Pelaku Bisnis di Indonesia Paling Optimistis di Dunia
INDEX

BISNIS-27 446.998 (3.66)   |   COMPOSITE 5103.41 (22.92)   |   DBX 961.91 (2.39)   |   I-GRADE 139.433 (1.14)   |   IDX30 425.424 (3.73)   |   IDX80 112.732 (0.9)   |   IDXBUMN20 290.237 (3.92)   |   IDXG30 119.067 (0.52)   |   IDXHIDIV20 380.466 (2.42)   |   IDXQ30 124.992 (0.94)   |   IDXSMC-COM 219.453 (0.5)   |   IDXSMC-LIQ 253.905 (3.07)   |   IDXV30 105.587 (1.13)   |   INFOBANK15 830.947 (11.32)   |   Investor33 371.883 (3.69)   |   ISSI 150.117 (0.53)   |   JII 544.402 (1.55)   |   JII70 185.969 (0.84)   |   KOMPAS100 1019.44 (6.38)   |   LQ45 783.452 (7)   |   MBX 1412.54 (6.76)   |   MNC36 280.287 (2.27)   |   PEFINDO25 278.026 (3.1)   |   SMInfra18 241.756 (0.32)   |   SRI-KEHATI 314.153 (3.5)   |  

Survei Grant Thornton

Pelaku Bisnis di Indonesia Paling Optimistis di Dunia

Kamis, 1 Februari 2018 | 19:54 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta - Laporan terbaru Grant Thornton bertajuk 'Asia Pacific: trading and thriving' mencatat pergerakan positif ekonomi di kawasan Asia Pasifik yang tergambar dari level optimisme bisnis mencapai titik tertinggi selama 2 tahun terakhir yaitu di angka 41 persen.

Optimisme bisnis di Asia Pasifik didorong fakta bahwa 50 persen dari pelaku bisnis memiliki keyakinan cukup tinggi akan stabilitas kondisi geolitik di kawasan Asia Pasifik yang tentunya akan menciptakan iklim bisnis kondusif untuk perdagangan bebas setidaknya 5 tahun kedepan.

Head of Tax Grant Thornton Indonesia, Tommy David, mengatakan, optimisme pelaku bisnis di Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia yaitu mencapai 100 persen dibanding rata-rata ASEAN dan Asia Pasifik (APAC) yang keduanya berada di level 58 persen.

"Optimisme akan adanya peningkatan penjualan juga diyakini 72 persen pelaku bisnis di Indonesia, lebih tinggi dari rata-rata ASEAN di angka 58 persen dan APAC di angka 67 persen," kata Tommy, saat pemaparan hasil survei Grant Thornton 'Asia Pacific: trading and thriving' di Jakarta, Kamis (1/2).

Menurut Tommy, berdasarkan data survei, Grant Thornton mencatat ada tiga faktor pendukung utama yang diyakini pelaku bisnis di Indonesia. "Pertama, peningkatan secara konsisten jumlah kelas menengah. Kedua, peningkatan kerjasama Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Ketiga, pengembangan infrastruktur lokal," tambahnya.

Managing Partner Grant Thornton Indonesia, Johanna Gani, menambahkan, walaupun Indonesia cukup mencetak banyak data positif dibandingkan regional namun perlu digarisbawahi juga beberapa potensi area pengembangan dimana Indonesia masih berada di bawah rata-rata kawasan yaitu terkait peningkatan investasi di bidang research and development serta peningkatan investasi di bidang teknologi.

"Pelaku bisnis di Indonesia diharapkan mampu menyikapi secara bijak berbagai data positif perekonomian Asia Pasifik dengan mengatur strategi perdagangan mereka sebaik-baiknya serta melakukan review sedini mungkin atas kebutuhan area pengembangan yang menunjang industri mereka untuk menjaga tumbuhnya bisnis secara berkesinambungan," kata Johanna.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Total Oil Indonesia Luncurkan Varian BBM Baru Oktan 90

Seluruh bahan bakar bensin Performance dari Total dibekali dengan aditif, diformulasikan dan diimpor dari Perancis.

EKONOMI | 1 Februari 2018

Kemhub Buat Stiker Angkutan Online Fleksibel

Stiker angkutan online bakal dapat dengan mudah dipasang dan dilepas seperti permintaan sejumlah pengemudi kepada Kementerian Perhubungan.

EKONOMI | 1 Februari 2018

Selama 2017, Pengguna Moda Transportasi Meningkat

BPS mencatat bahwa pengguna moda transportasi udara, laut, dan kereta api mengalami peningkatan sepanjang 2017.

EKONOMI | 1 Februari 2018

Ini Daftar 14 Maskapai Paling Tepat Waktu

NAM Air dan Batik Air, juara 1 dan 2. Garuda tergeser dikarenakan ada gangguan penjadwalan kru.

EKONOMI | 1 Februari 2018

Presiden Minta 4 Bandara Dikerjasamakan dengan Swasta

Luhut menegaskan, kerja sama tersebut bukan berarti menjual aset negara. Pihak swasta hanya diberikan kesempatan mengelola hungga kurun waktu tertentu

EKONOMI | 1 Februari 2018

Rupiah Ditutup Terpangkas 37,5 Poin

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 13.389-Rp 13.433 per dolar AS.

EKONOMI | 1 Februari 2018

Jonan Ingin Perekrutan Pekerja Papua di BP Tangguh Meningkat

Kapasitas Train 1 dan 2 LNG Tangguh saat ini 7,6 juta ton per tahun.

EKONOMI | 1 Februari 2018

Januari, Indeks Harga Grosir/Agen Naik 0,76%

Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada sektor pertanian sebesar 1,08 persen.

EKONOMI | 1 Februari 2018

Pertamina Ingin Lapangan Sukowati Dikelola Anak Usaha

Pertamina siap menemui Menteri ESDM untuk mengomunikasikan pengelolaan lapangan unitisasi Sukowati.

EKONOMI | 28 Februari 2018

Januari, Daya Beli Petani Turun Jadi 102,92

Pada Januari 2018, NTP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami penurunan terbesar (2,46 persen).

EKONOMI | 1 Februari 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS