Kemhub Targetkan Panjang Jalur KA Mencapai 13.000 Km
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Kemhub Targetkan Panjang Jalur KA Mencapai 13.000 Km

Rabu, 20 Maret 2019 | 20:57 WIB
Oleh : Thresa Sandra Desfika / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perhubungan (Kemhub) menargetkan jalur kereta api (KA) yang beroperasi pada 2030 mendatang mencapai 13.000 kilometer (km). Adapun panjang jalur KA yang beroperasi saat ini sepanjang 6.000 km.
Kasubdit Lalu Lintas Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemhub, Yudi Karyanto, menuturkan, panjang jalur KA yang melayani masyarakat saat ini masih terbilang kecil bila dibandingkan luas wilayah Indonesia. Karena itu, pemerintah berkomitmen untuk terus membangun jalur KA, terutama di luar Jawa.

"Panjang rel yang beroperasi saat ini sekitar 6.000 km dan diharapkan pada 2030 nanti akan menjadi 13.000 km,” ungkap Yudi dalam acara diskusi di Indonesia Railway Conference 2019 di Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Baca Juga: KA Bandara Layani Penumpang dari Stasiun Manggarai

Yudi menambahkan, guna merealisasikan target jalur KA 13.000 km pada 2030 itu, dibutuhkan pendanaan besar mencapai US$ 65,5 miliar, yang terbagi atas pembangunan infrastruktur senilai US$ 30 miliar dan pengadaan kereta senilai US$ 35,5 miliar. Namun, dari total kebutuhan dana tersebut, APBN hanya akan berkontribusi sekitar 36 persen dan sisa 64 persen akan didorong pendanaannya dari BUMN serta swasta.

"Pembiayaan memang menjadi masalah besar. Tapi, ke depan kami mendorong skema PPP (public private partnership). Karena itu, kami mendorong swasta untuk berinvestasi di proyek-proyek perkeretaapian,” terang Yudi.

Menurut Yudi, setidaknya ada 8 proyek pembangunan perkeretaapian ke depan yang didorong untuk dikerjakan dengan skema kerja sama pemerintah badan usaha (KPBU). Beberapa proyek itu, di antaranya Kereta Api Bandara Kertajati, Light Rail Transit (LRT) Cibubur-Bogor, serta Kereta Api Urban Bandung.

"Jadi kita itu memiliki bandara baru, yakni Bandara Kertajati, yang akan menjadi bandara besar seperti Bandara Soekarno Hatta (Tangerang). Karenanya, kami ingin buat koneksi (kereta api) antara Cirebon dan Bandung yang bisa mengakses ke Bandara Kertajati,” ujar Yudi.

Baca Juga: Kemhub Reaktivasi Jalur KA Rangkasbitung-Labuan

Di tempat yang sama, Ketua Umum Masyarakat Kereta Api Indonesia (Maska), Hermanto Dwiatmoko menjelaskan, pemerintah memang kian gencar melakukan pembangunan infrastruktur perkeretapiaan. Akan tetapi, pembangunan itu tak akan berjalan sesuai target apabila tak didukung pendanaan di luar APBN.

"Tidak bisa semua pembangunan perkeretaapian dananya bersumber dari pemerintah. Pemerintah hanya bisa menanggung sebagian, sisanya itu didorong oleh swasta. Jadi memang kami mendorong swasta untuk masuk, baik langsung maupun tidak langsung,” ujar Hermanto.

Hermanto menambahkan, swasta bisa terlibat secara tidak langsung dengan mengembangkan teknologi terkait sarana maupun prasarana perkeretaapian melalui kerja sama sama dengan BUMN.

"Misal dengan LEN untuk persinyalan atau dengan INKA untuk sarana. Jadi tidak perlu langsung tapi alih teknologi. Kami harapkan bisa ada tukar menukar pengalaman dan pengetahuan untuk mencari solusi meningkatkan sarana dan prasarana perkeretaapian,” imbuh mantan direktur jenderal perkeretaapian itu.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Investasi Industri Pacu Ekonomi Nasional

Menperin bertekad melaksanakan arahan Presiden yang ingin memacu perekonomian nasional. Kuncinya adalah investasi dan ekspansi.

EKONOMI | 20 Maret 2019

Dua Kepala Daerah Kalimantan Usulkan Dana Bagi Hasil Sawit

Dana ini sangat penting untuk digunakan bagi pembangunan daerah, seperti infrastruktur.

EKONOMI | 20 Maret 2019

Dua Kepala Daerah Kalimantan Usulkan Dana Bagi Hasil Sawit

Dana ini sangat penting untuk digunakan bagi pembangunan daerah, seperti infrastruktur.

EKONOMI | 20 Maret 2019

Pemerintah Targetkan Ekspor Tenun dan Batik Naik Jadi US$ 58,3 Juta

Negara tujuan ekspor adalah Jepang, Belanda, dan Amerika Serikat.

EKONOMI | 20 Maret 2019

Jonan Resmikan Tambahan Pasokan Gas untuk Jawa Timur

Menghemat US$ 49 juta dari yang disetujui dalam Authorization for Expenditure (AFE) sebesar US$ 214 Juta.

EKONOMI | 20 Maret 2019

Menaker Ingin Industri Jamu Go Internasional

Sidomuncul banyak berjasa memajukan industri jamu nasional.

EKONOMI | 20 Maret 2019

Tutup Atap, The Rosebay Terserap 65%

Sejak diluncurkan pada 2016, kenaikan harga unit The Rosebay mencapai 25 persen.

EKONOMI | 20 Maret 2019

Garuda Maskapai Paling Tepat Waktu di Dunia

Menjadi satu-satunya maskapai asal Asia Tenggara yang berhasil mempertahankan capaian kinerja OTP dalam peringkat 5 besar.

EKONOMI | 20 Maret 2019

Kospin Pracico Inti Utama Bidik Pembiayaan Syariah

Potensi pasar pembiayaan syariah di Indonesia dinilai masih sangat besar.

EKONOMI | 20 Maret 2019

Kadin Usul Kemhub Bentuk Badan KPBU

Minat badan usaha swasta untuk berinvestasi di proyek infrastruktur transportasi cukup tinggi.

EKONOMI | 20 Maret 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS