Mandiri Investasi Optimistis AUM Tumbuh 10% di 2019
INDEX

BISNIS-27 425.322 (12.08)   |   COMPOSITE 4870.04 (100.06)   |   DBX 940.805 (3.04)   |   I-GRADE 127.855 (4.56)   |   IDX30 401.317 (13.58)   |   IDX80 105.56 (3.19)   |   IDXBUMN20 265.398 (11.16)   |   IDXG30 112.997 (3.48)   |   IDXHIDIV20 357.483 (12.54)   |   IDXQ30 117.699 (3.88)   |   IDXSMC-COM 210.149 (2.59)   |   IDXSMC-LIQ 234.599 (5.6)   |   IDXV30 100.238 (2.07)   |   INFOBANK15 757.481 (24.48)   |   Investor33 352.266 (10.05)   |   ISSI 143.81 (2.89)   |   JII 518.901 (12.87)   |   JII70 176.231 (4.44)   |   KOMPAS100 949.983 (26.08)   |   LQ45 737.154 (23.9)   |   MBX 1342.99 (31.12)   |   MNC36 264.429 (7.79)   |   PEFINDO25 260.033 (3.99)   |   SMInfra18 229.972 (7.95)   |   SRI-KEHATI 296.897 (9.06)   |  

Mandiri Investasi Optimistis AUM Tumbuh 10% di 2019

Kamis, 14 Februari 2019 | 07:43 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) optimistis dana kelolaan (Asset Under Management/AUM) akhir tahun 2019 bisa tumbuh 10 persen dari tahun lalu.

Direktur Mandiri Investasi, Endang Astharanti, mengatakan, perusahaan manajemen investasi tersebut membukukan AUM Reksa Dana sebesar Rp 48,2 triliun hingga akhir tahun 2018. Sementara itu, total dana kelolaan, termasuk Reksa Dana Penyertaan Terbatas dan Pengelolaan Dana Nasabah Individu di akhir tahun tercatat sebesar Rp 53,4 triliun.

"Kedepannya seperti apa di 2019, kita lebih optimis kita melihat di 2019 banyak oportunity di bisnis kami," kata Endang, usai acara Market Outlook 2019 PT Mandiri Manajemen Investasi di Jakarta, Rabu (13/2).

Endang menambahkan, untuk mencapai target pertumbuhan tersebut, Mandiri Investasi melakukan upaya intensifikasi dan ekstensifikasi.

"Kalau yang intensifikasi, kita fokus untuk tingkatkan, optimalisasi eksisting produk yang kita ada. Jadi, AUM existing product kita tingkatkan, terutama yang open end product, seperti reksadana saham dan pendapatan tetap. Karena market-nya sedang mendukung tahun ini," kata Endang.

Sedangkan upaya ekstensifikasi, kata Endang, dilakukan melalui pengembangan sejumlah produk baru. "Tadi sempat kita sebutkan, kita targetkan bisa inovasi produk, seperti yang alternative investment. Plus, beberapa produk kita siapkan seperti reksadana terproteksi dan reksadana pasar uang, akan launching beberapa produk baru di tahun ini," kata Endang.

Dominasi Market Share Reksa Dana

Dengan pencapaian AUM Reksa Dana sebesar Rp 48,2 Triliun tersebut (termasuk KIK EBA dan RDPT), market share Mandiri Investasi di Industri Reksa Dana mencapai 9,1 persen dan berhasil menjaga posisi nomor satu di peringkat AUM Industri Reksa Dana nasional.

Dari sisi komposisi AUM Reksa Dana per asset class, komposisi AUM Reksa Dana Mandiri Investasi per Desember 2018 masih di dominasi oleh Reksa Dana Terproteksi dengan kontribusi AUM mencapai 34 persen. Diikuti oleh Reksa Dana Saham dan Reksa Dana Pendapatan Tetap yang masing-masing berkontribusi sebesar 18 persen dan 14 persen.

Di tahun 2018 Mandiri Investasi juga telah meluncurkan beragam Investasi Alternatif yaitu Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA) Mandiri GIAA01 dengan nilai total Rp 2 triliun, yang merupakan instrumen sekuritisasi aset keuangan pertama di Indonesia yang menjadikan hak pendapatan atas penjualan tiket pesawat dengan rute Jeddah dan Madinah sebagai underlying.

Selain itu, Mandiri Investasi juga menerbitkan Reksa Dana Pendapatan Tetap Mandiri Infrastruktur Ekuitas (RDPT MIET) dengan nilai total Rp 1,97 triliun untuk pembiayaan infrastruktur jalan tol Trans Jawa.

Tidak hanya hal diatas, Mandiri Investasi juga melakukan terobosan dengan menyediakan akses investasi ke offshore market yang dilakukan melalui kerja sama dengan Aset Manajemen dan Private Bank Global yaitu Lombard Odier.

Prospek Ekonomi 2019

Di tahun 2019, Mandiri Investasi melihat bahwa tahun ini merupakan tahun yang penuh optimisme. Rilisnya data pertumbuhan PDB Indonesia menunjukkan bahwa perekonomian domestik mengalami akselerasi dari tingkat 5,07 persen yoy pada tahun 2017, menjadi 5,17 persen yoy pada tahun 2018.

Di sisi lain, kata Endang, terjaganya daya beli konsumen di tengah meredanya tekanan eksternal akan menjadi faktor pendukung bagi pertumbuhan ekonomi domestik, khususnya pada kuartal pertama tahun ini. Di sisi lain, stabilnya perekonomian negara berkembang dan kebijakan Bank Sentral AS yang diharapkan lebih akomodatif di tahun ini akan memberikan sentimen positif bagi kelas aset negara berkembang.

"Hal ini merupakan momentum bagi Mandiri Investasi untuk terus meningkatkan kinerja produk-produk Reksa Dana,” kata Endang.

Dengan kondisi pasar modal yang diharapkan lebih bergairah di tahun ini, asset class yang dapat menjadi pilihan investor untuk berinvestasi antara lain adalah Reksa Dana Saham dan Reksa Dana Pendapatan Tetap.

Adapun produk Mandiri Investasi yang menjadi unggulan di Reksa Dana Saham adalah Reksa Dana Mandiri Investa Equity ASEAN5 Plus (ASEAN5+) dan Reksa Dana Mandiri Investa Equity Dynamo Factor (DYNAMO). Sedangkan untuk Reksa Dana Pendapatan Tetap adalah Reksa Dana Mandiri Investa Dana Utama (MIDU).

"Sebagai jawaban kami kepada minat investor terhadap produk investasi alternatif, Perseroan berencana akan menerbitkan beberapa produk alternatif lainnya di tahun 2019 seperti KIK-DINFRA dan KIK-EBA lainnya," kata Endang.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Avtur dan Tiket Pesawat Turun

Harga tiket tak serta merta dipengaruhi oleh harga avtur, melainkan tingkat permintaan dan penawaran.

EKONOMI | 14 Februari 2019

Ketika Avtur Jadi Kambing Hitam

Avtur hanya 24% dari biaya penerbangan, masih ada 76% cost lainnya yang mempengaruhi harga tiket.

EKONOMI | 14 Februari 2019

Raih Muri, 14DAYPILOT Flight Academy Cetak Pilot Komersial Tercepat

Pada umumnya program pilot komersial di Indonesia memakan waktu 1-1,5 tahun, sementara di AS 6-9 bulan.

EKONOMI | 13 Februari 2019

Inkindo DKI Jakarta Lakukan Pelatihan Pajak untuk Anggotanya

DPP Inkindo DKI Jakarta bekerja sama dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak lakukan pelatihan pajak untuk anggota Inkindo.

EKONOMI | 13 Februari 2019

Eagle High Siap Bangun Pabrik Rp 150 Miliar

Eagle High bakal tambah pabrik baru senilai Rp 150 miliar

EKONOMI | 13 Februari 2019

Pollux Tunjuk CNQC Jadi Kontraktor Utama Gangnam District

Pembangunan proyek superblok Gangnam District menelan investasi Rp 5 triliun.

EKONOMI | 13 Februari 2019

HT: 2019, Kesempatan Indonesia Tingkatkan Ekspor

"Kalau permintaan ekspor turun, kita cari pasar baru. Kalau daya saing turun, kita benahi. Bagaimana bisa lebih produktif, lebih murah, dengan kualitas sama.

EKONOMI | 13 Februari 2019

Menhub Minta Maskapai Naikkan Tarif Secara Wajar

Menhub meminta agar maskapai penerbangan menaikkan tarif secara wajar apabila dinilai perlu ada kenaikan karena tekanan kondisi ekonomi global.

EKONOMI | 13 Februari 2019

BMAD Dicabut, Ekspor Baja ke Malaysia Bakal Naik

Penghentian BMAD HRC ini dapat mendongkrak ekspor baja Indonesia ke Negeri Jiran.

EKONOMI | 13 Februari 2019

Industri Baja Minta Perlindungan Pemerintah

Pemerintah sudah seharusnya memberikan perlindungan terhadap industri baja nasional.

EKONOMI | 13 Februari 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS