Prancis dan Jerman Tolak Mata Uang Libra
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Prancis dan Jerman Tolak Mata Uang Libra

Sabtu, 14 September 2019 | 20:01 WIB
Oleh : FER

Jakarta, Beritasatu.com - Facebook berencana meluncurkan cryptocurrency bernama Libra mulai tahun 2020 nanti. Facebook mengharapkan, Libra diterima sebagai alternatif bentuk pembayaran dan digunakan sebagai perantara mata uang tradisional.

Sayangnya, rencana Facebook untuk meluncurkan mata uang digital tersebut, langsung mendapat penolakan dari pemerintah dua negara besar di Eropa, Prancis dan Jerman.

Baca Juga: 5 Hal yang Perlu Anda Ketahui soal Libra

Dalam pernyataan bersama yang dirilis Jumat (13/9/2019) waktu setempat, Prancis dan Jerman dengan tegas menyatakan menolak peluncuran Libra. Alasannya, proyek Libra gagal meyakinkan bahwa risiko-risiko akan ditangani dengan baik oleh Facebook.

"Kami percaya bahwa tidak ada entitas swasta yang dapat mengklaim kekuatan moneter, yang melekat pada kedaulatan negara," kata pernyataan bersama tersebut.

Baca Juga: Facebook Harus Bayar Denda US$ 5 Miliar

Selain itu, pemerintah kedua negara juga menyatakan, saat ini terdapat kebutuhan untuk meningkatkan efektivitas pembayaran internasional.

"Untuk tingkat Eropa, saat ini kami meminta bank untuk bekerja memperbaiki sistem pembayaran Eropa," ungkap pernyataan kedua negara.



Sumber:Anadolu


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Dukung Pengembangan Animasi Nasional, Bekraf Kembali Gelar Beacon

Tahun ini merupakan tahun ketiga pelaksanaan Beacon.

DIGITAL | 14 September 2019

Ponsel Tangguh untuk Segala Aktivitas

Ponsel ini merupakan pengembangan dan peningkatan dari seri A50.

DIGITAL | 14 September 2019

Bekraf Dukung Pengembangan Animasi Nasional

Animasi merupakan salah satu subsektor prioritas yang menjadi fokus untuk dikelola dan dikembangkan.

DIGITAL | 14 September 2019

Bahaso Wakili Indonesia di Ajang ITU Telecom World 2019

Bahaso memperkenalkan rencana peluncuran aplikasi Islami hasil kerja sama dengan Nahdlatul Ulama (NU).

DIGITAL | 13 September 2019

Fintech Solusi Masalah Sosial Ekonomi RI di Masa Depan

Bekraf menargetkan startup bisa menyerap 12.000 tenaga kerja.

DIGITAL | 13 September 2019

Line dan AP Gelar Kampanye Setop Berita Bohong

Line Plus Corporation yang berbasis di Korea, menghadirkan kampanye Setop Berita Bohong atau Fake News yang didukung oleh The Associated Press (AP)

DIGITAL | 13 September 2019

E-Print Tawarkan Peluang Usaha Bagi Pelaku UKM

E-Print mempunyai program e-print goes to school dan e-print goes to campus.

DIGITAL | 13 September 2019

NTT Bangun Jaringan Bervisibilitas Tinggi di Indonesia

Solusi ini menghasilkan peningkatan throughput, kinerja tinggi dan peningkatan pengelolaan aplikasi kritis untuk mendukung konektivitas di cabang regional.

DIGITAL | 12 September 2019

AKG Games Gandeng Blizzard Garap Komunitas Gim di Indonesia

Kemitraan ini bertujuan membawa pengalaman paling epik untuk kalangan gamers di Indonesia.

DIGITAL | 12 September 2019

Indonesia Dinilai Rentan Hadapi Serangan Malware

Sebanyak 570.000 ponsel di Indonesia terjangkit malware 'Agen Smith'.

DIGITAL | 12 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS