Saatnya Kalangan Pebisnis Beralih ke Digital Marketing
INDEX

BISNIS-27 503.107 (3.67)   |   COMPOSITE 5679.25 (41.62)   |   DBX 1039.52 (6.82)   |   I-GRADE 166.189 (1.49)   |   IDX30 492.322 (3.83)   |   IDX80 129.082 (1.22)   |   IDXBUMN20 363.759 (2.7)   |   IDXG30 133.243 (1.11)   |   IDXHIDIV20 440.08 (4.64)   |   IDXQ30 143.762 (1.29)   |   IDXSMC-COM 242.127 (1.55)   |   IDXSMC-LIQ 293.644 (2.99)   |   IDXV30 123.61 (1.68)   |   INFOBANK15 979.67 (3.16)   |   Investor33 423.592 (3.03)   |   ISSI 165.745 (1.59)   |   JII 604.859 (7.67)   |   JII70 207.745 (2.49)   |   KOMPAS100 1155.02 (9.96)   |   LQ45 903.46 (7.43)   |   MBX 1578.72 (11.74)   |   MNC36 316.411 (2.62)   |   PEFINDO25 310.113 (2.75)   |   SMInfra18 286.549 (1.67)   |   SRI-KEHATI 362.507 (2.46)   |  

Saatnya Kalangan Pebisnis Beralih ke Digital Marketing

Jumat, 22 Februari 2019 | 11:11 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Digital marketing menjadi alat bagi Bryan Wijaya, pakar digital marketing Indonesia untuk meraih pendapatan fantastis. Tak tanggung-tanggung, Bryan berhasil meraup omzet hingga Rp 3 miliar dalam waktu 2 minggu saja.

"Ini bukti bahwa dengan cara yang efektif dan benar, digital marketing dapat mengubah kehidupan seseorang menjadi lebih baik," kata Bryan dalam keterangannya kepada Beritasatu.com, di Jakarta, Jumat (22/2/2019).

Menurut Bryan, persaingan bisnis saat ini, menjadi tantangan tersendiri bagi para pebisnis di Indonesia. Mau tak mau, para pebisnis baik skala usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) hingga skala besar, harus mulai melirik apa yang menjadi tren saat ini yaitu digital marketing. Namun, tak semua pebisnis memahami bagaimana cara menggunakannya.

"Beberapa alasan pebisnis enggan menggunakan digital marketing adalah tidak paham teknologi atau tidak memiliki modal besar. Padahal, digital marketing tidak harus mutlak memiliki kemampuan di bidang teknologi atau modal yang besar. Ada banyak misconception mengenai digital marketing. Seharusnya semua orang bisa menggunakannya," tegas Bryan.

Menurut Bryan, asal memahami bagaimana membuat konten yang menarik dan memahami perilaku calon konsumen yang ditarget, para pebisnis pemula atau skala UMKM bisa meningkatkan bisnisnya. Selama ini, yang umumnya dipahami oleh publik, adalah bagaimana cara membuat akun sosial media (Sosmed) atau cara menaikkan jumlah pengunjung akun tersebut. Padahal, digital marketing tidak hanya itu.

"Kuncinya, bisa menangkap data calon customer dan menganalisa perilaku calon konsumen tersebut. Dari sana, bisa dijadikan dasar untuk strategi marketing berikutnya, lebih cepat dan efisien dari cara konvensional," kata Bryan.

Bryan menyebutkan, masyarakat Indonesia makin gemar mengonsumi konten melalui internet. Pada 2017 lalu, tingkat konsumsi konten lewat dunia maya menempati peringkat ketiga setelah televisi dan media luar ruangan.

"Para pelaku usaha harus dapat menangkap peluang ini untuk mengomunikasikan produknya, yang dapat ditempuh melalui sosial media, content marketing, influencer, atau search engine optimization (SEO)," ujar Bryan.

Untuk menciptakan konten yang menarik, Bryan menambahkan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Salah satunya, harus ada umpan. "Bisa berupa diskon, atau kemudahan bayar, dan lainnya. Selanjutnya, bisa ditambahkan dengan warna, foto dan gambar yang menarik,” papar Bryan.

Menurut Bryan, digital marketing bukan hanya sebuah tren, namun merupakan sebuah revolusi dalam dunia bisnis dan pemasaran. "Jika anda tidak beralih ke digital marketing saat ini, maka dalam 5 tahun ke depan anda akan sangat tertinggal," imbuh pemuda yang saat usia 18 tahun sudah memiliki penghasilan Rp 1 miliar ini.

Konsep digital marketing ini telah membawa Bryan berhasil menghasilkan miliaran rupiah dalam bisnis yang dijalankannya. Dalam usia 25 tahun, Bryan sudah mampu menghasilkan dari bisnis properti bernilai miliaran rupiah serta kini menjadi komisaris dua perusahaan yang bergerak di sektor properti.

"Belajar dari Amazon yang sukses memanfaatkan teknologi digital, maka hal yang sama diterapkan di bisnis apapun. Kuncinya, data mengenai konsumen harus dikuasai," tandas Bryan.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Gandeng 200 Mitra, Printerous Pangkas Biaya dan Waktu Distribusi

Printerous membantu pelanggan dalam memenuhi kebutuhan cetak dengan lebih praktis dan efisien.

DIGITAL | 21 Februari 2019

Oppo Tidak Lagi Andalkan Kemampuan Kamera Selfie

Oppo mengubah jargon dari camera phone menjadi selfie expert.

DIGITAL | 21 Februari 2019

Lenovo Percaya Diri Rebut Top 5 Market Share di Indonesia

Penjualan smartphone Lenovo A5s laris manis di pasaran.

DIGITAL | 21 Februari 2019

OneAcademy Indonesia Angkat Potensi UMKM

DealShaker.ID mendukung promosi produk UMKM Indonesia ke 194 negara.

DIGITAL | 21 Februari 2019

Samsung Galaxy Fold, Ponsel Jadi Tablet Jadi Ponsel Lagi

Harganya masih sangat mahal untuk kategori ponsel atau tablet.

DIGITAL | 21 Februari 2019

Advan S6 Plus Siap Meluncur ke Pasaran

Advan S6 Plus diklaim sebagai smartphone terbaik di rentang harga Rp 800.000-an.

DIGITAL | 20 Februari 2019

Aplikasi Qlue Raih Penghargaan Internasional

Qlue berhasil mendapatkan penghargaan Best Mobile Government Service.

DIGITAL | 20 Februari 2019

BPT Boyong Solusi Veeam ke Indonesia

Veeam merupakan solusi backup dan replikasi yang membantu perusahaan mencapai RTO lebih cepat.

DIGITAL | 20 Februari 2019

Creative Nest Jadi Wadah Asah Kreativitas Milenial

Sinarmas Land bekerjasama dengan tokoh animasi Indonesia Patrick Effendy, meresmikan beroperasinya Creative Nest Indonesia, yang mengambil tempat di The Breeze

DIGITAL | 20 Februari 2019

Acronis Gandeng Optima Hadirkan Solusi Backup Data

Optima akan menyediakan solusi-solusi yang berasal dari Acronis.

DIGITAL | 19 Februari 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS