Airnav Tunda Kenaikan Tarif Layanan Navigasi Domestik
INDEX

BISNIS-27 506.098 (-2.99)   |   COMPOSITE 5701.03 (-21.78)   |   DBX 1035.29 (4.23)   |   I-GRADE 166.318 (-0.13)   |   IDX30 494.279 (-1.96)   |   IDX80 129.716 (-0.63)   |   IDXBUMN20 362.653 (1.11)   |   IDXG30 134.441 (-1.2)   |   IDXHIDIV20 440.988 (-0.91)   |   IDXQ30 143.821 (-0.06)   |   IDXSMC-COM 242.747 (-0.62)   |   IDXSMC-LIQ 296.284 (-2.64)   |   IDXV30 122.829 (0.78)   |   INFOBANK15 978.195 (1.48)   |   Investor33 426.909 (-3.32)   |   ISSI 166.986 (-1.24)   |   JII 611.564 (-6.71)   |   JII70 209.726 (-1.98)   |   KOMPAS100 1161.89 (-6.87)   |   LQ45 907.882 (-4.42)   |   MBX 1586.58 (-7.86)   |   MNC36 318.65 (-2.24)   |   PEFINDO25 310.515 (-0.4)   |   SMInfra18 285.156 (1.39)   |   SRI-KEHATI 364.469 (-1.96)   |  

Airnav Tunda Kenaikan Tarif Layanan Navigasi Domestik

Jumat, 22 Februari 2019 | 14:50 WIB
Oleh : Thresa Sandra Desfika / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau Airnav Indonesia, menunda kenaikan tarif dasar pelayanan jasa navigasi penerbangan (PJNP) domestik menjadi Rp 7.000 sampai dengan 30 Juni 2019.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemhub), Polana B Pramesti mengapresiasi, penundaan kenaikan tarif dasar tersebut. Tarif dasar PJNP yang naik menjadi Rp 7.000 itu semula akan diberlakukan mulai 1 Januari 2019 lalu, namun kemudian diundur penerapannya hingga 30 Juni 2019, sehingga tarif yang berlaku saat ini sebesar Rp 6.000.

"Penundaan tarif PJNP ini merupakan bentuk dukungan dari Airnav untuk memenuhi kewajiban serta mengutamakan dan senantiasa meningkatkan pelayanan navigasi penerbangan bagi para penggunanya," jelas Polana dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Kamis (22/2/2019).

Menurut Polana, penyesuaian tarif tentu akan mempengaruhi program investasi Airnav. Namun, hal ini masih dapat dimaklumi dengan penyusunan ulang prioritas program dengan tetap menjaga tingkat keselamatan penerbangan.

"Dengan adanya penundaan kenaikan tarif, tidak akan menurunkan pelayanan navigasi penerbangan," tegas Polana.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sesi Siang, IHSG Ambles 52 Poin ke 6.485

Sebanyak 151 saham naik, 218 saham melemah dan 143 saham stagnan.

EKONOMI | 22 Februari 2019

Siang Ini, Rupiah Menguat Saat Mata Uang Asia Tertekan

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.070-Rp 14.085 per dolar AS.

EKONOMI | 22 Februari 2019

Pertengahan Sesi I, IHSG Tertekan Aksi Jual

Indeks LQ45 pada jam yang sama turun 9,6 poin (0,92 persen) menjadi 1.015,8.

EKONOMI | 22 Februari 2019

Awal Sesi, IHSG dan Bursa Dilanda Aksi Jual Saham

Pukul 09.10 WIB, IHSG melemah 20 poin (0,31 persen) menjadi 6.517.

EKONOMI | 22 Februari 2019

Harga Minyak Jatuh di Tengah Kenaikan Persediaan AS

Penurunan tajam produksi minyak dari Iran dan Venezuela akan semakin memicu sentimen bullish di pasar.

EKONOMI | 22 Februari 2019

Harga Emas Turun Tajam Pasca-Risalah the Fed

Platinum turun US$ 7,90 atau 0,95 persen, menjadi US$ 826,30 per ounce.

EKONOMI | 22 Februari 2019

Rupiah dan Mata Uang Asia Melemah di Awal Perdagangan

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.075 - Rp 14.080 per dolar AS.

EKONOMI | 22 Februari 2019

Cadangan Baru di Blok Sakakemang Disebut Penemuan Terbesar Keempat Dunia

Blok di Sumsel keempat setelah di Siprus, Rusia, dan Brazil.

EKONOMI | 22 Februari 2019

Kenaikan Bursa Saham AS Terhenti karena Lesunya Data Ekonomi

AS dan Tiongkok berusaha mencapai kesepakatan sebelum 1 Maret.

EKONOMI | 22 Februari 2019

Dirut Pertamina Nicke Widyawati: Impor Minyak Bergerak Turun

Dolar yang harus disiapkan Pertamina untuk impor turun drastis dari US$ 150 juta menjadi US$ 50 juta per hari.

EKONOMI | 21 Februari 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS