Masyarakat Diminta Pahami Instrumen Investasi Forex
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Forex Bodong Kembali Marak

Masyarakat Diminta Pahami Instrumen Investasi Forex

Jumat, 9 Agustus 2019 | 11:57 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Maraknya kasus investasi foreign exchange (forex) bodong belakangan ini membuat banyak kalangan merasa prihatin.

Terlebih, Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi mencatat hingga Juni 2019, nilai kerugian akibat investasi ilegal atau bodong di Indonesia sudah mencapai Rp 88,8 triliun atas aset yang disita. Oleh karena itu, masyarakat diminta harus paham dan mengenal seluk beluk forex terlebih dahulu sebelum berinvestasi.

Baca Juga: Kerugian Investasi Bodong Tembus Rp 88,8 Triliun

Pendiri sekolahdasarforex.com (SDFX), Hans Herwin, menyampaikan, investor forex yang tertipu tersebut sebagian besar adalah orang-orang yang tidak memahami sama sekali seluk-beluk instrumen forex alias belum belajar atau malas belajar.

"Karena tidak memahami cara kerja forex yang baik dan benar, serta tergiur dengan iming-iming keuntungan yang sangat besar, banyak investor sembarangan menyerahkan atau menitipkan dananya ke perusahaan investasi yang menjanjikan profit atau keuntungan tinggi. Itu penyakit masyarakat kita yang harus dibantu,” ujar Hans kepada Beritasatu.com di Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Baca Juga: Perhatikan Hal Ini Agar Terhindar dari Investasi Bodong

Menurut Hans, untuk menghindari investasi forex bodong, kalangan investor sebaiknya mendalami ilmu dasar forex terlebih dahulu. "Sekarang ini, ada beberapa lembaga pendidikan forex yang cukup kridibe, salah satunya SDFX. Sebenarnya, passive income dari forex itu mudah dan sederhana asal mau belajar di tempat yang benar,” tambah Hans.

Head Master SDFX, Syahrir, menyampaikan, setiap investasi atau bisnis pasti terdapat risiko, besar atau kecil. "Namun, besar atau kecil risiko tesebut bisa dimitigasi dari awal, jika pebisnis memiliki pemahaman yang cukup tentang bisnisnya, termasuk bisnis forex," jelas Syahrir.

Menurut Syahrir, jika masyarakat ingin mengenali forex bodong, salah satu cirinya adalah menjanjikan jaminan fixed income dengan iming-iming profit tanpa risiko, dan biasanya ada dana yang ditahan pada periode tertentu.

"Selain itu, kita juga harus hati-hati dengan program investasi yang mengatasnamakan trading forex yang bisa memberikan keuntungan pasti secara periodik, namun sebenarnya hasil keuntungan tersebut hanyalah hasil manipulasi harga yang ada di dalam platform trading. Untuk modus ini, hanya orang yang benar-benar mengerti tentang trading forex saja yang bisa mengetahuinya,” terang Syahrir.

Namun, sambung Syahrir, bisnis forex sejatinya sangat menguntungkan jika ditekuni dan dijalankan dengan benar serta tidak cepat tergiur dengan iming-iming keuntungan yang fantastis dalam waktu dekat.

"SDFX selaku lembaga resmi pendidikan forex siap membimbing orang-orang yang ingin menekuni bisnis forex dari dasar hingga mahir, untuk bisa memiliki passive income secara mandiri," pungkas Syahrir.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Rupiah Menguat ke Kisaran Rp 14.203 Siang Ini

Rupiah berada di level Rp 14.203 per dolar AS atau terapresiasi 10 poin (0,07 persen).

EKONOMI | 9 Agustus 2019

Rupiah Menguat ke Kisaran Rp 14.100

Rupiah berada di level Rp 14.195 per dolar AS atau terapresiasi 18 poin (0,13 persen).

EKONOMI | 9 Agustus 2019

IHSG Melanjutkan Penguatan Pagi Ini

IHSG menguat 0,46 persen ke kisaran 6.303,49.

EKONOMI | 9 Agustus 2019

Bea Cukai Tunjuk Uniair Jadi PLB e-Commerce Pertama

Ditjen Bea Cukai secara resmi menunjuk PT Uniair Indotama Cargo sebagai perusahaan pelaksana jasa Pusat Logistik Berikat e-Commerce pertama di Indonesia.

EKONOMI | 9 Agustus 2019

Rizal: Bonus Demografi Hanya Mimpi Kosong

"Kalau ekonomi hanya tumbuh 5% per tahun, jangan mimpi ada bonus demografi."

EKONOMI | 9 Agustus 2019

Transportasi Online Atrans Luncurkan Atrans Car

Perusahaan transportasi online Atrans meluncurkan layanan baru, Atrans Car. Rangkaian produk teranyar dari Atrans Transportasi online ini meliputi Atrans Car, Atrans Car 7, Atrans Car Send, dan Premium Car. Layanan premium ini menawarkan tarif bersahabat.

EKONOMI | 8 Agustus 2019

PLN Harus Perbaiki Manajemen Pelaporan

Manajemen 'reporting' dinilai penting untuk menganalisa langkah apa yang bisa dilakukan saat terjadi malfungsi operasional di PT PLN Persero.

EKONOMI | 8 Agustus 2019

Realisasi Program Sejuta Rumah Terealisasi 735.547 Unit

Pemerintah terus giat jalankan program sejuta rumah.

EKONOMI | 8 Agustus 2019

Optima Prima Targetkan Produksi Besi Scrap 24.000 Ton

Industri besi scrap kapal bekas memiliki potensi pasar yang sangat besar.

EKONOMI | 8 Agustus 2019

Basuki Tinjau Progres Bendungan Sukamahi dan Ciawi

Menteri PUPR pantau pembangunan dua bendungan di Puncak.

EKONOMI | 8 Agustus 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS