Kolaborasi dan Ekspansi Layanan, Kunci Memenangkan Persaingan
INDEX

BISNIS-27 426.538 (5.61)   |   COMPOSITE 4842.76 (54.96)   |   DBX 923.5 (5.37)   |   I-GRADE 127.867 (1.68)   |   IDX30 404.318 (5.75)   |   IDX80 105.647 (1.51)   |   IDXBUMN20 263.312 (5.8)   |   IDXG30 113.239 (1.52)   |   IDXHIDIV20 361.834 (4.64)   |   IDXQ30 118.461 (1.6)   |   IDXSMC-COM 206.934 (2.07)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (2.91)   |   IDXV30 99.778 (1.6)   |   INFOBANK15 760.318 (13.68)   |   Investor33 353.585 (5.25)   |   ISSI 142.238 (1.32)   |   JII 514.346 (4.67)   |   JII70 174.038 (2.04)   |   KOMPAS100 945.162 (13.68)   |   LQ45 740.002 (10.15)   |   MBX 1338.07 (16.63)   |   MNC36 264.409 (3.62)   |   PEFINDO25 251.635 (4.64)   |   SMInfra18 228.656 (2.51)   |   SRI-KEHATI 297.818 (4.52)   |  

Kolaborasi dan Ekspansi Layanan, Kunci Memenangkan Persaingan

Kamis, 10 Oktober 2019 | 17:19 WIB
Oleh : Emanuel Kure / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Di tengah perkembangan era digital, dan persaingan yang semakin ketat di pasar, perusahaan teknologi (Startup dan Unicorn) dituntut untuk mengedepankan inovasi dan strategi bisnis yang tepat demi menjangkau pasar lebih luas, dan memenangi persaingan ketika berhadapan dengan kompetitor. Berkolaborasi dan membuka ekosistem digital, dinilai menjadi langkah yang tepat untuk mengejar kecepatan mencapai pasar.

Baca Juga: Grab Terapkan Strategi Kolaborasi

Demikian benang merah yang dapat disimpulkan dari narasumber perusahaan yang telah menyandang status unicorn di Tanah Air, yaitu, Grab, OVO, dan Tokopedia, dalam diskusi yang bertajuk Driving Growth Trough Collaboration, dalam acara Tech in Asia 2019 Conference di JCC Senayan, Jakarta, Rabu, (9/10/2019).

Executive Director Grab Indonesia, Ongki Kurniawan mengatakan, kolaborasi merupakan prasyarat penting, karena saat ini, speed to market sudah luar biasa. Dia melihat, digital ekosistem saat ini sudah berkembang sangat pesat.

"Meskipun kita punya resources yang cukup banyak, tetapi itu enggak cukup bantu kita untuk lebih cepat lagi merealisasikan visi kita sebagai supperapp. Oleh karena itu, kita telah melakukan kolaborasi dengan tiga perusahaan yang kredibel di bidangnya, yaitu Grab, OVO, dan Tokopedia," kata Ongki.

Baca Juga: Indonesia Jadi Role Model Industri Startup di Asia

Menurut Ongki, langkah kolaborasi tersebut dilakukan, dengan tujuan untuk terus mengembangkan layanan, sehingga bisa terintegrasi satu dengan yang lain. Misalnya, Grab berkolaborasi dengan OVO, sebagai platform pembayaran pada aplikasi Grab. Demikian juga, Tokopedia menggunakan OVO, sebagai platform pembayaran pada platform mereka.

"Jadi itu cara kita untuk bisa mengimbangi speed to market. Kita open ekosistem digital. Bahkan, tidak hanya dengan Tokopedia dan OVO, kita juga mempersilahkan kepada perusahaan-perusahaan lain, untuk join di open ekosistem kita. Sehingga, time to market bisa lebih cepat, customer experience juga dapat ditingkatkan. Tidak ada friksi di sana," ujar Ongki.

Ongki menambahkan, fokus Grab adalah bagaimanan memberikan customer experience yang terbaik. Terutama pelanggan ekosistem yang telah dibangun oleh ketiga perusahaan tersebut.

"Ke depannya, ini kan sudah kita jalankan. Bagaimana kita bikin layanan-layanan yang sudah mulai muncul, seperti tiket, video, nanti ada Grab Health, Grab asuransi juga. Bagaimana ini bisa diadopsi lebih cepat dalam aplikasi kita. Kita coba segala hal, perbaiki terus user experience-nya. Mungkin, kita upayakan supaya 80 persen aktivitas customer ekosistem kita ada dalam Grab," ungkap Ongki.

Baca Juga: Ini Tantangan Besar Industri E-Commerce

Sedangkan, Chief Marketing Officer OVO, Ershad Ahamed menuturkan, sebagai platform pembayaran, OVO, mengedepankan strategi untuk berpartner dan berkolaborasi. Dengan demikian, pertumbuhan dan tingkat inklusi keuangan di Indonesia bisa lebih cepat.

"Sebagai platform pembayaran, kami telah melakukan kolaborasi dengan Grab dan juga Tokopedia. Kami yakin, kolaborasi ini akan mempercepat pertumbuhan, dan dapat memberikan manfaat kepada masing-masing pihak. Selain itu, kolaborasi ini juga bertujuan untuk mempercepat inklusi keuangan di Indonesia,” kata Ershad.

Ershad juga menuturkan, selain berkolaborasi untuk mempermudah transaksi pembayaran, OVO juga telah melakukan satu langkah positif, yaitu memanfaatkan koloborasi ketiga platform tersebut untuk mengumpulkan dan menyalurkan donasi.

Hal itu dilakukan, saat momen bulan Ramadan baru-baru ini. Dari hasil kolaborasi tersebut, mereka berhasil mengumpulkan jumlah donasi mencapai Rp 11 Miliar.

"Saya rasa, ini persitiwa yang paling berkesan dalam kolaborasi ini. Karena, kami berhasil mengumpulkan donasi, dan kemudian menyalurkan kepada yang membutuhkan dengan jumlah yang sangat besar. Ini paling berkesan,” ujar Ershad.

CEO OVO, Jason Thompson menambahkan, tingkat retention rate OVO pada paltform Tokopedia dan aplikasi Grab mencapai 85 persen. Itu artinya, tingkat kesadaran masyarakat menggunakan digital payment OVO untuk melakukan transaksi di kedua platform tersebut cukup tinggi.

Tidak hanya itu, OVO tidak hanya digunakan sebagai alat pembayaran pada platform Tokopedia dan Grab, tetapi juga, OVO dimanfaatkan sebagai alat pembayaran di berbagai merchant, parking, universitas, cinema, deals, dan sebagainya.

"Pembayaran hanya sebagai starting point untuk menyelesaikan problem kebutuhan di Indonesia. Kami akan terus mengembangkan layanan, sambil terus menjalin kolaborasi, sehingga memberikan user experience terbaik kepada pengguna kami,” ungkap Jason.

VP of Fintech Tokopedia, Rahul Taparia mengungkapkan, kolaborasi dan open ekosistem digital sangat penting. Hal itu akan meningkatkan pertumbuhan (revenue) sekaligus memudahkan para pengguna dalam melakukan transaksi lintas platofrm.

"Melalui kolaborasi ini, kami membawa masing-masing kemampuan (resources), untuk menciptakan ekosistem digital yang terbuka, dan besar. Sehingga dapat memberikan berbagai kemudahan dan manfaat kepada seluruh pengguna kami," tutur Rahul.



Sumber:Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Menkominfo Prediksi Unicorn Selanjutnya dari Kesehatan

Rudiantara memrediksi perusahaan rintisan teknologi atau startup bidang kesehatan berpotensi besar menjadi unicorn selanjutnya.

DIGITAL | 10 Oktober 2019

Bistar Perluas Ekspansi Layanan ke Ibu Kota

Aplikasi Bistar memberikan penumpang pilihan hingga lima variasi harga dan jenis kendaraan.

DIGITAL | 9 Oktober 2019

NTT Berdayakan Ekosistem Usaha Rintisan di Indonesia

NTT Startup Callenge menyediakan total hadiah mencapai US$ 10.000, dengan empat kategori kompetisi.

DIGITAL | 9 Oktober 2019

Perkuat Credit Scoring, UangTeman Gandeng BPJS

Kerja sama antara UangTeman dengan BPJS Ketenagakerjaan mengunakan skema data mirroring.

DIGITAL | 8 Oktober 2019

Grab Terapkan Strategi Kolaborasi dan Pengembangan SDM

Indonesia memiliki jumlah nilai ekonomi internet tertinggi di antara negara di kawasan ASEAN.

DIGITAL | 8 Oktober 2019

AMD Luncurkan Grafis Radeon RX 5500 Series

Radeon RX 5500 series menggunakan arsitektur gaming terbaru RDNA.

DIGITAL | 8 Oktober 2019

Indodax Optimistis Jadi Unicorn Baru

Indodax menjadi salah satu dari sedikit startup di Indonesia yang memiliki dua sertifikasi ISO.

DIGITAL | 8 Oktober 2019

RoomMe Siap Fasilitasi Pemilik dan Penyewa Indekos

RoomMe merupakan operator virtual untuk memfasilitasi kebutuhan pemilik dan penyewa indekos.

DIGITAL | 8 Oktober 2019

Indonesia Jadi Role Model Industri Startup di Asia

Indonesia merupakan pasar penting bagi startup yang ingin menembus pasar regional.

DIGITAL | 8 Oktober 2019

PANDI Dukung Regenerasi Sepak Bola Indonesia Lewat Ligana.id

Ligana.id akan menjadi kompetisi sepak bola anak-anak terbesar di Indonesia

DIGITAL | 8 Oktober 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS