Swakita, Aplikasi untuk Menyalurkan Keluhan Warga Jakarta
INDEX

BISNIS-27 434.406 (2.64)   |   COMPOSITE 4934.09 (26.78)   |   DBX 924.804 (1.45)   |   I-GRADE 130.838 (0.51)   |   IDX30 413.425 (2.18)   |   IDX80 108.094 (0.59)   |   IDXBUMN20 272.657 (0.26)   |   IDXG30 115.379 (0.86)   |   IDXHIDIV20 370.721 (1.29)   |   IDXQ30 120.916 (0.54)   |   IDXSMC-COM 211.116 (0.81)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (1.85)   |   IDXV30 102.468 (0.82)   |   INFOBANK15 776.883 (5.12)   |   Investor33 360.093 (2.16)   |   ISSI 144.765 (0.78)   |   JII 523.909 (2.34)   |   JII70 177.568 (0.85)   |   KOMPAS100 966.07 (5.86)   |   LQ45 756.376 (4.51)   |   MBX 1366.8 (8.19)   |   MNC36 270.277 (1.64)   |   PEFINDO25 258.891 (0.84)   |   SMInfra18 233.321 (0.88)   |   SRI-KEHATI 303.606 (1.59)   |  

Swakita, Aplikasi untuk Menyalurkan Keluhan Warga Jakarta

Selasa, 10 Februari 2015 | 12:28 WIB
Oleh : Emanuel Kure / FER

Jakarta - PT Inovasi Dunia Kreasi menghadirkan aplikasi pemantau lingkungan untuk mendukung program smart city yang tengah diterapkan Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota (Pemprov DKI) Jakarta. Aplikasi Swakita ini adalah aplikasi media sosial berbasis peta yang dirancang khusus untuk menunjang fungsi camat, dan lurah sebagai urban manager dalam melayani masyarakat, seperti menaggapi keluhan dan saran masyarakat, pengumuman, kegiatan wilayah, dan lainnya.

Chief Executive Officer (CEO) PT Inovasi Dunia Kreasi, Sumarpung Halim mengatakan, aplikasi ini terdiri dari dua versi, yaitu versi warga dan versi pemerintahan daerah (pemda). Versi warga digunakan oleh masyarakat, dan versi Pemda digunakan oleh aparat Pemda, seperti lurah, camat dan walikota. Untuk dapat menggunakan aplikasi ini, pengguna dapat mengunduh secara gratis di Google Play Store.

"SwaKita punya fasilitas pelaporan yang dirancang khusus untuk kebutuhan warga. Di sini bisa melaporkan permasalahan yang ditemui di mana pun dan akan langsung diterima oleh aparat Pemda setempat untuk diselesaikan," kata Sumarpung kepada wartawan di Jakarta, Senin (9/2).

Secara teknis, aplikasi SwaKita dibuat seperti peta berbasis media sosial. Nantinya aplikasi itu akan dibuat seperti pengaduan masyarakat. Pengguna bisa memantau situasi berdasarkan laporan pengguna SwaKita lainnya. Mereka juga bisa saling memberikan like atas laporan-laporan lain di aplikasi ini.

Aplikasi SwaKita yang digunakan warga dan lurah atau camat itu berbeda. Nah, setiap lurah juga bakal memiliki cakupan wilayah pengaduan yang sendiri-sendiri. Singkatnya, Lurah Gambir tak akan mendapat laporan pengaduan untuk wilayah Lenteng Agung.

Menariknya, SwaKita tidak hanya sebatas aplikasi pengaduan masyarakat, tetapi juga punya fitur lain sehingga membuatnya jadi lebih kaya dibandingkan aplikasi sejenis. Aplikasi ini bisa juga untuk jadi media penyebaran pengumuman bagi Lurah atau Camat, kegiatan kelurahan atau kecamatan, menampilkan prestasi kelurahan atau kecamatan, sarang blogging, serta pembinaan dan promosi UKM (Usaha Kecil Menengah).

"Ini yang menarik. SwaKita bisa jadi tempat promosi para UKM yang mulai merintis usahanya. Jadi isinya tidak cuma keluhan dan pengaduan, tapi juga dapat memberdayakan masyarakat,'" jelas Sumarpung.

Ada beberapa fitur unggulan yang disematkan pada aplikasi SwaKita, di antaranya adalah Info desk Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Promosi UKM Binaan, Sistem Pelaporan Masyarakat, dan Panel Kinerja.

"Motivasi dari start-up ini adalah untuk ikut serta dalam mengembangkan industri kreatif nasional. Kami yakin, pengembang lokal sebenarnya mempunyai potensi untuk bersaing dengan pemain dari luar negeri, dan sudah waktunya media sosial lokal menjadi tuan rumah di negeri sendiri," ucap Sumarpung.

Sumber:Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS