ICBC dan Bank Panin Suntik Dana ke PLTU Lombok Timur
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

ICBC dan Bank Panin Suntik Dana ke PLTU Lombok Timur

Kamis, 24 Juli 2014 | 17:27 WIB
Oleh : Lona Olavia / FER

Jakarta - PT Bank ICBC Indonesia dan PT Bank Panin Tbk menandatangani perjanjian kredit secara club deal dengan PT Lombok Energi Dynamics (LED). ICBC menyalurkan pembiayaan untuk porsi dolar sebesar USD 51,39 juta atau setara dengan Rp 600 miliar. Sedangkan, Bank Panin menyalurkan pinjaman dalam rupiah sebesar Rp 298,75 miliar.

Kredit dengan jangka waktu 10 tahun ini, akan digunakan untuk membiayai investasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan kapasitas 2x25 MW di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Wakil Presiden Direktur Bank ICBC Indonesia, Surjawaty Tatang mengatakan, pemberian pinjaman ini merupakan bentuk komitmen dari Bank ICBC Indonesia dalam menunjang proyek infrastruktur energi di Indonesia.

"Dengan adanya PLTU ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan energi listrik masyarakat di Indonesia, khususnya di Lombok NTT," ujarnya di kantor ICBC Indonesia, Jakarta, Kamis (24/7).

Deputy Head Corporate Banking I, Stephen Kasima menyebutkan, hingga year to date ICBC sudah menyalurkan pembiayaan Rp 1,44 triliun ke sektor infrastruktur seperti listrik, gas dan air. Di mana, kata dia, sebagian dari pembiayaan itu menggunakan dolar AS. Sebagai sumber pendanaan rupiah, ICBC mendapatkannya dari penerbitan subdebt dan medium term notes (MTN). Sedangkan untuk dolar AS dipinjam dari bank asing lainnya.

Direktur Korporasi Bank Panin, Iswanto Tjitradi mengatakan, LED adalah bagian dari grup yang sebelumnya telah menjadi nasabah Bank Panin. Proyek PLTU Lombok Timur adalah proyek ketiga yang dibiayai oleh Bank Panin di mana sebelumnya Bank Panin telah membiayai Proyek PLTU Embalut Phase 1 kapasitas 2x25 MW dan PLTU Embalut Phase 2 kapasitas 1x60 MW yang terletak di Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Selain itu Bank Panin juga sangat berminat untuk pembiayaan dalam proyek infrastruktur.

PLTU Lombok Timur dengan kapasitas 2X25 MW dilaksanakan melalui skema build, own and operate Transfer (BOOT), yang output dayanya akan dibeli oleh PLN selama 25 tahun sejak beroperasi secara komersial (commercial operation date) melalui skema take or pay sebagaimana telah disepakati dalam Perjanjian pembelian tenaga listrik (power purchase agreement/PPA) yang telah ditandatangani oleh PLN dan PT Lombok Energy Dynamics beberapa waktu lalu.

Proyek dari PLTU Lombok Timur direncanakan akan dibangun di Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Propinsi Nusa Tenggara Barat ini, akan disalurkan ke Sistem Pringgabaya Lombok melalui jaringan transmisi 150 kV ke GI PLTU Lombok.

Presiden Direktur PT Rubik DNA Capital, Sujoy Ganguly menjelaskan, PLTU Lombok Timur ini akan segera dibangun Agustus dan selesai dalam 22 bulan ke depan. Dengan beroperasionalnya PLTU ini, wilayah Lombok yang suplai listriknya oleh Diesel, akan sedikit demi sedikit digantikan oleh tenaga uap.

"Diharapkan kalau bisnis ini bisa berjalan, maka bisa distop dieselnya 30% dan digantikan dengan tenaga uap. PLTU di Lombok ada tiga, tapi baru satu yang beroperasional dengan kapasitas 1x25 MW," katanya.

LED sendiri dimiliki oleh PT Kaltim Electric Power 75%, PT Temprina 20%, dan sisanya oleh PT Rubik DNA Capital. Investasi PLTU LED ini diperkirakan sekitar Rp 1,1 triliun.

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

ESDM Revisi Ambang Batas Kenaikan Royalti Batubara

Revisi ambang batas tersebut dilakukan setelah mendapat masukan dari kalangan pengusaha pertambangan batubara.

EKONOMI | 24 Juli 2014

Empat Kuartal Berturut-turut, Realisasi Investasi Tembus Rp 100 T

Relisasi investasi mencatat rekor tertinggi dan menembus di atas Rp 100 triliun atau tepatnya Rp 116,2 triliun

EKONOMI | 24 Juli 2014

Menperin: Pemerintah Jamin Kestabilan Ekonomi Politik

Ketidakstabilan ekonomi dan politik akan menjadi sumber biaya ekonomi tinggi yang mengganggu pertumbuhan nasional.

EKONOMI | 24 Juli 2014

Harga Cabai Rp 1.500/Kg Menghina Petani

Saat normal harga cabai Rp 35.000 sampai Rp 40.000 per kg.

NASIONAL | 24 Juli 2014

Angkutan Liar Mematikan Perusahaan Resmi

Jumlah angkutan resmi berkurang hingga 5 persen per tahun akibat sulit bersaing

EKONOMI | 24 Juli 2014

Di BCA dan Mandiri, Rupiah Stabil

Posisi kurs beli ada pada Rp11.350 per dolar AS, sedangkan kurs jual pada Rp11.650.

EKONOMI | 24 Juli 2014

Rupiah Melemah 33 Poin

Rupiah hari ini melemah 33 poin menjadi Rp 11.531 dari Rp 11.498.

EKONOMI | 24 Juli 2014

PLN Diminta Perhatikan Kadar Batubara PLTU Mulut Tambang

Sesuai Permen ESDM-nya, pemerintah tidak memiliki kewenangan. Kadar tergantung PLN

EKONOMI | 24 Juli 2014

Kurs Rupiah di Bank Lokal Relatif Stagnan

Rupiah berada pada posisi kurs beli Rp 11.384 per dolar AS, sementara posisi kurs jual Rp 11.615 per dolar AS.

EKONOMI | 24 Juli 2014

Telkomsel Lepas 2.400 Pemudik

Pemudik menggunakan pesawat terbang, kereta api, dan bus.

EKONOMI | 24 Juli 2014


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS