3 Bulan Dirilis, Aplikasi MOCO Tembus 10.000 Unduhan
INDEX

BISNIS-27 510.175 (-19.05)   |   COMPOSITE 5783.33 (-170.92)   |   DBX 1064.04 (-1.68)   |   I-GRADE 168.858 (-6.97)   |   IDX30 499.932 (-21.14)   |   IDX80 131.904 (-5.19)   |   IDXBUMN20 373.781 (-18.36)   |   IDXG30 136.463 (-5.44)   |   IDXHIDIV20 450.262 (-18.14)   |   IDXQ30 146.101 (-6.28)   |   IDXSMC-COM 248.411 (-4.72)   |   IDXSMC-LIQ 303.864 (-9.61)   |   IDXV30 127.988 (-5.5)   |   INFOBANK15 983.467 (-36.67)   |   Investor33 429.105 (-16.64)   |   ISSI 169.797 (-4.69)   |   JII 620.069 (-22.27)   |   JII70 213.196 (-7.01)   |   KOMPAS100 1177.3 (-42.41)   |   LQ45 920.112 (-37.05)   |   MBX 1606.46 (-54)   |   MNC36 321.125 (-12.61)   |   PEFINDO25 316.867 (-8.64)   |   SMInfra18 295.49 (-13.73)   |   SRI-KEHATI 366.206 (-13.72)   |  

3 Bulan Dirilis, Aplikasi MOCO Tembus 10.000 Unduhan

Kamis, 4 September 2014 | 21:28 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta - Setelah diluncurkan secara resmi pada 8 Juni 2014, aplikasi MOCO (baca : mocho) dari Aksaramaya rupanya sudah diunduh sebanyak 10.000 kali. Penerbit yang bergabung juga sudah lebih dari 80 dengan ribuan penulis.

"Baru tiga bulan diluncurkan, respon dari masyarakat ternyata sangat positif. Dalam sehari bisa sampai 200-an pengguna baru yang mendaftar. Ini menunjukkan bahwa minat baca masyarakat kita sebetulnya cukup besar. Apalagi aplikasi MOCO ini juga didukung dengan fitur sosial media," kata Sulasmo Sudharno selaku Chief Executive Officer dan salah satu pendiri Aksaramaya di Jakarta, Kamis (4/9).

Sulasmo menjelaskan, MOCO merupakan aplikasi social reading pertama di Indonesia karya anak bangsa yang menggabungkan kegiatan membaca secara digital dengan membenamkan fitur social media di dalamnya.

"Diluncurkannya aplikasi ini berangkat dari keinginan agar membaca buku menjadi lebih murah dan menyenangkan. Karena pengguna aplikasi ini juga dapat berinteraksi satu sama lain, termasuk dengan penulis buku yang sedang dibaca," terang dia.

Selain itu, aplikasi ini juga memberi kesempatan bagi penulis untuk menerbitkan bukunya dalam format digital. "Banyak penerbit yang ragu menerbitkan sebuah buku karena khawatir tidak laku di pasaran. Namun dengan aplikasi ini, menerbitkan buku jadi lebih mudah karena tidak ada biaya cetak maupun distribusi," terang Sulasmo.

Yang tak kalah penting, lanjutnya, aplikasi ini juga bisa menjadi solusi penyelamatan aset pustaka. "Buku yang dicetak itu bagaimana pun juga akan rusak dimakan rayap. Dengan dikonversi menjadi eBook, harapannya buku-buku lama tersebut bisa tetap bisa dibaca oleh generasi mendatang sampai kapan pun," imbuhnya.

Beberapa universitas juga sudah mulai menjalin kerjasama dengan Aksaramaya untuk menggunakan aplikasi Moco, seperti Universitas 11 Maret, Universitas Brawijaya, serta Universitas Binadarma Palembang. "Besok kita juga akan launching di Binadarma Palembang. Jadi semua buku ajar yang dibuat oleh dosen akan digitalkan dan bisa diakses menggunakan aplikasi Moco," lanjutnya.

Ia menambahkan, untuk bisa mendapatkan buku di MOCO, ada tiga pilihan cara yang diberikan, mulai dari beli, sewa atau pinjam. Caranya dengan sistem deposit point seperti layaknya voucher pulsa. Point itulah yang nantinya akan digunakan untuk mendapatkan buku.

Aplikasi MOCO ini dapat dijalankan dengan sistem Android, iOS dan Hybrid menggunakan perangkat smartphone dan desktop/ laptop. Untuk mengunduh dapat melalui playstore untuk android, appstore untuk iPhone dan store.moco.co.id untuk desktop/ laptop.


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS