Kospin Pracico Inti Utama Bidik Pembiayaan Syariah
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Kospin Pracico Inti Utama Bidik Pembiayaan Syariah

Rabu, 20 Maret 2019 | 17:52 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Potensi pasar pembiayaan syariah di Indonesia sangat besar, mengingat jumlah penduduk pemeluk agama Islam terbesar di dunia. Hal ini merupakan modal awal untuk menarik ke pembiayaan syariah, dengan memberikan kemudahan pelayanan dan margin yang bersaing misalnya.

Pengamat ekonomi syariah, Misbahul Ulum, mengatakan, ekonomi syariah Indonesia dari awal merupakan gerakan masyarakat dari bawah dan berkembang secara natural tanpa adanya aturan keistimewaan dari pemerintah.

"APBN kita tidak mengalokasikan khusus ditempatkan di perbankan syariah. Demikian juga pembiayaan, tidak ada insentif apapun ketika melakukan pembiayaan dengan sistem syariah," kata Misbahul Ulum dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, di Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Baca Juga: Kospin Pracico Luncurkan Aplikasi Pracico Privilege

Berbeda dengan Malaysia, kata Misbahul Ulum, di mana perkembangan ekonomi didasari oleh keinginan yang kuat dari pemerintah, sehingga berbagai aturan baik funding ataupun pembiayaan, ada keberpihakan pemerintah di situ, seperti penempatan dana APBN dan berbagai insentif terhadap pembiayaan syariah.

Melihat peluang yang begitu besar, Pracico Inti Utama (PIU) yang merupakan Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah, di bawah naungan holding company Multi Inti Sarana Group (MIS Group), hadir dan giat memberikan layanan kepada para anggotanya dengan mengedepankan prinsip kerja sama, bagi hasil, dan saling menguntungkan.

Saat ini, PIU memiliki dua produk andalan yaitu Simpanan Berjangka Mudharabah Beriman dan Pembiayaan Syariah Murabahah Beriman. Jumlah anggotanya saat ini sekitar 300 orang dan hingga akhir 2019 ditargetkan sekitar 500 orang.

CEO PIU, Djamil Hasyim, mengakui, kehadiran PIU sebagai kospin dan pembiayaan syariah mendapat respon positif dari anggota.

"Meskipun baru beroperasi April tahun lalu, koperasi ini memiliki produk simpanan berjangka dari para anggotanya yang sudah mencapai Rp 472,6 miliar pada akhir tahun lalu. Sedangkan hingga akhir tahun ini ditargetkan sekitar Rp 700 miliar," terang Djamil.

Diakui Djamil, PIU menyalurkan pembiayaan untuk membidik segmen menengah. Besarnya pinjaman sekitar Rp 750 juta hingga Rp 2,5 miliar. PIU akan memberikan pinjaman dana kepada orang yang memiliki keperluan mendesak dengan agunan rumah yang harus dikosongkan dengan jangka waktu 9 bulan. "Apabila dalam 9 bulan tidak ada pelunasan, rumah yang dijaminkan menjadi milik PIU dan akan dijual kembali," kata Djamil.

Baca Juga: Koperasi Jadi Motor Utama Penggerak Ekonomi

Saat ini, kata Djamil, PIU telah menyalurkan pembiayaan di sejumlah kota seperti Surabaya, Malang, Semarang, Cirebon, Medan, dan Tanjung Pinang. "Tahun ini kami sedang mempersiapkan perwakilan di beberapa kota lagi seperti Magelang, Tasikmalaya, Pekanbaru dan Jambi. Idealnya kami berada di setiap ibukota provinsi," ujar Djamil.

Menurut Djamil, PIU sedang mempersiapkan berbagai strategi untuk mempercepat penyaluran dana, mulai dari pelatihan tenaga marketing, melakukan diversifikasi produk, memperkecil jumlah pinjaman, dan memperbanyak jumlah perwakilan.

Misbahul Ulum yang juga Anggota Dewan Pengawas Syariah PIU berpendapat, untuk memperbesar penyaluran dana maka PIU harus melakukan berbagai inovasi. Misalnya dengan memberikan pembiayaan terhadap komunitas atau kelompok, talangan umroh atau haji, dan lain-lain.

Diakui Misbahul, dalam sistem syariah, dana pihak ketiga tersebut merupakan amanah dari masyarakat untuk dikembangkan, karena pada dasarnya dana pihak ketiga yang ditempatkan di lembaga keuangan syariah itu merupakan investasi dari anggota dengan sistem bagi hasil.

"PIU akan lebih inovatif dalam penyaluran dana tanpa mengurangi prudence dan risiko tetap terjaga," tegas Misbahul.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kadin Usul Kemhub Bentuk Badan KPBU

Minat badan usaha swasta untuk berinvestasi di proyek infrastruktur transportasi cukup tinggi.

EKONOMI | 20 Maret 2019

Pemerintah Minta Uni Eropa Tinjau Kembali Kebijakan Tolak CPO Indonesia

Pemerintah RI minta Uni Eropa tinjau kembali mengenai kebijakan penolak CPO Indonesia.

EKONOMI | 20 Maret 2019

Peraga Expo Akan Gelar 4 Pameran Tekstil dan Produk Tekstil Sekaligus

Peraga Expo menargetkan peningkatan transaksi mencapai 150.000.000 dolar AS dengan pengunjung sebanyak 15.000 orang pengusaha dan professional.

EKONOMI | 20 Maret 2019

Konstruksi Satelit Satria Dimulai Akhir 2019

Kapasitas yang disediakan Satelit Satria mencapai 150 Gigabits per second (Gbps).

EKONOMI | 20 Maret 2019

Ditutup Menguat 45 Poin, Rupiah Terbaik di Asia

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.177-Rp 14.234 per dolar AS.

EKONOMI | 20 Maret 2019

Telin Ajak Pemain Global Garap Pasar Digital Indonesia

Ajang Batic 2019 diharapkan bisa mengkonversi potensi yang dimiliki Indonesia untuk go global.

EKONOMI | 20 Maret 2019

IHSG Ditutup Naik ke 6.482 di Tengah Tekanan Jual Bursa Asia

Sebanyak 213 saham menguat, 156 saham melemah, dan 159 saham stagnan.

EKONOMI | 20 Maret 2019

Setelah Dana Desa dan Kelurahan, Pemerintah Kaji Dana Kecamatan

Kemkeu akan duduk bersama dengan Kemdagri untuk memilih instrumen paling efektif dan tepat.

EKONOMI | 20 Maret 2019

Ekspansi Mitra 10 di Cirebon, CSAP Perkuat Segmen Ritel Modern

2019 Catur Sentosa berencana membuka lima toko Mitra10 type Superstore.

EKONOMI | 20 Maret 2019

BUMN Ajak Masyarakat Masuki Era Cashless Society dengan LinkAja

Di Indonesia, platform pembayaran dengan memanfaatkan smartphone banyak bermunculan seiring dengan berpijak pada ekosistem bisnis yang ada.

EKONOMI | 20 Maret 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS