Hasto Kristiyanto: Era 4.0 Jangan Hilangkan Jati Diri Bangsa
INDEX

BISNIS-27 431.53 (-3.35)   |   COMPOSITE 4906.55 (-27.45)   |   DBX 934.495 (-1.3)   |   I-GRADE 129.531 (-1.1)   |   IDX30 408.573 (-4.05)   |   IDX80 107.231 (-1.06)   |   IDXBUMN20 271.434 (-3.2)   |   IDXG30 114.42 (-1.08)   |   IDXHIDIV20 364.598 (-3.27)   |   IDXQ30 119.596 (-1.07)   |   IDXSMC-COM 210.435 (-0.56)   |   IDXSMC-LIQ 236.069 (-1.95)   |   IDXV30 101.606 (-0.8)   |   INFOBANK15 772.076 (-4.94)   |   Investor33 357.854 (-2.78)   |   ISSI 144.258 (-0.69)   |   JII 521.112 (-3.55)   |   JII70 177.199 (-1.37)   |   KOMPAS100 960.444 (-7.38)   |   LQ45 749.999 (-7.62)   |   MBX 1355.95 (-8.44)   |   MNC36 267.764 (-2.13)   |   PEFINDO25 261.843 (-3.84)   |   SMInfra18 232.762 (-2.06)   |   SRI-KEHATI 301.662 (-2.42)   |  

Hasto Kristiyanto: Era 4.0 Jangan Hilangkan Jati Diri Bangsa

Minggu, 8 Desember 2019 | 23:01 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyatakan pihaknya menyadari modernisasi menuju era revolusi 4.0 adalah syarat mutlak yang harus diikuti Indonesia agar tak tertinggal. Hanya saja, Hasto mengingatkan Indonesia sebagai bangsa tak boleh kehilangan jati negara dalam mencapai modernisasi itu.

"Mau era 4.0 atau 5.0, itu sebenarnya hanya alat bagi negara mencapai tujuan. Namun, yang terpenting bagi kita adalah kemajuan adalah jati diri itu sendiri sebagai bangsa," kata Hasto, Minggu (8/12/2019).

Hasto mengingatkan Indonesia sendiri sudah melangkah sebagai negara maju pada abad ketujuh sampai delapan. Banyak peninggalan bersejarah yang menunjukkan kemajuan yang belum dilakukan oleh negara lain. Seperti pembangunan Borobudur, artefak, prasasti dan arca yang bentuknya sangat mendetail.

Bahkan Hasto tidak bisa memikirkan bagaimana orang pada zaman itu membuat benda yang sangat sulit mengingat teknologinya belum ada. Namun, Hasto kembali berpikir bahwa mental masyarakat saat itu sangat berpegang pada kekuatan luhur nusantara.

Pada abad ketujuh dan kedelapan pula, Indonesia sudah mencapai puncak peradaban. Rempah-rempahnya dan jalur perdagangannya sudah mengarungi lautan lepas. "Kapal-kapal kita juga sudah mampu mengarungi samudera. Rempah-rempah kita sudah melawati one road one belt yang digagas Tiongkok," tambah Hasto.

Sebagai contoh lainnya, Hasto melihat banyak budaya dan agama ketika masuk di Indonesia membawa semangat nusantara itu sendiri. Borobudur adalah contoh nyata di mana saat itu India tengah dilanda konflik tetapi perwujudan bangunannya diserap secara damai di Indonesia.

Politikus asal Yogyakarta ini juga mengatakan Islam masuk lewat budaya nusantara. Sunan Kalijaga salah satu tokoh Wali Songo menggunakan wayang untuk memasukkan pengaruh Islam ke dalam tradisi dan budaya Jawa saat itu. "Akhirnya masuk dalam kontemplasi Jawa tanpa menggunakan konflik di Indonesia," jelas Hasto.

Di samping itu, Hasto menekankan bahwa Pancasila merupakan hasil perenungan Soekarno dengan para pendiri bangsa yang digali lewat sejarah, budaya dan akar nusantara itu sendiri. Ideologi tersebut menawarkan persatuan bukan hanya untuk Indonesia, tetapi dunia. Sebab, Indonesia sepanjang sejarah selalu menerima perbedaan dan menjadi tamu yang baik. "Kalau ada konflik, itu pasti ada aktor-aktor politiknya," tambah Hasto.

Oleh karena itu, Hasto mengajak anak-anak muda untuk memahami jati diri bangsa. Dia meyakini modernisasi hanya alat bagi bangsa. Namun, hakikat yang harus dijaga adalah jati diri bangsa.

"Kita jangan hilang jati diri karena kita akan terseret arus globalisasi. Kita jangan ikut-ikutan digitalisasi 4.0, tapi kita harus berakar kuat. Kita bisa bangsa yang kuat kalau kita berdiri bersama rekam jejak sejarahnya," kata Hasto.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Sandiaga Apresiasi Penghargaan Asian of the Year untuk Jokowi

Penghargaan untuk Jokowi adalah kemenangan bangsa Indonesia.

POLITIK | 8 Desember 2019

PKS Komitmen Tak Calonkan Eks Koruptor di Pilkada Serentak 2020

Dengan atau tanpa larangan eks koruptor maju di pilkada, PKS sudah berkomitmen tidak mencalonkan eks koruptor.

POLITIK | 8 Desember 2019

PDIP akan Gelar Rakernas, Ini Pesan Megawati

Megawati mengintruksikan agar memperkuat tradisi kebudayaan rakyat.

POLITIK | 8 Desember 2019

Di Kongres Projo, Jokowi Bicara Infrastruktur dan SDM

Dahulu warga di pedalaman Wamena butuh berjalan kaki empat hari empat malam untuk mencapai rumah sakit di kota.

POLITIK | 8 Desember 2019

Kemdagri: Peraturan KPU Tidak Larang Eks Koruptor Calonkan Diri di Pilkada

Dalam Pasal 4 PKPU tersebut, yang mengatur persyaratan calon kepala daerah, tidak ada larangan bagi mantan terpidana kasus korupsi.

POLITIK | 8 Desember 2019

Guntur Romli Dukung Erick Thohir Bersihkan BUMN dari Radikalisme

Mohamad Guntur Romli mendukung langkah Menteri BUMN Erick Thohir yang tengah "membersihkan" BUMN dari radikalisme.

POLITIK | 7 Desember 2019

Pemilu Serentak Dinilai Sulitkan Sosialisasi Caleg

Isu Pilpres cenderung menenggelamkan program sosialisasi kader.

POLITIK | 7 Desember 2019

Bima Arya Ramaikan Bursa Caketum PAN

Bima mengaku tengah membangun konsolidasi dengan petinggi-petinggi partai untuk meminta arahan dan dukungan dalam memajukan PAN ke depan.

POLITIK | 7 Desember 2019

Wacana Pilpres-Pileg Dipisah, PKS Lempar Wacana Alternatif

"Berdasarkan kajian kami, cenderung mendorong pemilu dibagi dua, yakni pemilu nasional dan pemilu lokal," ujar Mardani.

POLITIK | 7 Desember 2019

Wacana Pilpres-Pileg Dipisah, Ini Tanggapan KPU

KPU, kata Arief, berada dalam posisi menjalankan apa yang menjadi pilihan politik pembuat undang-undang terkait sistem pemilu.

POLITIK | 7 Desember 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS