Gugus Tugas Diharapkan Mampu Atasi Ponsel Black Market
INDEX

BISNIS-27 431.53 (-3.35)   |   COMPOSITE 4906.55 (-27.45)   |   DBX 934.495 (-1.3)   |   I-GRADE 129.531 (-1.1)   |   IDX30 408.573 (-4.05)   |   IDX80 107.231 (-1.06)   |   IDXBUMN20 271.434 (-3.2)   |   IDXG30 114.42 (-1.08)   |   IDXHIDIV20 364.598 (-3.27)   |   IDXQ30 119.596 (-1.07)   |   IDXSMC-COM 210.435 (-0.56)   |   IDXSMC-LIQ 236.069 (-1.95)   |   IDXV30 101.606 (-0.8)   |   INFOBANK15 772.076 (-4.94)   |   Investor33 357.854 (-2.78)   |   ISSI 144.258 (-0.69)   |   JII 521.112 (-3.55)   |   JII70 177.199 (-1.37)   |   KOMPAS100 960.444 (-7.38)   |   LQ45 749.999 (-7.62)   |   MBX 1355.95 (-8.44)   |   MNC36 267.764 (-2.13)   |   PEFINDO25 261.843 (-3.84)   |   SMInfra18 232.762 (-2.06)   |   SRI-KEHATI 301.662 (-2.42)   |  

Gugus Tugas Diharapkan Mampu Atasi Ponsel Black Market

Rabu, 5 Agustus 2020 | 21:14 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Kalangan industri dan pelaku bisis smartphone mengapresisasi langkah Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta, yang menangkap pengedar ponsel black market (BM). Pelaku dijerat dengan pelanggaran pasal 103 huruf d Undang-undang (UU) Nomor 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan.

Baca Juga: Layanan Aduan IMEI Sementara Diserahkan ke Operator

Menanggapi hal tersebut, Direktur Marketing Advan, Andi Gusena, mengatakan, mendukung langkah Bea Cukai untuk memberantas peredaran ponsel black market.

"Kami berharap, ini menjadi langkah awal dalam upaya berkelanjutan untuk menghentikan perderan ponsel black market," kata Andi Gusena, di Jakarta, Rabu (5/8/2020).

CEO Mito, Hansen, berharap, langkah Bea Cukai tidak berhenti di situ dan mendorong agar para pelaku lainnya ditertibkan, dalam rangka mendukung ekosistem industri yang lebih kondusif.

Baca Juga: YLKI Sarankan Pemerintah Sweeping Peredaran Ponsel BM

"Langkah Bea Cukai kami pandang sangat positif sebagai langkah strategis dan menunjukkan pemerintah benar-benar serius memberantas peredaran ponsel black market. Ini kami pandang selaras dengan kebijakan aturan validasi IMEI,” ungkap Hansen.

"Sebagai produsen nasional, tentunya kami berharap pula agar pemerintah terus melakukan operasi yustisi untuk mempersempit gerakan para pengedar ponsel black market yang merugikan negara dan konsumen," tambahnya.

Sebagaimana diketahui, aturan validasi IMEI yang mengatur pemblokiran ponsel black market sudah diterapkan sejak 18 April 2020 lalu. Kendati sudah diterapkan, peredaran ponsel black market masih marak di pasar dan masih mendapatkan layanan operator selular. "Di tengah masih belum optimalnya software validasi IMEI, kami kira langkah Bea Cukai sudah tepat," tandas Hansen.

Peran Gugus Tugas

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dan Kementerian Perindustrian (Kemperin) telah membentuk Gugus Tugas pengelolaan sementara central equipment identity register (CEIR) dalam rangka implementasi pengendalian IMEI.

Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kemkominfo, Ismail mengatakan, surat keputusan (SK) pengangkatan satuan gugus tugas (Satgas) tersebut sudah ditandatangani oleh kedua kementerian dalam hal ini melalui nota kesepahaman (MoU) Dirjen Ilmate Kemperin dan Dirjen SDPPI Kemkominfo.

"Adapun salah satu poin penting perjanjian kerja sama tersebut terkait hibah CEIR. Untuk kegiatan transfer data IMEI ke CEIR dari Pusdatin, pengoperasian dan pengendalian IMEI dalam pengawasan bersama Kemperin dan Kemkominfo dalam bentuk Gugus Tugas," jelas Ismail.

Baca Juga: Ponsel Black Market Ternyata Masih Marak Beredar

Sementara ini, kata Ismail, sistem akan dijalankan secara cloud computing untuk sementara waktu dikarenakan perangkat fisik untuk memasang sistem CEIR masih dalam proses. "Diharapkan dengan adanya Gugus Tugas tersebut bisa terjadi sinergisitas kinerja untuk mengoptimalkan pengendalian IMEI," kata Ismail.

Sedangkan Ketua YLKI, Tulus Abadi, menilai, dengan telah terbentuknya Gugus Tugas tersebut, diharapkan benar-benar bisa mengerem peredaran ponsel black market di masa transisi antara cloud computing ke perangkat fisik CEIR.

"Kami harap Gugus Tugas bisa bekerja secara efektif. Karena beberapa waktu lalu ponsel black market masih bisa nyala dan dapat layanan selular. Selain itu operasi yustisi yang dilakukan pihak Bea Cukai pun harus terus digalakan dan benar-benar menyentuh para pelaku bisnis ponsel gelap. Jangan sampai ada kesan tebang pilih. Hajar semua para pelakunya karena merugikan konsumen dan negara," tegas Tulus Abdi.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Bisnis Cloud PointStar Tumbuh 300% di Masa Pandemi

PointStar berhasil mengantongi penghargaan Oracle NetSuite Top Volume Partner ASEAN 2020.

DIGITAL | 5 Agustus 2020

Tokocrypto Kembali Gelar Indonesia Blockchain Week Ke-2

Indonesia Blockchain Week (IBW) 2020 akan mengupas lebih dalam tentang Decentralized Finance atau sistem keuangan yang terdesentralisasi.

DIGITAL | 5 Agustus 2020

Aplikasi Turnitin Originality Cegah Plagiarisme Karya Ilmiah

Turnitin menghadirkan solusi integritas akademik yang komprehensif.

DIGITAL | 5 Agustus 2020

TCS Tawarkan Akses Platform Pembelajaran Virtual Gratis

Platform TCS iON Digital Glass Room telah digunakan lebih dari 25.000 institusi pendidikan di dunia.

DIGITAL | 4 Agustus 2020

Acmic Kenalkan Minimax, Pengisi Daya Berteknologi AI

Acmic luncurkan minimax, power bank berukuran super mini berteknologi kecerdasan buatan, AI Charge.

DIGITAL | 4 Agustus 2020

Indodax Siapkan Divisi Khusus Bangun Infrastruktur Blockchain di RI

Jasa blockchain consulting dibuat untuk mempercepat perkembangan infrastruktur jaringan blockchain di Tanah Air.

DIGITAL | 4 Agustus 2020

Lark Mail Bidik Pasar RI di Era Ekonomi Digital

Lark Mail menghubungkan email ke fitur penting lainnya yang digunakan dalam dunia kerja saat ini.

DIGITAL | 3 Agustus 2020

Samsung Segarkan Galaxy Seri A51 dan A71

Galaxy A51 dan A71 teranyar dilengkapi dengan beberapa fitur baru yaitu Pro Mode, Single Take, Music Share dan Quick Share.

DIGITAL | 3 Agustus 2020

Australia Akan Paksa Google dan Facebook Bayar Konten Berita

Pemerintah Australia tengah menyiapkan rancangan peraturan yang mewajibkan Google dan Facebook membayar konten berita di negara tersebut.

DIGITAL | 3 Agustus 2020

Tanda Tangan Steve Jobs Laku Terjual Rp 242,9 Juta

Memorabilia terkait Steve Jobs selalu menjadi buruan utama kalangan kolektor.

DIGITAL | 2 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS