Hasto PDIP: Pancasila Berbeda dengan Marxisme atau Kapitalisme
INDEX

BISNIS-27 434.176 (-7.64)   |   COMPOSITE 4917.96 (-75.2)   |   DBX 928.196 (-4.7)   |   I-GRADE 130.286 (-2.42)   |   IDX30 412.166 (-7.85)   |   IDX80 107.727 (-2.08)   |   IDXBUMN20 269.265 (-5.95)   |   IDXG30 115.773 (-2.53)   |   IDXHIDIV20 368.481 (-6.65)   |   IDXQ30 120.761 (-2.3)   |   IDXSMC-COM 210.292 (-3.36)   |   IDXSMC-LIQ 235.988 (-6.09)   |   IDXV30 101.893 (-2.12)   |   INFOBANK15 773.605 (-13.29)   |   Investor33 359.92 (-6.34)   |   ISSI 144.524 (-2.29)   |   JII 524.265 (-9.92)   |   JII70 177.451 (-3.41)   |   KOMPAS100 962.885 (-17.72)   |   LQ45 754.177 (-14.18)   |   MBX 1360.94 (-22.87)   |   MNC36 269.191 (-4.78)   |   PEFINDO25 256.961 (-5.33)   |   SMInfra18 232.003 (-3.35)   |   SRI-KEHATI 302.863 (-5.05)   |  

Hasto PDIP: Pancasila Berbeda dengan Marxisme atau Kapitalisme

Selasa, 21 Juli 2020 | 13:15 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto meyakini bahwa adanya kelompok kecil anti-Pancasila yang ribut di media sosial (medsos) terkait dengan kepentingan geopolitik global terhadap Indonesia.

"PDI Perjuangan meyakini bahwa berbagai persoalan ideologi bangsa Indonesia terhadap adanya kelompok kecil yang anti-Pancasila namun bersuara lantang di sosmed tidak terlepas dari persoalan geopolitik dan pertarungan ideologi transnasional dengan Pancasila," kata Hasto, dalam keterangannya, Selasa (21/7/2020).

Kata Hasto, jika geopolitik dipahami, maka Indonesia adalah titik temu peradaban dunia karena terletak di antara dua benua dan dua samudera.

Sejak Indonesia merdeka, lahirnya pemikiran bahwa kemerdekaan Indonesia bertujuan untuk membangun persaudaraan dunia, taman sarinya dunia. Di situlah Pancasila hadir sebagai ideologi dunia karena berbeda dengan Marxisme-Komunisme dan Kapitalisme-Liberalisme saat itu.

Sejak awal, Pancasila sudah berbeda dengan kedua ideologi tersebut. Bila Marxisme-Komunisme dan Kapitalisme-Liberalisme mengandung benih-benih imperialisme kolonialisme, Pancasila justru bertujuan membangun persaudaraan dunia.

"Hal yang sama juga berlaku untuk globalisasi yang mendorong fundamentalisme pasar, dan fundamentalisme agama, sebagai ideologi transnasional yang tidak sesuai dengan Pancasila," kata Hasto.

Maka karena parahnya tekanan geopolitik itu pula, Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf dan PDIP selalu mempromosikan Pancasila sebagai ideologi dunia selalu sangat relevan dalam realitas saat ini. Termasuk dalam krisis di Timur Tengah, ketegangan di Laut Cina Selatan, dan krisis akibat pandemi Covid-19.

“Kita kobarkan semangat bahwa dalam menghadapi Covid, maka rasa berketuhanan, berperikemanusiaan, rasa senasib, hasrat untuk solider dan bergotong royong serta berbela rasa dalam kehidupan yang berkeadilan benar-benar dibutuhkan," ulasnya.

Hasto mengatakan bahwa Proklamator Soekarno sudah sejak awal menegaskan pentingnya ilmu geopolitik. Pemahaman Indonesia sebagai satu bangsa, yang memiliki perasaan senasib, satu cita-cita, satu kehendak, dan satu jiwa yang melekat erat dengan tanah airnya sebagai satu kesatuan.

PDIP melaksanakan juga prinsip bahwa pemahaman geopolitik ini penting diajarkan. Maka, dalam sekolah calon kepala daerah Partai menuju Pilkada Serentak 2020, Hasto memastikan materi itu akan diajarkan pada para calon kepala daerah, termasuk Gibran Rakabuming yang diusung PDIP di Pilkada Serentak 2020.

"Pembumian Pancasila tidak hanya ke dalam, diperlukan cara pandang keluar, outward looking tentang Indonesia bagi dunia. Itulah yang digelorakan oleh PDI Perjuangan dalam proses kaderisasi kepemimpinan," pungkasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Ahmad Sahroni: Tetap Fokus di Sosok Djoko Tjandra

Kasus keluar dan masuknya buronan Bank Bali, Djoko Tjandra ke Indonesia, memunculkan isu mengenai keterlibatan aparat penegak hukum (APH)

POLITIK | 20 Juli 2020

Protokol Kesehatan Dipatuhi, Mendagri Yakin Pilkada Sukses

Tito meminta masyarakat dan penyelenggara pilkada wajib menggunakan masker dan mentaati protokol kesehatan.

POLITIK | 20 Juli 2020

Ini 18 Lembaga yang Resmi Dibubarkan Jokowi

Semua badan, komite, dan tim yang dibubarkan Jokowi dibentuk berdasarkan perpres dan keppres.

POLITIK | 20 Juli 2020

Bertemu Jokowi, PAN Bahas Penanganan Covid-19

Pertemuan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan turut membahas penanganan Covid-19.

POLITIK | 20 Juli 2020

Sidang Tahunan MPR Diharapkan Jadi Panggung Kebangsaan

Sidang Tahunan MPR yang direncanakan berlangsung pada 14 Agustus 2020 diharapkan menjadi panggung kebangsaan.

POLITIK | 20 Juli 2020

Gerindra Gandeng PDIP Usung Muhammad-Rahayu Saraswati di Tangsel

Gerindra bersama PDIP mengusung pasangan Muhammad-Rahayu Saraswati di Pilkada Tangerang Selatan.

POLITIK | 20 Juli 2020

Politisasi Bansos Terjadi karena Tidak Satu Pintu

Politisasi juga didorong oleh banyaknya jenis bansos yang disediakan.

POLITIK | 20 Juli 2020

Bawaslu Paparkan Lima Strategi Lawan Politisasi Bansos

Bansos dimanfaatkan betul oleh para petahana atau incumbent dalam mempertahankan jabatan.

POLITIK | 20 Juli 2020

Jokowi Temui Pengurus Partai Gelora dan PAN di Istana

Pengurus Partai Gelora bertemu Jokowi untuk silaturahmi setelah disahkan Kemkumham, sedangkan PAN memperkenalkan pengurus barunya.

POLITIK | 20 Juli 2020

Politikus PKS Harap Sidang Tahunan MPR Tak Jadi Rutinitas yang Tidak Efektif

Kurniasih Mufidayati berharap sidang tahunan MPR yang akan digelar Agustus mendatang bisa menjadi rapat yang efektif membahas permasalahan negara.

POLITIK | 20 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS