Impor Pangan Dinilai Bukan Hal Tabu
INDEX

BISNIS-27 450.657 (-2.63)   |   COMPOSITE 5126.33 (-26.49)   |   DBX 964.304 (-0.19)   |   I-GRADE 140.573 (-0.75)   |   IDX30 429.149 (-2.2)   |   IDX80 113.629 (-0.31)   |   IDXBUMN20 294.159 (-2.49)   |   IDXG30 119.586 (-0.66)   |   IDXHIDIV20 382.889 (-3.09)   |   IDXQ30 125.935 (-1.22)   |   IDXSMC-COM 219.954 (-0.25)   |   IDXSMC-LIQ 256.971 (-1.1)   |   IDXV30 106.718 (-0.07)   |   INFOBANK15 842.264 (-5.44)   |   Investor33 375.573 (-1.87)   |   ISSI 150.643 (-0.08)   |   JII 545.954 (1.33)   |   JII70 186.804 (0.25)   |   KOMPAS100 1025.81 (-5.25)   |   LQ45 790.454 (-4.02)   |   MBX 1419.3 (-8.37)   |   MNC36 282.56 (-2.55)   |   PEFINDO25 281.129 (-1)   |   SMInfra18 242.071 (-0.08)   |   SRI-KEHATI 317.648 (-1.45)   |  

Impor Pangan Dinilai Bukan Hal Tabu

Jumat, 22 Februari 2019 | 21:21 WIB
Oleh : Ridho Syukro / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Swasembada pangan tidak berarti hidup tanpa impor. Jika negara mampu memenuhi komoditas kebutuhan pangan bisa dikatakan sebagai swasembada. Impor sendiri bisa dianggap sebagai hal yang wajar dilakukan tiap negara di dunia dengan tujuan pertimbangan stabilitas harga.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bustanul Arifin, mengatakan, berdasarkan ketetapan Food and Agriculture (FAO), sebuah negara dikatakan swasembada jika memiliki hasil produksi minimal 80 persen dari total kebutuhan.

"Melihat data produksi beras yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencapai 32,4 juta ton dengan perbandingan konsumsi 29,5 juta ton, Indonesia sudah surplus hampir 3 juta ton. Jika melihat itu, Indonesia sekarang swasembada,” ujar Bustanul Arifin, dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, di Jakarta, Jumat (22/2).

Ekonom dari Universitas Indonesia (UI), Fithra Faisal, mengatakan, keberadaan impor bukanlah sesuatu yang haram. Pasalnya, tiap negara melakukan kegiatan perdagangan internasional.

"Impor itu kan bukan hal yang tabu. Semua negara pasti impor. Tidak ada negara yang tidak impor karena memang ini kan mekanisme supply and demand saja,” ujar Faisal.

Untuk Indonesia, kata Faisal, impor pangan juga bukanlah suatu masalah tetapi memang perlu dilakukan manajemen data yang lebih baik.

Saat ini, ada data surplus hampir mencapai 3 juta ton pada produksi 2018, pada kenyataannya harga komoditas khususnya beras cukup berfluktuatif.

Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita, menyatakan, impor pangan bukan terjadi baru-baru ini saja. Harus diakui memang semenjak tahun 1960, Indonesia sudah melakukan impor untuk beras.

Pemerintah mengimpor beras untuk dijadikan sebagai cadangan strategis agar memenuhi ketersediaan pangan nasional. Selain itu, impor beras nyatanya mampu menstabilkan harga di pasaran sehingga inflasi dapat teratasi.



Sumber:Investor Daily


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Puan: Pemerintah Dorong Pertumbuhan Industri Jamu Nasional

Indonesia dikenal kaya dengan beragam tanaman obat untuk bahan dasar industri jamu.

EKONOMI | 22 Februari 2019

17 Unit Sumur Bor Layani 47.000 Warga Lombok Tengah

Program sumur bor tidak terkait dengan masa kampanye pemilu.

EKONOMI | 22 Februari 2019

BCA Expo Surabaya Targetkan Rp 500 Miliar

KPR dan KKB BCA memiliki potensi yang besar untuk bertumbuh dalam jangka panjang.

EKONOMI | 22 Februari 2019

BCA Expoversary 2019 Resmi Digelar

BCA Expoversary digelar untuk menjawab segala macam kebutuhan nasabah.

EKONOMI | 22 Februari 2019

Klaim Harga Daging Indonesia Termahal di Dunia, Prabowo Tuai Kritik

Prabowo Subianto mengklaim harga daging di Indonesia masih yang termahal di dunia.

EKONOMI | 22 Februari 2019

Menperin Optimistis Ekonomi Indonesia Semakin Kuat

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto optimistis Indonesia akan melompat jauh ke arah ekonomi yang lebih kuat.

EKONOMI | 22 Februari 2019

Gapki: Perkebunan Swasta Taat Aturan Bangun Plasma

Kewajiban membangun dan bermitra dengan plasma itu ada sejak 2007 seiring dengan terbitnya Permentan No 26/2007.

EKONOMI | 22 Februari 2019

IHSG Ditutup Turun 36 Poin ke Level 6.501

Sebanyak 180 saham menguat, 240 saham melemah, dan 151 saham stagnan.

EKONOMI | 22 Februari 2019

RI Tawarkan Investasi Ekonomi Digital pada 50 Pengusaha AS

Forum bisnis itu bertujuan menjelaskan perkembangan ekonomi Indonesia terkini.

EKONOMI | 22 Februari 2019

Airnav Tunda Kenaikan Tarif Layanan Navigasi Domestik

Airnav Indonesia menunda kenaikan tarif PJNP domestik sampai dengan 30 Juni 2019.

EKONOMI | 22 Februari 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS