Tantangan Dunia Pendidikan di Era Globalisasi
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Tantangan Dunia Pendidikan di Era Globalisasi

Sabtu, 29 April 2017 | 17:47 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa / FER

Jakarta - Kasi Kurikulum Direktorat Pembinaan SMA Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Sutrianto, mengatakan, pendidikan di Indonesia masih memiliki sejumlah kendala seperti keterbatasan akses pendidikan, jumlah guru yang belum merata, serta kualitas guru yang dinilai masih kurang, terlebih di wilayah terpencil, terluar, tertinggal (3T).

"Banyak sekali kendala terkait dengan akses pendidikan. Masalah yang sering terjadi adalah kekurangan ruang kelas. Upaya yang kami lakukan, setiap tahun kami mengadakan pengaggaran untuk menambah akses yang ternyata masih kurang juga. Akhirnya, untuk memaksimalkan akses ini kami membangun SMP dan SMA terbuka," ungkap Sutrianto, saat jumpa pers Quipper Indonesia di Jakarta, Jumat (28/4).

Kemdikbud, kata Sutrianto, terus melakukan pembenahan sesuai Sasaran Prioritas Nasional tahun 2015-2019. "Hal itu, mulai dari penguatan vokasi, sarana dan prasarana pendidikan, menjamin kualifikasi dan kesejahteraan guru, peningkatakan mutu dan pendidikan karakter, hingga Program Indonesia Pintar," tambahnya.

Pakar Pendidikan, Itje Chodidjah, menyatakan, pendidikan di Indonesia tidak pernah tidak ada tantangan. Pendidikan itu, lanjut dia, berbicara tentang kehidupan manusia. Saat ini tantangan pendidikan yang paling dasar adalah keadilan dan kesamaan.

"Saat ini banyak sekolah yang memiliki infrastrutur bangunan dan fasilitas yang baik. Tetapi kualitas pendidikan disekolah itulah yang perlu menjadi perhatian yang utama. Karena , sarana dan prasarana bukanlah jaminan bahwa pendidikan di sekolah tersebut sudah sesuai dengan kebutuhan para siswa," jelasnya.

Tantangan terbesar pada pendidikan Indonesia, kata Itje, kualitas yang dimiliki para guru. Berdasarkan uji kompetensi guru, hasilnya masih belum memuaskan. Hal itu, menunjukan kualitas kesenjangan guru di Indonesia masih jauh.

"Kita terus meningkatkan kualitas dari uji kompetensi guru. Namun, nilai dari hasil kompetensi tersebut masih dibawah rata-rata yang diinginkan pemerintah. Melihat hal itu, rata-rata nilai guru akan terus dinaikan lagi. Dulu, batas terendah nilai kompetensi guru adalah 5.5, kemudian 6.5, dan sekarang akan kami naikkan lagi," katanya.

Manfaatkan Teknologi

Menurut Itje, pemanfaatan teknologi merupakan solusi yang paling masuk akal untuk menjawab tantangan pendidikan yang dihadapi selama ini. Teknologi tidak hanya membuka akses, tapi juga meningkatkan mutu guru. "Guru yang terampil adalah guru yang dilengkapi dengan materi ajar yang tepat dan up-to-date," ujarnya.

Penerapan teknologi, kata Itje, dapat membantu guru lebih efisien melakukan kegiatan belajar mengajar. Dengan demikian, lanjutnya, mereka memiliki waktu lebih banyak untuk meningkatkan motivasi dan melibatkan siswa berpikir kritis.

"Teknologi merupakan faktor penting untuk menciptakan generasi berdaya saing ketimbang hanya fokus mencemaskan nilai ulangan dan ujian. Guru bisa kembali kepada khittah-nya sebagai pendidik, bukan sekadar mengajar," tegasnya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS