Batan Ditetapkan Jadi Pusat Pemuliaan Mutasi Tanaman
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Batan Ditetapkan Jadi Pusat Pemuliaan Mutasi Tanaman

Jumat, 6 Oktober 2017 | 13:42 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / FER

Jakarta - Badan Tenaga Atom Internasional atau International Atomic Energy Agency (IAEA) menetapkan Badan Tenaga Nuklir Nasional sebagai pusat kolaborasi atau collaborating center (CC) pemuliaan mutasi tanaman. Penetapan ini dilakukan saat general conference IAEA di Wina, Austria pada 22 September 2017.

Kepala Batan, Djarot Sulistio Wisnubroto mengatakan, CC ditujukan untuk menciptakan pusat baru, supaya ketika ingin memperdalam pemanfaatan teknologi nuklir tidak harus ke Wina, Austria.

"Kita mengajukan pada Februari 2017. Pesaing kita ada Malaysia, China. Indonesia nyaris dikalahkan Malaysia," kata Djarot, di kantor Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi Batan, Pasar Jumat, Jakarta, Jumat (6/10).

Indonesia dipilih karena dinilai memiliki reputasi baik dalam pemanfaatan nuklir di bidang pertanian. Varietas unggul dengan teknik pemuliaan tanaman dengan radiasi gamma menambah pendapatan petani karena produktivitasnya tinggi. Batan juga dianggap berperan aktif dalam mengaplikasikan teknologi nuklir untuk tujuan damai, khususnya meningkatkan produktivitas dan kualitas pangan melalui pemuliaan mutasi tanaman (mutation breeding).

Selain itu, adanya program Science Techno Park memberi nilai tambah, sehingga Indonesia dinilai layak ditunjuk sebagai CC pemuliaan mutasi tanaman. "Berkurangnya lahan, salah satu cara meningkatkan kualitas tanaman melalui pemuliaan tanaman dengan radiasi. Kita dianggap cukup dewasa membantu negara lain sebagai technology provider. Dalam hal pemuliaan tanaman, peneliti kita pun handal," papar Djarot.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS