Bali Kurang Pemandu Wisata Bahasa Jerman
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Bali Kurang Pemandu Wisata Bahasa Jerman

Minggu, 9 September 2012 | 11:47 WIB
Oleh : FER

Dalam perda mengisyarakatkan pramuwisata minimal pendidikannya Diploma 3. Itu menjadi permasalahan.

Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Provinsi Bali Sang Putu Subaya mengatakan, hingga saat ini provinsi setempat mengalami kekurangan pemandu wisata yang mahir berbahasa Jerman.

"Kekurangan ini karena paket pola perjalanan wisata mengalami pergeseran yaitu dari yang dulu tinggal di satu hotel, sekarang banyak diminati paket menginap dari satu hotel ke hotel lain," katanya di Denpasar, Minggu.

Ia menyampaikan, beberapa waktu terakhir kecenderungan wisatawan dari Eropa ketika berwisata ke Pulau Dewata, pertama menginap di Sanur (Kota Denpasar), lalu bergerak ke Ubud (Kabupaten Gianyar), kemudian ke Amed/Candidasa di Karangasem, hingga ke Lovina di Buleleng.

"Oleh karena itu pemandu wisata membutuhkan waktu satu minggu sampai sembilan hari untuk menangani satu tamu, satu grup atau satu pasang wisatawan yang memilih paket wisata seperti itu," ucapnya.

Terlebih dalam kondisi puncak kunjungan wisatawan (peak season), pihaknya tidak hanya mengalami kekurangan pemandu yang mahir berbahasa Jerman, namun juga membutuhkan pemandu berbahasa Perancis dan Belanda.

"Memang yang paling laris mengambil paket wisata keliling wisatawan dari Jerman, Perancis dan Belanda. Belakangan wisatawan asal Spanyol serta Italia juga mulai mengambil paket tersebut," katanya.

Namun sayangnya, meskipun mengalami kekurangan pemandu wisata, HPI Bali tidak dapat begitu saja menerima pramuwisata karena terganjal aturan dalam Perda Provinsi Bali No 5 tahun 2008 tentang Pramuwisata .

"Dalam perda mengisyarakatkan pramuwisata minimal pendidikannya Diploma 3. Itu menjadi permasalahan juga bagi kami karena banyak sekali yang tamat SMA sudah menguasai bahasa asing atau bagi mereka yag pernah bekerja di luar dan balik ingin menjadi guide, namun terganjal dengan aturan pendidikan D3," ujarnya.

Subaya mengatakan pihaknya sudah mengajukan permohonan pada Pemprov Bali sebagai pihak yang memegang lisensi pramuwisata untuk membuka perekrutan baru.

Di sisi lain, yang menjadi tantangan HPI saat ini semakin merebaknya keberadaan pramuwisata tak berlisensi.

"Biro perjalanan wisata kecenderungan lebih suka menggunakan orang yang baru walaupun non lisensi agar mudah diatur dan patuh pada pimpinan," ucap Subaya.

Subaya menyebut pemandu semacam itu dapat mempengaruhi citra pariwisata Bali karena pramuwisata yang "liar" atau tak berlisensi tidak dibekali dengan penguasaan terhadap nilai-nilai budaya pada setiap atraksi wisata di Pulau Dewata.

BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS