Akseleran Target Nikmati Profit di 2021
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-0.23)   |   COMPOSITE 5059.22 (6.39)   |   DBX 933.73 (1.79)   |   I-GRADE 135.366 (0.02)   |   IDX30 427.201 (-0.92)   |   IDX80 111.513 (-0.2)   |   IDXBUMN20 284.629 (-0.81)   |   IDXG30 118.405 (-0.09)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-0.76)   |   IDXQ30 125.347 (-0.39)   |   IDXSMC-COM 215.54 (0.23)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-0.22)   |   IDXV30 105.043 (0.01)   |   INFOBANK15 803.622 (3.63)   |   Investor33 371.182 (0.44)   |   ISSI 148.056 (-0.09)   |   JII 539.107 (-2.59)   |   JII70 182.679 (-0.64)   |   KOMPAS100 996.599 (0.26)   |   LQ45 780.316 (-0.99)   |   MBX 1404.61 (1.51)   |   MNC36 278.843 (0.28)   |   PEFINDO25 265.576 (-1.83)   |   SMInfra18 242.356 (-1.1)   |   SRI-KEHATI 313.434 (0.57)   |  

Akseleran Target Nikmati Profit di 2021

Rabu, 15 Januari 2020 | 13:04 WIB
Oleh : Fajar Widhiyanto / FW

PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran), penyedia layanan peer to peer lending, bersiap mengejar target kucuran kredit sebesar Rp 2 triliun di tahun 2020, atau naik lebih dari dua kali lipat dari kucuran pinjaman yang berhasil dicetak pada tahun 2019 sebesar Rp776 miliar. Akseleran juga menetapkan target, sudah bisa menikmati profit pada tahun 2021.

Beberapa strategi disiapkan Akseleran untuk merealisasikan target tersebut, salah satunya dengan memperkuat kehadiran perusahaan fintech berbasis pinjaman digital ini di sejumlah kawasan luar Jawa seperti Samarinda, dan Balikpapan. “Kami juga akan memperkuat layanan kami di dalam pulau Jawa, seperti di Surabaya yang memiliki potensi bertumbuh yang sangat besar, serta di Kota Bandung,” kata Ivan Nikolas Tambunan, Chief Executive Officer Akseleran di Jakarta (15/1).

Selain itu, di kuartal kedua tahun ini Akseleran juga akan melansir produk baru, employee loan, yang merupakan hasil kolaborasi Aksleran dengan perusahaan pemberi kerja. Produk employee loan ini nantinya akan diberikan kepada para karyawan perusahaan yang bermitra dengan Akseleran. Menurut Ivan, ada keuntungan yang bisa didapat Akseleran dari produk ini, yakni tingkat keamanan pinjaman dan pembayaran yang jauh lebih baik ketimbang produk yang ditawarkan kepara segmen ritel secara langsung. “Produk ini sebenarnya sama dengan payroll loan. Dan kami sudah mengetahui kemampuan bayar dari debitur,” ujar Ivan.

Di tahun ini, Akseleran juga berencana menggalang dana lewat pendanaan Seri B dengan volume antara US$ 15 juta – 20 juta. Sayangnya Ivan belum bisa menyebutkan secara rinci siapa saja para investor yang siap mendukung pendanaan tersebut. Namun Chief Credit Officer Christopher Gultom menyebut pihaknya berharap para investor dari Jepang bisa terlibat dalam penggalangan dana tersebut.

Chris mengatakan, sejauh ini para pemilik dana asal Jepang tengah mencari alokasi investasi yang menarik di luar Jepang, karena tingkat suku bunga minus yang berlaku di dalam negeri mereka. Salah satu lender terbesar di Akseleran pada tahun lalu juga berasal dari Jepang, yakni Credit Saison, yang lewat anak usahanya di Indonesia PT Saison Modern Finance telah menyalurkan dana pinjaman sebesar Rp100 miliar di 2019. “Di tahun ini mereka punya komitmen untuk menyalurkan dana pinjaman yang lebih besar,” kata Chris.

Dalam kesempatan yang sama, manajemen Akseleran juga menginformasikan pihaknya telah berhasil meraih pendanaan Seri A senilai US$8,55 juta yang dipimpin oleh Beenext pada akhir 2019. Putaran pendanaan ini didukung oleh Central Capital Ventura (CCV) yang merupakan anak usaha PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Access Ventures, Agaeti Venture Capital, dan konglomerat lokal Ahabe Group.

Menurut Ivan, dana tersebut akan digunakan untuk meningkatkan tim, berinvestasi dalam teknologi, dan menembus pasar UKM yang masih kurang terlayani di Indonesia. “Kami ingin memperluas dan terus meningkatkan layanan kami kepada pengguna Akseleran. Kami telah mampu mendukung ribuan UKM, sebagian besar melalui fasilitas pembiayaan invoice financing dan pre invoice financing, dan kami akan terus mengembangkan produk pinjaman khusus yang sesuai dengan kebutuhan UKM,” ujarnya.

Teruhide Sato, Managing Partner Beenext dalam pernyataan tertulisnya mengatakan, Akseleran memiliki visi jangka panjang yang kuat untuk memberdayakan UKM. Menurutnya, di Indonesia sebagian besar UKM masih belum terlayani oleh penyedia pinjaman konvensional, dan tanpa akses ke layanan keuangan maka UKM akan sulit tumbuh dan memperoleh manfaatnya.

“Kami percaya dengan memanfaatkan teknologi ini dapat meningkatkan perekonomian secara signifikan di pasar seperti Indonesia, dan kami memiliki keyakinan bahwa Akseleran memiliki kapasitas dan kemampuan yang mumpuni untuk mengimplementasikan visinya kepada jutaan UKM di Indonesia,” jelas Teruhide.

Smentara Armand Widjaja, Presiden Direktur CCV menyebutkan, bermodalkan tim yang beragam dan solid sehingga mampu melakukan operasional yang baik serta menciptakan pertumbuhan yang tinggi menjadikan Akseleran sebagai platform P2P Lending yang besar.

Sebagai informasi, sejak pertama kali diluncurkan pada Oktober 2017, Akseleran telah menyalurkan lebih dari Rp1 triliun (US$71,4 juta) pinjaman usaha kepada lebih dari 2.000 UKM (peminjam/borrower) dari 100.000 lebih pemberi pinjaman (lender) terdaftar. Tingkat Non Performance Loan (NPL) kurang dari 1% dari total penyaluran pinjaman, dan pinjaman yang ditawarkan dalam platform telah dilindungi oleh asuransi kredit yang berkolaborasi dengan Asuransi ASEI.

Selain itu, Akseleran pun bekerjasama dengan berbagai pemberi pinjaman institusional termasuk Bank Mandiri, Bank J Trust, BPR Supra, Credit Saison, Mandiri Tunas Finance, Radana Finance dan Ciptadana. Pada akhir tahun 2020, Akseleran memiliki target penyaluran pinjaman sebesar Rp2 triliun.



Sumber:Majalah Investor


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Sesi I, IHSG Berbalik Melemah ke 6.301

IHSG terkoreksi 0,38 persen ke kisaran 6.301,2.

EKONOMI | 15 Januari 2020

Melemah, Rupiah Masih Tertahan di Kisaran Rp 13.700

Rupiah berada di level Rp 13.705 per dolar AS atau terdepresiasi 25 poin (0,18 persen).

EKONOMI | 15 Januari 2020

BPS Catat Neraca Perdagangan RI Defisit US$28,2 Juta

Defisit disebabkan oleh defisit sektor migas US$971,3 juta, walaupun sektor nonmigas mencatatkan surplus US$943,1 juta.

EKONOMI | 15 Januari 2020

MiLearn Jadikan Agen Manulife Makin Produktif

Aplikasi MiLearn membuat agen asuransi Manulife bisa bekerja dengan lebih baik dan produktif.

EKONOMI | 15 Januari 2020

Rupiah Melemah ke Rp 13.700 Pagi Ini

Rupiah berada di level Rp 13.714 per dolar AS atau terdepresiasi 34 poin (0,25 persen).

EKONOMI | 15 Januari 2020

IHSG Berpotensi Menguat Ditopang Sentimen AS-Tiongkok

Rekomendasi Valbury hari ini UNVR, BMRI, WIKA, BDMN, JPFA, BSDE.

EKONOMI | 15 Januari 2020

Investor Nantikan Rilis Data Neraca Perdagangan

Konsensus median Bloomberg memperkirakan defisit neraca perdagangan USD 422 juta.

EKONOMI | 15 Januari 2020

IHSG Dibuka Menguat, Bursa Asia Mixed

IHSG dibuka menguat 0,31 persen ke kisaran 6.345,1.

EKONOMI | 15 Januari 2020

Laris Manis, Obligasi Lippo Karawaci Oversubscribed 4,5 Kali Lipat

Lippo Karawaci tidak memiliki utang besar yang akan jatuh tempo selama lima tahun ke depan sampai 2025.

EKONOMI | 15 Januari 2020

Sri Mulyani Buka Lowongan Kepala BKF

Saat ini, posisi jabatan Kepala BKF sedang lowong usai Suahasil Nazara terpilih sebagai Wakil Menteri Keuangan pada Oktober 2019.

EKONOMI | 14 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS