LIPI: Cegah Corona, Kelelawar Tidak Harus Dimusnahkan
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

LIPI: Cegah Corona, Kelelawar Tidak Harus Dimusnahkan

Kamis, 19 Maret 2020 | 17:08 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / FER

Jakarta, Beritasatu.com - LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) berpandangan, pembasmian kelelawar sebagai satwa liar bukan langkah tepat. Pasalnya, di dalam rantai ekosistem, kelelawar tetap punya peran penting seperti membantu penyerbukan dan pengendali vektor penyakit seperti nyamuk.

Baca Juga: Skema Lockdown Jakarta, Ini Jawaban Anies

Penetapan wabah virus corona baru atau covid-19 sebagai pandemik global oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) berimbas pada kebijakan-kebijakan pemerintah daerah di Indonesia dalam penangananan virus yang penyebarannya bermula dari kota Wuhan, Tiongkok.

Beberapa pemerintah daerah melakukan pemusnahan ratusan ekor kelelawar jenis kalong dan codot. Mamalia terbang itu dikhawatirkan menjadi binatang pembawa atau vektor virus covid-19.

Peneliti biosistematika vertebrata Pusat Penelitian Biologi LIPI, Sigit Wiantoro mengatakan, penelitian terbaru dan analisis genomik mengenai virus covid-19 menjelaskan, transmisi utama terjadi manusia ke manusia.

"Perdagangan satwa liar di Wuhan, Tiongkok yang tidak diregulasi dan sering kali ilegal adalah hal yang menyebabkan kemunculan dan persebaran virus covid-19," kata Sigit di Puslit Biologi LIPI di Cibinong, Bogor, Kamis (19/3/2020).

Baca Juga: Obat Corona dari Herbal Masih dalam Proses Riset

Sigit menjelaskan, pasar satwa liar merupakan tempat hewan dibawa oleh manusia dalam keadaan stres tinggi dengan fisiologi yang melemah setelah dipindahkan dari alam liar. Tindakan tidak mengganggu dan merusak satwa liar dan habitat alaminya adalah solusi yang lebih tepat untuk mencegah terjadinya wabah virus di kemudian hari. "Membasmi kelelawar justru dapat memberikan efek yang berlawanan terhadap penyebaran penyakit," ucapnya.

Sigit mencontohkan, upaya pembasmian kelelawar di Amerika Selatan (AS) untuk mengontrol rabies justru tidak berhasil. "Justru perubahan ekosistem yang disebabkan oleh manusialah yang menjadi penyebab utama kemunculan penyakit-penyakit yang dapat ditularkan dari satwa liar ke manusia," katanya.

Secara alami kelelawar sangat penting bagi ekosistem dan kehidupan manusia. Kelelawar pemakan buah memiliki peran penting sebagai penyerbuk bunga. Kelelawar pemakan serangga berperan dalam pengendalian hama di lahan pertanian dan perkebunan. Selain itu juga berfungsi sebagai pengendali populasi serangga yang berpotensi sebagai vektor penyakit seperti nyamuk.

Menurutnya, kelelawar juga merupakan bagian penting dari ekosistem hutan sebagai penyebar biji yang kemudian tumbuh menjadi pohon-pohon baru penyedia oksigen bagi manusia.

Baca Juga: Cegah Virus Corona, LIPI Buat Hand Sanitizer

"Menjaga populasi kelelawar yang sehat dengan tidak mengganggu dan tidak membasminya, merupakan salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit serta menjaga keseimbangan ekosistem," tegasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Ninja Xpress Gandeng Grab Perluas Layanan On Demand

Konsumen serta penjual, dapat memanfaatkan layanan pengiriman on-demand Ninja Xpress di aplikasi Grab.

DIGITAL | 19 Maret 2020

Aplikasi Strongbee Maksimalkan Potensi Personal Trainer

Strongbee membuka kesempatan bagi penggiat olahraga yang telah memiliki sertifikasi untuk turut bergabung menjadi mitra.

DIGITAL | 19 Maret 2020

Pencuri Kuota Mengancam Kebebasan Anak Belajar Secara Daring

Muncul gerakan yang berusaha mengubah kuota gratis 30GB untuk akses aplikasi e-learning menjadi kuota data reguler.

DIGITAL | 19 Maret 2020

UC Browser Luncurkan Layanan Penyimpanan Cloud Gratis

UC Drive dirancang sebagai media penyimpanan yang memberi keleluasaan pengguna untuk menyimpan file konten online sebesar 20GB.

DIGITAL | 18 Maret 2020

Untuk Dapatkan Audio Berkualitas, Lakukan Hal Ini

Dibutuhkan speaker atau earphone yang dapat mengeluarkan suara kualitas terbaik.

DIGITAL | 18 Maret 2020

Salma Market Ekspansi ke Pasar Indonesia

Salma Markets menawarkan program bisnis trading aset kripto dan forex dengan modal minimal US$1.

DIGITAL | 17 Maret 2020

Wabah Corona Merebak, Validasi IMEI Tidak Ada Pemunduran Waktu

Aturan validasi IMEI berlaku tidak hanya untuk perangkat telepon seluler (ponsel).

DIGITAL | 17 Maret 2020

XL Axiata Sediakan Gratis Akses ke Aplikasi Pendukung

XL Axiata turut bergabung dengan elemen masyarakat Indonesia dalam membantu mencegah penyebaran virus corona.

DIGITAL | 17 Maret 2020

Cakap Tawarkan Solusi Kegiatan Belajar Secara Daring

Cakap mengembangkan solusi layanan untuk pendidikan, atau biasa disebut Education As A Service (EAAS).

DIGITAL | 17 Maret 2020

Pertama Kali, Vaksin Virus Corona Diuji ke Manusia

Para ilmuwan di berbagai negara berlomba-lomba mengembangkan vaksin penangkal Covid-19, bukan saling bersaing tetapi berpacu melawan cepatnya pandemik.

DIGITAL | 17 Maret 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS