-undang tergantung situasi serta cara berpikir pemerintah dan DPR.

POLITIK | 13 September 2019

Megawati Minta Hutan Kalimantan Jangan Asal Dibabat

Megawati terus menginstruksikan para kepala daerah PDIP untuk membuat hutan lindung dan kebun raya.

POLITIK | 13 September 2019

Airlangga Akan Beri Penghargaan kepada 574 Caleg Golkar

Golkar akan memberikan penghargaan kepada 574 caleg partai yang membuat partai beringin berhasil mendapatkan suara terbanyak kedua di DPR RI.

POLITIK | 13 September 2019

Jadi Anggota DPR, Johan Budi Pamitan dari Stafsus Presiden

Dengan ditetapkanya sebagai anggota DPR, maka berakhir pula tugas Johan sebagai staf khusus presiden.

POLITIK | 13 September 2019

Gerindra Tolak Revisi UU KPK

Partai Gerindra menolak revisi UU KPK karena beberapa poin di dalamanya dianggap dapat melemahkan institusi tersebut.

POLITIK | 13 September 2019

Ini Harapan Komisi III DPR kepada 5 Capim KPK Terpilih

Ketua Komisi III DPR Azis Syamsuddin berharap 5 Capim KPK yang terpilih bisa menjalankan tugasnya sesuai undang-undang.

NASIONAL | 13 September 2019

Firli Jabat Ketua KPK, Presiden Jokowi: Kewenangan DPR

Presiden Jokowi menegaskan, proses uji kepatutan dan kelayakan calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan kewenangan DPR.

NASIONAL | 13 September 2019

Fahri Hamzah Usulkan Pimpinan KPK Saat Ini Segera Demisioner

Fahri meminta masyarakat memberi kepercayaan pada pimpinan baru KPK sambil diawasi Hentikan demonstrasi, dan renungkan kembali makna bekerja untuk negara.

NASIONAL | 13 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS