Sejarah Bung Karno di Bidang Seni dan Arsitektur
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Sejarah Bung Karno di Bidang Seni dan Arsitektur

Selasa, 2 Juni 2020 | 14:17 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden RI pertama Ir.Soekarno ternyata bukan hanya meninggalkan legacy sebagai pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Namun juga warisan arsitektur yang tersebar dalam berbagai bangunan publik nasional.

Hal itu terungkap dalam diskusi virtual bertema 'Bung Karno Sang Arsitek' yang menghadirkan Arsitek dan Pengajar Universitas Pancasila Yuke Ardhiati dan Sejarahwan Bonnie Triyana, Selasa (2/6/2020).

Yuke menjelaskan Bung Karno sebenarnya lulusan ilmu hidrologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Namun, seorang profesor di ITB kemudian mengenali bakat Bung Karno dalam menggambar, sehingga diminta agar bersedia menjadi asisten dengan tugas semacam draftman sejumlah proyek arsitektur.

Nama sang profesor adalah Charles Prosper Wolff Schoemaker, yang dikenal juga sebagai arsitek sejumlah bangunan seperti Villa Isola dan Hotel Preanger di Bandung, Jawa Barat. Salah satu rumah yang terkenal menjadi karya mereka berdua adalah rumah Red Tulip.

"Jadi kesempatan baik itu menjadikan Bung Karno percaya diri mendirikan biro arsitek di tahun 1926," kata Yuke.

Belakangan, Soekarno lalu bermitra dengan Ir.Anwari, kemudian Roosseno Soerjohadikoesoemo yang dikenal sebagai Bapak Beton Indonesia, sebagai biro konsultan arsitektur. Di tengah perjuangan kemerdekaan Indonesia, Soekarno banyak mengerjakan ide arsitektur, sementara Rooseno yang melaksanakan konstruksinya.

Yuke yang menulis sejumlah buku mengenai karya arsitektur nasional di era Bung Karno, melanjutkan bahwa pengalaman itulah yang berkontribusi pada kematangan Soekarno mewujudkan berbagai karya di era berikutnya. Termasuk ketika menjadi Presiden Indonesia, di mana berbagai bangunan historis negara dibangun dan bertahan hingga kini.

Bagi Yuke, Soekarno memiliki keunikan khas karya arsitekturnya seperti atap tropis dengan semacam perisai, ditandai dengan muka paras ornamen yang khusus. Padahal di era itu, arah arsitektur yang tren adalah bersifat modern alias tanpa ornamen. Namun Bung Karno justru menciptakan yang berbeda.

Ketika menjadi presiden, kata Yuke, Soekarno banyak memperkerjakan arsitek dalam negeri sendiri dalam mewujudkan ide-idenya atas berbagai bangunan publik Indonesia. Salah satunya adalah Sudarsono, arsitek yang memvisualisasikan ide Bung Karno tentang Tugu Monas di Jakarta.

Bonnie lalu mempertanyakan keabsahan keterlibatan Bung Karno dalam membangun berbagai bangunan publik. Sebab Soekarno pastilah sangat sibuk sebagai seorang presiden yang mengurusi negara Indonesia yang baru merdeka.

Menjawab itu, Yuke menjelaskan bahwa dalam dunia arsitektur, ide awal saja sudah merupakan bagian dari arsitektur itu sendiri, dan para arsitek seperti Sudarsono yang kemudian bertugas memvisualisasikan.

Berdasarkan riset dan wawancaranya dengan para arsitek yang pernah bekerja bersama Soekarno, sang presiden pertama RI itu kerap memanfaatkan acara sarapan pagi untuk berdiskusi dengan para arsitek.

"Kalau acara pagi minum kopi begitu, itu arsitek, menteri, wartawan diundang. Lalu di situ akan bertanyalah soal proyek-proyek saat itu," kata Yuke.

Soewondo Bismo Tedjo dan Han Awal memiliki testimoni bagaimana seorang Soekarno sangat menghargai para arsitek yang berdialektika dengan dirinya sebelum sebuah bangunan direalisasikan.

"Bung Karno sangat menghargai arsitek yang menyampaikan ide dan sikapnya. Itu cerita Pak Han," kata Yuke.

Dari risetnya, Yuke menemukan bahwa berbagai bangunan publik yang dibangun di masa kepemimpinan Bung Karno, merupakan ide awal dari sang presiden.

Yuke juga menceritakan sebuah kisah unik ketika Tugu Monas dibangun. Saat itu, Monas sudah hampir selesai, namun Bung Karno tiba-tiba meminta agar ditambah 10 meter lagi.

"Tiba-tiba Pak Karno bilang agar ditambah 10 meter lagi. Padahal gambar sudah selesai. Akhirnya dengan segala upaya jadi 132 meter seperti sekarang," kata dia.

Menurut Yuke, tak terhitung banyaknya hasil karya Soekarno maupun kolaborasinya dengan arsitek yang hingga kini masih ada, termasuk kolaborasi dengan para seniman. Bangunan itu tersebar di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di wilayah di mana dulu Soekarno dibuang oleh penjajah.

"Karya-karya Bung Karno ini bisa menjadi sumber penelitian mendalam bagi para mahasiswa Indonesia yang mengambil bidang studi arsitektur," kata Yuke.

Bonnie Triyana menyimpulkan dari diskusi itu bahwa selain sebagai proklamator bangsa dan presiden, Bung Karno ternyata juga seorang arsitek dan seniman yang karyanya masih bertahan hingga saat ini.

"Bung Karno adalah seorang yang selalu berkolaborasi dalam menghasilkan karya seni dan karya arsitekturnya," kata Bonnie Triyana.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Waket Komisi VIII: Penundaan Ibadah Haji Tidak Dikonsultasikan dengan DPR

Meskipun tanpa konsultasi, Ketua Komisi VIII DPR Tb. Ace Hasan Syadzily mendukung keputusan Kementerian Agama menunda pelaksanaan ibadah haji 2020.

POLITIK | 2 Juni 2020

Basarah: RUU HIP Bicara Panduan Pemerintahan, Bukan Izin PKI Bangkit

Dengan RUU itu, penyelenggara negara dituntun memastikan Pancasila sebagai napas utama pelaksanaan bernegara.

POLITIK | 2 Juni 2020

Setahun Berlalu, SBY Masih Rindukan Memo

"Istirahatlah dengan tenang Memo (panggilan sayang untuk Ani Yudhoyono, Red), cintaku abadi bersamamu," tulis SBY.

POLITIK | 1 Juni 2020

Bulan Bung Karno, PDIP Ingin Luruskan Sejarah

Concern PDIP adalah masih perlu dilakukan pelurusan sejarah Bung Karno kepada semua khalayak, khususnya generasi milenial akibat proyek desoekarnoisasi.

POLITIK | 1 Juni 2020

Politisi PKS Sebut Nilai-nilai Pancasila Sangat Luhur

Kandungan nilai dalam sila-sila Pancasila memiliki keluhuran tersendiri.

POLITIK | 1 Juni 2020

Puan Minta Protokol New Normal di Sekolah Lebih Ketat

Protokol new normal untuk sekolah seharusnya lebih detil dibandingkan dengan protokol untuk mal atau ruang publik lain.

POLITIK | 1 Juni 2020

DPR: Pastikan Keselamatan WNI di AS

Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid meminta pemerintah untuk memastikan keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) di Amerika Serikat (AS)

POLITIK | 1 Juni 2020

Reses, Legislator Kaltim Awasi BLT Dana Desa

Anggota DPR Irwan terus mendorong Kemdes segera menyalurkan semua bantuan langsung tunai (BLT) Dana Desa bagi masyarakat terdampak Covid-19.

POLITIK | 1 Juni 2020

Puan Maharani: Indonesia Butuh Gotong Royong Berskala Besar

Puan Maharani menjelaskan, Bung Karno di dalam pidatonya tanggal 1 Juni 1945 menyatakan bahwa intisari dari Pancasila adalah gotong royong.

POLITIK | 1 Juni 2020

Pilkada di Tengah Covid-19, KPU Tidak Ingin Tragedi Korban Pemilu Terulang

Peristiwa kelam wafatnya ratusan petugas pada Pemilu 2019 menjadi pengalaman kemanusiaan yang tidak boleh terulang.

POLITIK | 1 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS