Browsing History di Peramban Tidak Bisa Diklaim Data Pribadi 


INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Browsing History di Peramban Tidak Bisa Diklaim Data Pribadi 



Kamis, 1 Oktober 2020 | 18:00 WIB
Oleh : Lona Olavia / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Browsing history atau riwayat penelusuran merupakan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang tidak dapat diklaim kepemilikannya oleh orang jika merujuk ke Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

"Cukup beralasan untuk menyebutkan, kepemilikan browsing history tidak dapat diklaim secara hukum oleh seseorang. Selain itu, hingga saat ini tidak ada putusan pengadilan di Indonesia yang menentukan siapa yang menjadi pemilik browsing history penggunaan layanan internet," ucap Pemerhati Hukum Telekomunikasi, Informasi dan Transaksi Elektronik, Muhtar Ali dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (1/10/2020).

Ali memaparkan, Pasal 32(1) UU ITE tidak memberi uraian lebih lanjut tentang dokumen dan atau informasi elektronik yang mana yang dapat diklaim kepemilikannya oleh seseorang atau menjadi milik publik.

UU ITE juga tidak mengatur bagaimana cara seseorang memperoleh kepemilikan atas dokumen dan/atau informasi elektronik sebagaimana ketentuan Pasal 584 Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUHP), dan bukti apa yang dapat ditunjukkan untuk dapat mengklaim kepemilikan atas suatu dokumen dan/atau informasi elektronik.

Secara umum, kata Ali, browsing history merupakan serangkaian data dan informasi yang menunjukkan situs-situs apa saja yang sudah dikunjungi oleh pengguna internet. 
Dalam dunia nyata, browsing history dapat diibaratkan sebagai rute, jalan, tempat yang sudah dilalui atau dikunjungi oleh seseorang.

Lebih lanjut, dikatakannya, jika dikaitkan dengan perlindungan data pribadi, browsing history tak memenuhi unsur yang disebutkan Pasal 1(1) PM 20/2016. Dalam beleid itu disebutkan definisi data pribadi sebagai data perseorangan tertentu yang disimpan, dirawat, dan dijaga kebenaran serta dilindungi kerahasiaannya.

Selanjutnya, data perseorangan tertentu adalah setiap keterangan yang benar dan nyata yang melekat dan dapat diidentifikasi, baik langsung maupun tidak langsung, pada masing-masing individu yang pemanfaatannya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan (Ps. 1(2) PM 20/2016).

Ali menjelaskan, unsur utama data pribadi berdasarkan definisi di atas adalah bahwa data tersebut adalah data tentang perseorangan, yang benar dan nyata yang melekat dan dapat diidentifikasi pada masing-masing individu, bukan tentang aktivitas seseorang.

Apabila seseorang mengakses internet dan mengunjungi berbagai situs yang berbeda, maka tindakan tersebut akan menghasilkan browsing history yang antara lain menunjukkan situs mana saja yang dikunjungi, jam berapa dan berapa lama yang bukan merupakan data pribadi.

"Namun, informasi yang berisi nama yang mengakses, nomor identitas, dan alamat email-nya merupakan data pribadi yang perlindungannya diatur dalam UU ITE dan peraturan pelaksananya," pungkasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Awal 2021, Pemerintah Bangun Infrastruktur Digital di 9.113 Desa 3 T

Setelah infrastruktur di 3 T terbangun pemerintah tidak akan menjadi operator.

DIGITAL | 1 Oktober 2020

Pandemi Momentum Percepatan Transformasi Digital

Covid-19 telah membentuk perilaku masyarakat kita memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dengan lebih baik.

DIGITAL | 1 Oktober 2020

Bantu Pembelajaran Jarak Jauh, Samsung Rilis Ponsel Sejutaan

Samsung menghadirkan program Samsung Semangat Tetap Sekolah dengan merilis ponsel seharga sejutaan yaitu Galaxy A01 Core, A01 dan A11 berikut kuota internet.

DIGITAL | 30 September 2020

Hitachi ABB Power Grids Wujudkan Ekosistem Terbuka untuk Digitalisasi

Ekosistem ini dirancang untuk mendorong inteligensi berdasarkan data operasi, pemeliharaan transformer serta jaringan listrik.

DIGITAL | 30 September 2020

PChome Online Luncurkan Layanan Lintas Asia Tenggara

Luncurkan PChomeSEA, grup e-commerce Taiwan PChome Online gandeng Tiki Vietnam, Qoo10 Singapura, Blibli Indonesia, dan Youbeli Malaysia.

DIGITAL | 30 September 2020

Penghasilan Fantastis Trader Aset Digital di Masa Pandemi

Wicky Zeroski mampu menghasilkan ratusan juta rupiah per bulan dari kegiatan trading aset digital.

DIGITAL | 29 September 2020

Vivo Indonesia Luncurkan V20 dan V20 SE

Generasi V-Series terbaru ini menonjolkan fitur kamera melalui 44MP Eye Autofocus, serta desain Ultra Sleek.

DIGITAL | 29 September 2020

Indonesia Pasar Digital yang Besar, Pakar: Agar Berdaulat Harus Diatur UU

Indonesia bahkan mampu mengungguli Tiongkok, India dan Amerika Serikat yang jumlah penduduknya jauh lebih banyak.

DIGITAL | 29 September 2020

Ini Tips Aman McAfee dalam Bertransaksi Digital

Laporan McAfee Labs menemukan adanya 375 ancaman baru setiap menitnya melalui aplikasi jahat, kampanye phishing, malware, dan lainnya.

DIGITAL | 29 September 2020

Lima Tips Memilih UPS dan Stop Kontak untuk Perangkat Elektronik

Investasi pada produk yang memberikan nilai terbaik bagi konsumen sangatlah penting.

DIGITAL | 28 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS