ALFI Minta Pembatasan Angkutan Barang Dievaluasi
INDEX

BISNIS-27 448.452 (2.86)   |   COMPOSITE 5112.19 (36.4)   |   DBX 973.986 (4.58)   |   I-GRADE 139.714 (1.66)   |   IDX30 428.304 (3.33)   |   IDX80 113.764 (0.8)   |   IDXBUMN20 291.927 (4.3)   |   IDXG30 119.182 (0.36)   |   IDXHIDIV20 379.228 (3.94)   |   IDXQ30 124.656 (1.28)   |   IDXSMC-COM 220.2 (1.81)   |   IDXSMC-LIQ 259.388 (0.68)   |   IDXV30 107.478 (0.8)   |   INFOBANK15 831.648 (10.85)   |   Investor33 374.125 (2.66)   |   ISSI 151.171 (0.41)   |   JII 550.867 (0.41)   |   JII70 188.056 (0.33)   |   KOMPAS100 1022.34 (5.97)   |   LQ45 789.815 (5.74)   |   MBX 1412.7 (10.57)   |   MNC36 280.331 (1.85)   |   PEFINDO25 282.464 (4.5)   |   SMInfra18 241.575 (1.18)   |   SRI-KEHATI 316.512 (2.9)   |  

ALFI Minta Pembatasan Angkutan Barang Dievaluasi

Selasa, 30 Juli 2019 | 20:54 WIB
Oleh : Amrozi Amenan / FER

Surabaya, Beritasatu.com - Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) meminta pemerintah segera menurunkan tim khusus untuk mengevaluasi kebijakan pembatasan kendaraan barang ke pelabuhan di sejumlah pelabuhan di Indonesia yang sudah sangat merugikan kegiatan distribusi dan logistik. Kerugian yang ditimbulkan dari pembatasan kendaraan itu ditaksir mencapai Rp 6 triliun per tahun.

Ketua DPP ALFI, Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan, kebijakan pembatasan kendaraan angkutan barang itu selayaknya tidak ada.

"Ini soal pilihan pemerintah, mau mendahulukan ekonomi atau tidak. Saya tegas menyampaikan ini supaya kalau nanti eskpor tidak tercapai logistik yang disalahkan karena mahal. Padahal jam kerja kita dibatasi," kata Yukki di sela Rapat Kordinasi Nasional (Rakonas) ALFI di Surabaya, Selasa (30/7/2019).

Menurut Yukki, pembatasan kendaraan angkutan barang ke pelabuhan dan bandara ini terjadi sudah berlangsung dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir dan ALFI juga sudah kerap menyuarakan masalah tersebut berikut solusinya. Namun sejauh ini, pembatasan masih terus berlangsung.

"Ambil contoh yang kita usulkan dan kita dorong adalah daerah Cikampek untuk dicabut pembatasan waktu jamnya mulai pukul 06.00 sampai 09.00 untuk golong III ke atas. Kita mengusulkan ada satu line khusus untuk angkutan barang. Pembatasan tentunya setiap daerah berbeda-beda," ungkapnya.

Menurut Yukki, masalah pembatasan kendaraan ini merata terjadi di sejumlah pelabuhan yang melakukan kegiatan ekspor, yakni pelabuhan di Palembang, Kalimantan Barat, Manado, Medan dan Bali. Pembatasan tersebut tentu sangat disayangkan mengingat infrastruktur yang sudah dibangun oleh pemerintah dan menggunakan biaya tinggi tetapi tidak dioptimalkan. Seluruh anggota ALFI yang jumlahnya mencapai 3.412 dan tersebar 34 provinsi berharap pemerintah pusat segera bertindak.

"Semestinya tidak harus menungu Pak Jokowi dilantik. Pemerintah segera menurunkan tim khusus ke lapangan agar kerugian yang ditimbulkan tidak terjadi, apalagi pembatasan ini sudah sangat mengganggu distribusi dan logistik barang,” ujarnya.

Yukki menjelaskan, sektor transportasi darat itu menguasai dari moda satu kegiatan transportasi kurang lebih 70 persen untuk domestik dan eskpor 30 persen. "Bisa dibayangkan kalau ada pembatasan kendaraan, kalau dari biaya logistik nasional sebesar Rp 1.783 triliun kita ambil 15 persen itu artinya ada Rp 230 triliun. Dari jumlah itu kalau kita ambil transportsi darat 40 persen aja berarti ada Rp 60 trliun. Dari jumlah itu kita ambil 10 persen berarti ada Rp 6 triliun. Itulah kerugian akibat pembatasan kendaraan di jalan. Kerugian itu juga belum termasuk multiplier effect di pelabuhan dan lainnya," tandas Yukki.

Yukki menambahkan, pihaknya berharap pemerintah baru ini melanjutkan komitmen untuk mengkonektivitaskan antara pelabuhan dan bandara ke pusat-pusat ekonomi dan pusat-pusat UMKM serta industri pangan dan lainnya. "Termasuk komitmen untuk melakukan penghematan biaya logistik 5 persen dari GDP kita, yakni menjadi 18 persen hingga 19 persen," tegas Yukki.

Ketua DPW ALFI Kalbar, Retno Pramudya mengakui, pembatasan kendaraan di Kalbar sudah sangat merugikan. Pembatasan terjadi baik di provinsi atau daerah. Seperti pembatasan kendaraan yang mengangkut kontainer 40 feet yang hanya diperbolehkan beroperasi pada malam hari atau untuk kendaraan yang mengangkut kontainer 20 feet yang hanya boleh pada jam-jam tertentu.

"Intinya ruang gerak untuk angkutan kontainer sudah sangat sempit dan ini menimbulkan persoalan di lapangan, menghambat distribusi dan kelancaran barang keluar dari pelabuhan. Pembatasan ini juga menimbulkan adanya pungli dari oknum tertentu yang mengiznkan kendaraan dengan membayar dalam jumlah tertentu," kata Retno.



Sumber:Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

3 Startup Indonesia Dapatkan Kesepakatan Penyertaan Modal Ventura Singapura

Kesepakatan penyertaan modal dapat menjadi benchmark untuk tumbuh berkembangnya industri teknologi dan digital di Indonesia.

EKONOMI | 30 Juli 2019

Pengangguran Usia 25-29 Tahun Meningkat

Padahal ini merupakan usia paling produktif di dalam kehidupan.

EKONOMI | 30 Juli 2019

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diprediksi Dekati Angka 5,1%

Tekanan global ikut memengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia.

EKONOMI | 30 Juli 2019

Link Net Catat Penambahan Pelanggan Tertinggi Sejak 2017

Link Net akan mengadakan RUPSLB pada 29 Agustus untuk meminta persetujuan mengurangi modal.

EKONOMI | 30 Juli 2019

Ada "Negeri Sakura" di Transpark Mall Bintaro

Di Transpark Mall Anda akan merasakan pesona alam dan budaya Jepang dari masa ke masa yang diwujudkan dalam interior mal.

EKONOMI | 28 Juli 2019

Tempo Scan Pacific Kuasai Pasar Produk Perawatan Tubuh

Marina menjadi salah satu kontributor terbesar penjualan Tempo Scan pacific.

EKONOMI | 30 Juli 2019

Rupiah Ditutup Tergerus saat Mata Uang Asia Menguat

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.104- Rp 13.964 per dolar AS.

EKONOMI | 30 Juli 2019

Semester I-2019, Pelangi Indah Canindo Raih Penjualan Rp 407 Miliar

Perusahaan juga berencana untuk melakukan penambahan pabrik baru di daerah Marunda Jakarta Utara.

EKONOMI | 30 Juli 2019

IHSG Ditutup Meroket 1,23%, Ini Daftar Top 10 Market Cap

Sebanyak 292 saham menguat, 170 saham melemah, dan 150 saham stagnan.

EKONOMI | 30 Juli 2019

Kemhub Gandeng IATA Tingkatkan Pelayanan Navigasi Penerbangan

Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan, kelancaran, dan efisiensi pelayanan navigasi penerbangan.

EKONOMI | 30 Juli 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS