Komputasi Awan Rentan Serangan Siber
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-4.31)   |   COMPOSITE 5059.22 (-39.54)   |   DBX 933.73 (-4.61)   |   I-GRADE 135.366 (-1.42)   |   IDX30 427.201 (-4.83)   |   IDX80 111.513 (-1.27)   |   IDXBUMN20 284.629 (-3.97)   |   IDXG30 118.405 (-1.12)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-4.15)   |   IDXQ30 125.347 (-1.48)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-1.82)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-3.77)   |   IDXV30 105.043 (-0.98)   |   INFOBANK15 803.622 (-4.17)   |   Investor33 371.182 (-3.18)   |   ISSI 148.056 (-1.43)   |   JII 539.107 (-7.84)   |   JII70 182.679 (-2.44)   |   KOMPAS100 996.599 (-9.9)   |   LQ45 780.316 (-8.39)   |   MBX 1404.61 (-11.24)   |   MNC36 278.843 (-2.36)   |   PEFINDO25 265.576 (-5.17)   |   SMInfra18 242.356 (-3.43)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-2.51)   |  

Komputasi Awan Rentan Serangan Siber

Rabu, 4 Desember 2019 | 07:54 WIB
Oleh : Emanuel Kure / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Trend Micro, perusahaan penyedia solusi keamanan siber, mengumumkan laporan prediksi pada 2020. Sebuah organisasi/perusahaan yang mengimplementasikan komputasi awan (cloud) dan manajemen rantai pasok (supply chain) yang canggih diingatkan menghadapi risiko yang semakin besar dari ancaman serangan kejahatan siber.

Kesadaran Perlindungan Siber Makin Meningkat

Hal tersebut berpeluang terjadi karena dipicu seiring dengan semakin berkembangnya implementasi cloud dan devops yang
terus mendorong perubahan bisnis dengan membuka seluruh lapisan perusahaan, mulai dari perusahaan ke industri manufaktur hingga risiko pihak ketiga.

Cloud merupakan sebuah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna. Sedangkan devops merupakan pengembangan perangkat lunak dan metode pengiriman aplikasi yang mengambil pendekatan kolaboratif dan terpadu antara bagian pengembangan aplikasi (development/ dev) dan bagian operasi
aplikasi (operationals/ops).

Country Manager Trend Micro Indonesia, Laksana Budiwiyono, mengatakan, para ahli Trend Micro memperkirakan bahwa pertumbuhan dan perubahan yang cepat pada penggunaan cloud dan devops akan membawa risiko baru terhadap serangan siber bagi manajemen supply chain. Hal itu terjadi karena penggunaan cloud juga telah terkoneksi hingga jaringan di rumah. Karena itu, para pemimimpin di bagian teknologi informasi (TI) perlu menilai kembali risiko siber dan strategi keamanan TI perusahaannya pada 2020.

Idealnya, Indonesia Miliki 1,5 Juta Tenaga Ahli Keamanan Siber

"Kita akan memasuki era baru di mana organisasi dari semua industri dan ukuran akan semakin bergantung pada perangkat lunak pihak ketiga, open-source, dan praktik kerja modern untuk mendorong inovasi digital dan pertumbuhan yang mereka inginkan,” kata Laksana di Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Menurut dia, para peretas teknologi (hacker) akan semakin mengejar data perusahaan yang tersimpan di cloud melalui serangan injeksi kode, antara lain deserialization bugs, skrip lintas situs (web), dan injeksi structured query language (SQL), atau sebuah bahasa yang digunakan untuk mengakses data dalam basis data relasional.

"Mereka akan menargetkan penyedia cloud secara langsung, atau bekerja sama dengan pihak ketiga untuk melakukan itu," ujar Laksana.

Faktanya, lanjut Laksana, adanya peningkatan dalam penggunaan kode dari pihak ketiga oleh organisasi yang menggunakan devops akan meningkatkan risiko bisnis pada 2020 dan tahun-tahun selanjutnya.

"Komponen-komponen pada compromised container dan libraries yang digunakan dalam arsitektur tanpa server dan microservices akan semakin memperluas kemungkinan terjadinya serangan siber pada sebuah perusahaan, karena praktik keamanan tradisional berjuang untuk mempertahankannya," jelas dia.

Selain itu, managed service providers (MSPs) ditargetkan tahun 2020 sebagai jalan untuk mengkompromikan banyak organisasi melalui satu target. Hacker tidak hanya ingin mengambil data perusahaan dan pelanggan yang berharga, tetapi juga menginstal aplikasi penyusup (malware) untuk menyabotase dan memeras uang melalui aplikasi ransomware.

"Diperkirakan, tahun depan, ada jenis risiko supply chain yang relatif baru karena sistem kerja remote memperkenalkan ancaman ke dalam jaringan perusahaan melalui keamanan Wi-Fi yang lemah. Selain itu, kerentanan pada perangkat rumah yang terhubung dapat berfungsi sebagai titik masuk ke jaringan perusahaan," pungkas Laksana.



Sumber:Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Menutup 2019, Infinix Rilis S5 Berdesain Punch Hole

Infiinx S5 dan S5 lite diperkenalkan secara resmi di Indonesia pada 6 Desember 2019 dan dijual eksklusif di Lazada Indonesia.

DIGITAL | 3 Desember 2019

Telkomsel Gelar Konferensi Teknologi The NextDev Summit 2019

Acara ini juga menghadirkan NextDev Startup Booth yang diisi oleh 15 perusahaan rintisan lulusan The NextDev pilihan.

DIGITAL | 3 Desember 2019

Grab Perluas Layanan untuk Mitra Pengemudi Tuli

Komitmen GrabforGood untuk membuat platform Grab lebih inklusif

DIGITAL | 3 Desember 2019

Perlukah Anak Dibuatkan Akun Media Sosial?

Anak yang masih berusia dini (0-10 tahun) tidak seharusnya memiliki akun media sosial sendiri

DIGITAL | 3 Desember 2019

Samsung Sediakan Layanan Konsumen 24 Jam

Jelang akhir tahun, Samsung Electronics Indonesia menyediakan layanan konsumen tatap muka, digital, dan daring selama 24 jam.

DIGITAL | 3 Desember 2019

Satgas Waspada Investasi Temukan 125 Fintech P2P Lending Ilegal

Masyarakat diminta mewaspadai fintech lending sebelum melakukan peminjaman secara daring.

DIGITAL | 3 Desember 2019

Kenali Tingkat Kecanduan Digital di Seminar Digital Addiction Quotient

Dalam seminar tersebut masing-masing peserta diajak untuk melihat, dan mengenal mengenai tingkat kecanduan digital dari diri sendiri,

DIGITAL | 2 Desember 2019

Sajikan Pornografi, Penyedia Platform Didenda Rp 100 Juta Per Konten

Sanksi denda baru akan berlaku mulai Oktober 2020.

DIGITAL | 2 Desember 2019

Huawei, Samsung, dan LG Jadi Penguasa Paten 5G

Huawei berada di peringkat pertama, Samsung kedua dan LG ketiga.

DIGITAL | 1 Desember 2019

Tren Belanja Online 2019, 4,5 Juta Pengguna Berasal dari Indonesia

[ittalic]UC Shopping Festival membuktikan bahwa 4,5 juta pengguna belanja daring berasal dari Indonesia.

DIGITAL | 1 Desember 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS