BAKTI Bukukan Pendapatan Rp 2,9 Triliun
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-6.35)   |   COMPOSITE 5059.22 (-59.86)   |   DBX 933.73 (-7.01)   |   I-GRADE 135.366 (-2.1)   |   IDX30 427.201 (-7.13)   |   IDX80 111.513 (-1.85)   |   IDXBUMN20 284.629 (-6.37)   |   IDXG30 118.405 (-1.6)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-6.43)   |   IDXQ30 125.347 (-2.16)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-2.56)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-4.83)   |   IDXV30 105.043 (-1.69)   |   INFOBANK15 803.622 (-8.33)   |   Investor33 371.182 (-4.92)   |   ISSI 148.056 (-1.95)   |   JII 539.107 (-10.07)   |   JII70 182.679 (-3.16)   |   KOMPAS100 996.599 (-14.96)   |   LQ45 780.316 (-12.34)   |   MBX 1404.61 (-17.5)   |   MNC36 278.843 (-3.77)   |   PEFINDO25 265.576 (-5.11)   |   SMInfra18 242.356 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-3.93)   |  

BAKTI Bukukan Pendapatan Rp 2,9 Triliun

Rabu, 16 Januari 2019 | 22:38 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta - Sepanjang tahun 2018, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) membukukan pendapatan sebesar Rp 2,9 triliun. Dari hasil tersebut, BAKTI tercatat sebagai Badan Layanan Umum (BLU) dengan pendapatan terbesar kedua dari sekitar 224 BLU yang ada di Indonesia.

"Sektor telekomunikasi adalah salah satu sektor penyumbang PNBP terbesar buat Negara. Bahkan sebagian PNBP sektor telekomunikasi berupa PNBP Universal Service Obligation/USO, yang dipungut dari 1,25 persen pendapatan kotor dari operator telekomunikasi, dikelola langsung oleh BAKTI," kata Direktur Utama BAKTI, Anang Latif melalui keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Rabu (16/1).

Untuk tahun 2019, BLU di bawah Kementerian Kominfo ini diberi target pendapatan mencapai Rp 3,1 triliun, atau meningkat 6,0 persen dibandingkan dengan outlook tahun 2018.

Anang menjelaskan, tugas utama BAKTI adalah mengatasi kesenjangan digital di Indonesia dengan menghadirkan layanan telekomunikasi di seluruh pelosok Indonesia hingga ke daerah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal) dan perbatasan.

Pada tahun 2020, BAKTI juga telah mencanangkan program "Merdeka Sinyal". Pasalnya, saat ini masih ada sekitar 11 persen wilayah di Indonesia yang belum tersentuh sinyal atau blank spot. Wilayah tersebut terletak di 5.300 desa yang tersebar di seluruh Indonesia.

Untuk mewujudkan target Mardeka Sinyal pada 2020 tersebut, BAKTI saat ini terus menggeber pembangunan 5.000 base transceiver station (BTS) di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang selama ini tidak dilirik operator telekomunikasi karena alasan bisnis. Hingga akhir tahun 2018, BTS Bakti Sinyal yang sudah on air mencapai sekitar 1.050 BTS.

"Proses pembangunan BTS ini memang agak lambat karena sebelumnya kita harus mempelajari dulu skemanya. Tapi kita optimistis bisa membangun 5.000 BTS sampai 2020 untuk mewujudkan Indonesia merdeka sinyal," kata Anang Latief.

BAKTI saat ini juga tengah menyelesaikan proyek Palapa Ring yang ditargetkan rampung seluruhnya di 2019. Tahun ini, rencana pembangunan Satelit Multifungsi dengan teknologi high-throughput satellite (HTS) atau satelit dengan karakteristik internet berkecepatan tinggi juga akan segera dimulai. Targetnya satelit tersebut akan diluncurkan pada 2022.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Bidik Ekspansi, Pebisnis Indonesia dan Thailand Gelar Business Matching 2019

Pebisnis Thailand ingin mencari peluang dengan komunitas bisnis Indonesia.

EKONOMI | 16 Januari 2019

Kemtan Optimistis Target Asuransi Pertanian dan Peternakan Tercapai

Data Kemtan mencatat, pada 2015 ada sekitar 401.408 petani yang ikut asuransi.

EKONOMI | 16 Januari 2019

Pajak E-commerce Buat Persaingan dengan Ritel Lebih Adil

Pajak juga membantu mengurangi disparitas harga jual produk antara di e-commerce dengan toko ritel.

EKONOMI | 16 Januari 2019

Indonesia Didorong Tingkatkan Ekspor ke Tiongkok

Defisit perdagangan dengan Tiongkok mencapai US$ 20,85 miliar untuk sektor nonmigas.

EKONOMI | 16 Januari 2019

Pemerintah Didorong Revitalisasi Pabrik Gula

Pemerintah dinilai setengah hati dalam merevitalisasi pabrik gula.

EKONOMI | 16 Januari 2019

Per November 2018, Aset Industri Pembiayaan Tembus Rp 500,39 Triliun

Aset mengalami peningkatan menjadi Rp 500,39 triliun atau tumbuh sebesar 6,12 persen yoy.

EKONOMI | 16 Januari 2019

OJK: DP Kendaraan 0% Diterapkan Sangat Selektif

Ketentuan ini hanya berlaku bagi perusahaan pembiayaan yang sehat dan NPF nya di bawah 1%.

EKONOMI | 16 Januari 2019

Empat Tantangan Neraca Perdagangan di 2019

Faktor-faktor eksternal yang menekan ekspor di tahun 2018 masih akan dirasakan.

EKONOMI | 16 Januari 2019

Komunitas Bantu Usaha Mikro dan Kecil Naik Kelas

Melalui komunitas, pelaku usaha menemukan potensi yang berbeda-beda sehingga bisa saling belajar bahkan berkolaborasi agar usahanya berkembang bersama.

EKONOMI | 16 Januari 2019

TBA, Pertamina dan Air Products Bentuk JV Hilirisasi Batu Bara

Usaha gasifikasi batu bara ini akan berlokasi di Mulut Tambang Batu bara Peranap, Riau, dan memiliki kapasitas produksi 1,4 juta ton DME per tahun.

EKONOMI | 16 Januari 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS