Aplikasi Ajaib Mudahkan Kelas Menengah dan Milenial Berinvestasi
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Aplikasi Ajaib Mudahkan Kelas Menengah dan Milenial Berinvestasi

Selasa, 8 Januari 2019 | 11:19 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta - Investasi merupakan salah satu faktor yang mampu mempengaruhi pertumbuhan ekonomi sebuah negara. Sayangnya, saat ini hanya sekitar 0,4 persen atau 1 juta dari 260 juta penduduk Indonesia yang sudah berinvestasi. Angka tersebut sangat jauh jika dibandingkan dengan beberapa negara tetangga seperti Thailand, yang berada pada persentase sebasar 6 persen, India 7 persen dan Tiongkok 9 persen.

Hal ini terjadi karena masih banyak hambatan untuk melakukan investasi, sarana mencari informasi, dan minimnya solusi tentang kemudahan investasi untuk melayani populasi kelas menengah. Pada sisi lain, solusi dan informasi tentang investasi yang mudah diakses membutuhkan waktu dan upaya untuk mempelajari dan memahaminya.

Bagi generasi milenial dan menengah, mereka tidak memiliki waktu untuk secara aktif mengikuti pasar dan tidak memiliki gambaran kemana mereka harus meminta saran tentang investasi.

Ajaib sebagai aplikasi smart online investment hadir untuk menyelesaikan masalah tersebut. Perusahaan yang lahir dari inkubator startup Y Combinator (YC) ini resmi meluncur pada awal Januari 2019.

Aplikasi ini memungkinkan penggunanya berinvestasi dengan percaya diri melalui portofolio yang terdiversifikasi. Misi Ajaib adalah membuka akses selebar-lebarnya ke investasi yang lebih dipersonalisasi lagi bagi masyarakat Indonesia. Mengingat hanya 0,4 persen dari penduduk Indonesia yang sudah berinvestasi.

CEO dan co-founder Ajaib, Anderson Sumarli, mengatakan, Ajaib adalah startup yang berbasis di Jakarta, dengan pendanaan US$ 2,1 juta dari Y Combinator, SoftBank Ventures dan mantan partner Sequoia.

"Saya adalah salah satu dari orang-orang yang ingin berinvestasi tetapi tidak memiliki waktu untuk mengikuti perubahan pasar. Hal ini dialami juga oleh teman-teman saya, sehingga Ajaib adalah solusi bagi kita semua," kata Anderson, Senin (8/1).

Menurutnya, aplikasi smart online investment ini memberikan saran dan memungkinkan orang berinvestasi menggunakan aplikasi mobile dalam empat langkah mudah, diantaranya beberapa pertanyaan untuk mendapatkan profil investor berdasarkan data algoritma dan saran para ahli, dapatkan portofolio pribadi berdasarkan profil pengguna, membuat akun hanya dalam waktu satu menit tanpa dokumen fisik, serta memantau investasi secara otomatis.

"Keunggulan dari Ajaib adalah kami menggabungkan teknologi dan keahlian manusia," imbuh Anderson yang merupakan mantan konsultan Boston Consulting Group (BCG) sekaligus mantan ahli data di IBM.

Hebatnya lagi, aplikasi ini tidak mengenakan biaya atas layanannya, baik untuk pembuatan akun, pembelian, penjualan, maupun biaya switching. Aplikasi ini juga telah memiliki lisensi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan bermitra dengan sejumlah bank serta fund managers berpengalaman dalam investasi.

Chief Marketing Officer Ajaib, Yada Piyajomkwan, menambahkan, pihaknya memiliki ambisi untuk mencakup pasar Asia Tenggara dengan mengincar 650 juta orang, di mana masih begitu banyak masyarakat yang kekurangan akses ke layanan konvensional.

"Inklusi keuangan bukan hanya orang yang memiliki rekening bank saja. Ini meluas ke orang-orang yang memiliki investasi. Salah satu tujuan inklusi keuangan adalah untuk membuat orang menabung dan berinvestasi. Artinya, ada ekspansi geografis di masa depan," kata mantan konsultan McKinsey ini.

Yada menambahkan, visi pihaknya adalah lingkup regional. "Kami pikir, masalah ini cukup umum di seluruh wilayah. Namun, dalam jangka pendek dan menengah, kami akan fokus pada Indonesia terlebih dahulu," tukas peraih gelar MBA dari Stanford University (Fulbright Scholar) tersebut.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Eksekutif Amazon Ungkap Capaian Penjualan Alexa

Lebih dari 100 juta perangkat yang dilengkapi Alexa telah terjual.

DIGITAL | 7 Januari 2019

Asus Rilis Laptop Gaming 17 Inci Tertipis di Dunia

Asus ROG Zephyrus S GX701 merupakan laptop gaming 17 inci paling tipis dan ringkas di dunia dengan ketebalan hanya 18,7 mm.

DIGITAL | 7 Januari 2019

Asus ROG Jadi yang Pertama Gunakan Nvidia GeForce RTX

Asus memperkenalkan jajaran laptop gaming Republic of Gamers (ROG) yang telah mengadopsi GPU terkini Nvidia GeForce RTX.

DIGITAL | 7 Januari 2019

Apple Putuskan Tutup Toko Paling Kecil di Jepang

Apple menutup toko terkecil di Jepang setelah beroperasi lebih dari 13 tahun.

DIGITAL | 7 Januari 2019

Ini Makanan yang Paling Banyak Dipesan Lewat Aplikasi

Sebanyak 1,5 juta Bubble Tea telah diantarkan melalui GrabFood di tahun 2018.

DIGITAL | 7 Januari 2019

AMD Siapkan Portofolio Prosesor Terlengkap

AMD Ryzen Mobile diklaim mampu memberikan kinerja yang optimal dan efisien.

DIGITAL | 7 Januari 2019

Pocophone F1 Tambah Dua Varian Warna Baru

Dua warna baru yang ditawarkan yaitu Matte Yellow dan Matrix Black.

DIGITAL | 7 Januari 2019

Samsung Galaxy M30 Usung 3 Kamera Belakang

Galaxy M30 diperkirakan akan resmi hadir pada bulan ini bersama sejumlah Galaxy M series lainnya.

DIGITAL | 7 Januari 2019

Bocoran Terbaru Ungkap Kapasitas Baterai Galaxy S10

Bocoran terbaru menginsyaratkan kapasitas baterai yang dibawa Galaxy S10.

DIGITAL | 6 Januari 2019

LG Q9 Segera Dirilis ke Pasaran

LG Q9 memiliki ukuran layar 6,1 inci dengan kamera utama berkekuatan 16 MP.

DIGITAL | 6 Januari 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS