GIC Trade Hadirkan Revolusi Industri Forex
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

GIC Trade Hadirkan Revolusi Industri Forex

Rabu, 16 Januari 2019 | 23:11 WIB
Oleh : Arnold H Sianturi / FER

Medan - Global Investa Capital (GIC) menerapkan teknologi blockchain untuk menghadirkan revolusi terbaru di pasar forex dan komoditas (seperti emas) dalam memberikan solusi yang seringkali penuh dengan masalah seperti slippage, biaya inap tinggi, spread yang besar serta komisi tinggi.

Risiko trading secara online kian besar lantaran banyak broker ilegal yang merugikan nasabah. Namun belakangan teknologi blockchain mampu meminimalisir hal tersebut. Platform GIC Trade menyediakan transparansi dan bebas biaya kepada para penggunanya.

Chief Executive Officer GIC, Peter Tandean, mengemukakan hal itu di Hotel Adimulia, Medan, Sumatera Utara (Sumut), Rabu (16/1) malam. Acara ini dihadiri oleh ratusan kalangan investor yang sangat antusias untuk mengikuti Pasar Forex dan Komoditas.

"Kehadiran Global Investa Capital (GIC) yang menerapkan teknologi blockchain sebagai revolusi terbaru yang mendapat sambutan baik dari Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), Kliring Berjangka Indonesia (KBI) dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), yang semuanya dibawah koordinasi Kementerian Perdagangan," ujar Peter.

Ditambahkan, dukungan ini terlihat pada pencatatan transaksi platform GIC dimana semua transaksi secara back-to-back tercatat langsung oleh BBJ dan KBI melalui Perusahaan Berjangka yang berlisensi.

GIC Trade berbasis di Singapura dan memiliki mitra lokal yang berlisensi, saat ini tengah menjadi magnet bagi para trader dan market maker dengan adanya transparansi dan sistem yang revolusioner.

"Integrasi teknologi blockchain dan metatrader 5 ini menawarkan aktivitas trading tanpa swap, tanpa komisi dan spread yang rendah. Selain itu, aplikasi ini memberikan opsi bagi trader untuk berganti posisi menjadi market maker, bahkan dalam satu akun bisa mengambil posisi keduanya selama memenuhi minimum margin requirement," katanya.

Hal ini, ungkap Peter, memberikan peluang baru bagi para pengguna untuk mendapatkan keuntungan yang lebih baik dalam bertransaksi. Pada cara tradisional, untuk menjadi market maker, seseorang harus mendirikan sebuah perusahaan berlisensi dengan beberapa persyaratan yang panjang dan pastinya harus memposisikan dana yang sangat besar untuk deposit, legalitas dan operasional.

"Tentunya harus mendapatkan persetujuan legal dari pemerintah. Namun, melalui fitur di GIC Trade, seseorang bisa menjadi market maker dengan modal yang sangat terjangkau. Teknologi blockchain akan membawa revolusi pada industri trading," ungkapnya.

Dijelaskan, GIC Trade merupakan plaform pertama dan satu satunya di Indonesia yang sangat memungkinkan terjadinya Peer-to-Peer (P2P) Trading, di mana masyarakat sebagai trader akan berhadapan langsung dengan masyarakat yang ambil peran sebagai market maker.

"GIC Trade akan diluncurkan pada bulan April 2019 mendatang. Dalam program perkenalan platform GIC Trade kepada masyarakat luas, GIC Trade akan mengadakan Trading Competition 2019," jelasnya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

BAKTI Bukukan Pendapatan Rp 2,9 Triliun

Perseroan tercatat sebagai BLU dengan pendapatan terbesar kedua di Indonesia.

EKONOMI | 16 Januari 2019

Bidik Ekspansi, Pebisnis Indonesia dan Thailand Gelar Business Matching 2019

Pebisnis Thailand ingin mencari peluang dengan komunitas bisnis Indonesia.

EKONOMI | 16 Januari 2019

Kemtan Optimistis Target Asuransi Pertanian dan Peternakan Tercapai

Data Kemtan mencatat, pada 2015 ada sekitar 401.408 petani yang ikut asuransi.

EKONOMI | 16 Januari 2019

Pajak E-commerce Buat Persaingan dengan Ritel Lebih Adil

Pajak juga membantu mengurangi disparitas harga jual produk antara di e-commerce dengan toko ritel.

EKONOMI | 16 Januari 2019

Indonesia Didorong Tingkatkan Ekspor ke Tiongkok

Defisit perdagangan dengan Tiongkok mencapai US$ 20,85 miliar untuk sektor nonmigas.

EKONOMI | 16 Januari 2019

Pemerintah Didorong Revitalisasi Pabrik Gula

Pemerintah dinilai setengah hati dalam merevitalisasi pabrik gula.

EKONOMI | 16 Januari 2019

Per November 2018, Aset Industri Pembiayaan Tembus Rp 500,39 Triliun

Aset mengalami peningkatan menjadi Rp 500,39 triliun atau tumbuh sebesar 6,12 persen yoy.

EKONOMI | 16 Januari 2019

OJK: DP Kendaraan 0% Diterapkan Sangat Selektif

Ketentuan ini hanya berlaku bagi perusahaan pembiayaan yang sehat dan NPF nya di bawah 1%.

EKONOMI | 16 Januari 2019

Empat Tantangan Neraca Perdagangan di 2019

Faktor-faktor eksternal yang menekan ekspor di tahun 2018 masih akan dirasakan.

EKONOMI | 16 Januari 2019

Komunitas Bantu Usaha Mikro dan Kecil Naik Kelas

Melalui komunitas, pelaku usaha menemukan potensi yang berbeda-beda sehingga bisa saling belajar bahkan berkolaborasi agar usahanya berkembang bersama.

EKONOMI | 16 Januari 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS