Pembenahan Industri Unggas Butuh Regulasi

Pembenahan Industri Unggas Butuh Regulasi

Rabu, 10 Juli 2019 | 14:44 WIB
Oleh : Ridho Syukro / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Merosotnya harga ayam potong di kalangan peternak bukan fenomena baru. Untuk setahun ini saja, turunnya harga ayam potong sudah dirasakan sejak September 2018.

Direktur Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi, Yeka Hendra Fatika, mengatakan, kondisi seperti ini diselesaikan dengan Peraturan Presiden (Perpres) dan Kemenko Perekonomian harus mendorong adanya Pepres.

"Fluktuatifnya harga ayam tidak bisa diselesaikan hanya dari hulu ataupun hilir. Solusi yang komprehensif diperlukan kebijakan yang setara dengan Perpres,” kata Yeka dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Berdasarkan pengamatan, kata Yeka, kondisi anjloknya harga ayam dikarenakan suplai yang berlebih dibandingkan kebutuhan. Kondisi oversuplai disebabkan peternak maupun pengusaha terus membuat kandang sehingga meningkatkan suplai. Selain mengatur kandang ayam agar tidak meningkatkan suplai, konsumsi pun harus ditingkatkan.

"Intinya, diperlukan regulasi setingkat Perpres dalam membenahi industri perunggasan," tegas Yeka.

Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional, Sugeng Wahyudi, mengatakan kelebihan bibit ayam potong sudah terjadi sejak awal tahun. Produksi bibit ayam potong di Indonesia saat ini sebesar 68 juta per minggu.

"Dari awal tahun memang sudah ada kelebihan bibit, produksi ayam yang berlebih itu dinilai menjadi penyebab tertekannya harga ayam sampai menyentuh Rp 5.000 per kilogram," kata Sugeng.

Ketua Umum Pinsar, Singgih Januratmoko, menambahkan, kelebihan pasokan yang membuat harga ayam jatuh sudah mulai terasa sejak 9 bulan yang lalu. Meski demikian, pihaknya optimistis harga ayam bisa kembali menyentuh harga referensi Kemdag pada minggu depan.



Sumber:Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Investor Reksa Dana Tembus 1,25 Juta Orang

Yang menikmati hasil di pasar modal sekarang ini bukan hanya yang modalnya besar, tetapi juga yang modalnya biasa-biasa saja.

EKONOMI | 10 Juli 2019

Bareksa Luncurkan Platform Menabung Reksa Dana Syariah untuk Umrah

“Kami ingin mengedukasi bahwa reksa dana itu dapat digunakan sebagai sarana untuk mencapai tujuan keuangan jangka pendek hingga panjang," kata Rani Sumarni.

EKONOMI | 10 Juli 2019

Bareksa Incar 1.000 Jemaah Umrah Sebulan Lewat Reksa Dana

Perseroan berharap program reksa dana ini ditargetkan mencapai 1.000 jemaah dalam sebulan.

EKONOMI | 10 Juli 2019

Rumah.com Tawarkan 2.000 Unit Properti di 15 Proyek

Konsumen berkesempatan mendapatkan penawaran dari proyek dengan harga mulai Rp 300 juta hingga Rp 4 miliar.

EKONOMI | 11 Juli 2019

Sesi Siang, IHSG Naik 13 Poin Tembus 6.400-an

Volume perdagangan hingga sesi siang ini tercatat sebanyak 112.249 miliar saham senilai Rp 3,925 triliun.

EKONOMI | 10 Juli 2019

Rupiah Melemah Sejalan Mata Uang Asia Siang Ini

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.137-Rp 14.155 per dolar AS.

EKONOMI | 10 Juli 2019

Analis Nilai Jababeka Masih Jauh dari Potensi Pailit

Ada beberapa opsi seperti perpanjangan jatuh tempo obligasi atau melakukan buyback dengan mengagunkan lahan perseroan.

EKONOMI | 10 Juli 2019

Grup Panin Ditengarai Mulai Kuasai Jababeka

Mu’min Ali Gunawan, pendiri Grup Panin, tercatat sebagai pemegang 21,08 persen saham Jababeka.

EKONOMI | 10 Juli 2019

Saham Jababeka Disuspensi, Buyback Obligasi Belum Jelas

Jika melihat kondisi perseroan sekarang tidak memungkinkan untuk buyback.

EKONOMI | 9 Juli 2019

Cor Beton Proyek Jalan Tol BORR Tumpah, Arus Lalu Lintas Menuju Parung Dialihkan

Coran beton di Tol BORR tumpah ke jalan alteri.

EKONOMI | 10 Juli 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS