Bandara Kelolaan AP II Dukung Pengembangan Ibu Kota Baru
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-6.35)   |   COMPOSITE 5059.22 (-59.86)   |   DBX 933.73 (-7.01)   |   I-GRADE 135.366 (-2.1)   |   IDX30 427.201 (-7.13)   |   IDX80 111.513 (-1.85)   |   IDXBUMN20 284.629 (-6.37)   |   IDXG30 118.405 (-1.6)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-6.43)   |   IDXQ30 125.347 (-2.16)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-2.56)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-4.83)   |   IDXV30 105.043 (-1.69)   |   INFOBANK15 803.622 (-8.33)   |   Investor33 371.182 (-4.92)   |   ISSI 148.056 (-1.95)   |   JII 539.107 (-10.07)   |   JII70 182.679 (-3.16)   |   KOMPAS100 996.599 (-14.96)   |   LQ45 780.316 (-12.34)   |   MBX 1404.61 (-17.5)   |   MNC36 278.843 (-3.77)   |   PEFINDO25 265.576 (-5.11)   |   SMInfra18 242.356 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-3.93)   |  

Bandara Kelolaan AP II Dukung Pengembangan Ibu Kota Baru

Senin, 26 Agustus 2019 | 18:51 WIB
Oleh : Thresa Sandra Desfika / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II, Muhammad Awaluddin, menjelaskan, bandara-bandara kelolaan AP II, khususnya di Kalimantan siap mendukung operasional dan pengembangan ibu kota baru, serta memperkuat konektivitas udara di pulau tersebut.

Saat ini, AP II mengelola dua bandara di Kalimantan, yaitu Bandara Tjilik Riwut di Palangkaraya (Kalimantan Tengah) dan Bandara Supadio di Pontianak (Kalimantan Barat).

"Bandara Tjilik Riwut dan Supadio siap mendukung ibu kota Indonesia yang baru di Kaltim. Selain membangun infrastruktur guna mendukung operasional bandara, AP II juga mengembangkan bandara dengan konsep multi airport system," ungkap Awaluddin dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/8/2019).

Konsep multi airport system, lanjut Muhammad Awaluddin, secara umum akan membuat operasional bandara saling mendukung satu sama lain sehingga penerbangan dapat optimal dalam mendukung pertumbuhan perekonomian suatu wilayah.

Pengembangan bandara berkonsep multi airport system saat ini diimplementasikan di Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang), Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta), Bandara Husein Sastranegara (Bandung), dan Bandara Kertajati (Majalengka).

Adapun terkait dengan pengembangan infrastruktur, di Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, AP II menyiapkan investasi Rp 480 miliar untuk pembangunan terminal baru seluas 20.553 meter persegi (m2) dan perpanjangan runway dari 2.600 meter menjadi 3.000 meter.

Saat ini, Bandara Tjilik Riwut beroperasi dengan terminal baru seluas 29.124 m2 dan dapat menampung hingga 2.200 orang per hari.

Sementara itu, untuk Bandara Supadio di Pontianak (Kalbar), AP II saat ini tengah memperpanjang runway menjadi 2.600 x 45 meter. Proyek tersebut sudah dimulai tahun ini dan ditargetkan tuntas dalam 1,5 tahun ke depan.

Perpanjangan runway bertujuan agar Supadio dapat melayani penerbangan pesawat berbadan lebar atau widebody seperti Airbus A330. Seiring dengan itu, maka nantinya Bandara Internasional Supadio dapat melayani penerbangan langsung untuk ibadah haji dan umrah.

"Pengembangan Bandara Tjilik Riwut dan Supadio, ditambah dengan implementasi konsep multi airport system yang menyeleraskan rute penerbangan, akan sangat membantu pengembangan ibu kota yang baru di Kalimantan. Tentunya, AP II akan mengupayakan lebih banyak lagi penerbangan dari dan ke Kalimantan baik itu rute domestik maupun rute internasional,” jelas Muhammad Awaluddin.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Trans Icon Surabaya Bidik Konsumen Milenial

Sejauh ini pembeli untuk dua tower apartemen Trans Icon berimbang antara pengguna langsung (end user) dan investor.

EKONOMI | 26 Agustus 2019

AP I Libatkan ACI Tingkatkan Level Keamanan Bandara

Area keamanan bandara yang didalami meliputi organisasi, fasilitas, SDM, prosedur, dan manajemen kualitas.

EKONOMI | 26 Agustus 2019

Pemerintah Diminta Stabilkan Harga Garam Konsumsi

Pemerintah diminta tidak melepaskan harga garam pada mekanisme pasar. Karena kebijakan itu hanya merugikan petani garam rakyat.

EKONOMI | 26 Agustus 2019

Kompensasi Tumpahan Minyak Sumur YYA-1 Berupa Nontunai

Saat ini pendataan warga yang terdampak sudah mencapai 90%, atau lebih dari 10.000 jiwa.

EKONOMI | 26 Agustus 2019

Indostreling Bidik Dana Kelolaan Rp 200 Miliar

Indosterling saat ini menawarkan dua jenis instrumen investasi.

EKONOMI | 29 Agustus 2019

Rupiah Ditutup Melemah di Kisaran Rp 14.242

Rupiah berada di level Rp 14.242,5 per dolar AS atau terdepresiasi 27,5 poin (0,19 persen).

EKONOMI | 26 Agustus 2019

Top 10 Market Cap, GGRM dan BBNI Turun Signifikan

PT Gudang Garam Tbk (ASII) mengalami penurunan terdalam sebesar Rp 1.975 (2,58 persen) mencapai Rp 74.500 dengan kapitalisasi pasar Rp 143,3 triliun.

EKONOMI | 26 Agustus 2019

Asing Buang Saham, IHSG Terkoreksi 41 Poin

IHSG melemah 0,66 persen (41,09 poin) ke kisaran 6.214,51.

EKONOMI | 26 Agustus 2019

Penutupan Sumur YYA-1 Pertamina Ditargetkan Selesai Sebelum 8 Oktober

Pengeboran sumur yang dilakukan secara miring ini membutuhkan akurasi tinggi.

EKONOMI | 26 Agustus 2019

Rencana Penyesuaian Harga Gas Industri untuk Tingkatan Layanan

Selama ini PGN selalu mengambil risiko untuk membangun infrastruktur gas, kendati pasokan dan pasarnya belum terjamin.

EKONOMI | 26 Agustus 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS