Penolakan Safeguard TPT Disayangkan
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Penolakan Safeguard TPT Disayangkan

Selasa, 3 September 2019 | 19:42 WIB
Oleh : Leonard AL Cahyoputra / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Industri Tekstil dan produk Tekstil (TPT) sedang dilanda masalah diserbunya impor dari Tiongkok. Untuk melindungi produk dalam negeri diperlukan safeguard namun sayangnya ada penolakan dari pihak importir mengenai itu, yang disayangkan oleh industri tekstil.

Ketua Umum Ikatan Ahli Tekstil Indonesia (Ikatsi), Suharno Rusdi, menyayangkan adanya upaya dari beberapa kelompok pro importir yang menyatakan bahwa industri tekstil saat ini masih baik-baik saja. Dia meminta kepada pihak yang menolak untuk melihat kondisi di daerah Bandung Selatan, Bogor dan beberapa wilayah sentra produksi tekstil.

Suharno menegaskan, industri TPT harus segera diselamatkan karena semua perusahaan dari Banten sampai Jawa Timur punya permasalahan yang sama yakni stok yang menumpuk.

"Ada yang setop produksi, ada yang kurangi produksi, beberapa ada yang masih bertahan, ini kan hanya masalah stamina saja, yang lebih kuat bisa lebih bertahan lama dan stamina kan ada batasnya,” ucap Suharno dalam siaran persnya, di Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Ikatsi menyatakan, pertumbuhan konsumsi TPT masyarakat sebetulnya masih cukup baik dimana konsumsi per kapita pada 2018 telah mencapai 8,13 atau naik 4 persen (year on year/yoy), namun pertumbuhan ini justru diisi oleh produk impor.

Suharno menerangkan, konsumsi masyarakat 2 juta ton, impor kain yang untuk domestik 450.000 ton, impor produk jadi 200.000 ton. Ini artinya, 30 persen konsumsi masyarakat diisi oleh produk impor.

"Bahkan, pertumbuhan konsumsi yang 103.000 ton habis dimakan pertumbuhan kain impor yang sebesar 117.000 ton. Jadi, kita enggak dapat apa-apa dari pertumbuhan konsumsi," kata Suharno.

Menurut Suharno, pembenahan sektor TPT adalah langkah strategis bagi pemerintah untuk menjadikan neraca perdagangan kembali positif dan mencegah dampak buruk ekonomi makro lainnya.

"Kalau sektor ini sakit neraca pembayaran pemerintah akan terdampak, sektor perbankan akan terdampak, setoran BPJS dan pembayaran listrik juga terdampak, makanya harus segera diperbaiki sebelum terlambat,” tegas Suharno.

Senada dengan Suharno, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) DKI Jakarta, Irwandy MA Rajabasa, mengamini kondisi industri TPT yang saat ini tengah terpuruk. Berdasarkan informasi yang disampaikan anggotanya di sekitaran Bogor, Tangerang dan Bekasi bahwa benang dan kain impor murah yang membanjiri pasar telah memukul penjualan anggota API DKI. Dia mendesak pemerintah untuk segera mengambil tindakan penyelamatan industri.

"Kalau tidak segera ambil tindakan akan banyak produsen yang beralih jadi importir pedagang dan industri TPT yang sudah kita bangun selama 50 tahun ini akan hilang," kata Irwandy.

Wakil Sekretaris API Jawa Barat, Rizal Tanzil, menegaskan, kondisi industri TPT di Jawa Barat sangat perlu untuk segera diselamatkan.

"Ini perusahaan anggota kami mulai berguguran jadi jangan lagi ada yang bicara kalau industri TPT kita sedang baik-baik saja” ungkap Rizal.

Rizal menyatakan, saat ini seluruh pemain dari hulu ke hilir sudah mulai kompak, dimana API dan APSyFI sepakat untuk menginisiasi safeguard dari hulu ke hilir sebagai salah satu cara untuk menyelamatkan industri TPT.

"Saat ini beberapa jenis produk sudah kita sampaikan usulannya ke Kementerian Perdagangan, kami harap dukungan dari Kementerian terkait lainnya untuk mendukung usulan ini," pungkas Rizal.



Sumber:Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Semester I, Pertamina Bor 123 Sumur Eksplorasi dan Pengembangan

Pertamina terus melakukan eksplorasi dan pengembangan sumur migas di Indonesia.

EKONOMI | 3 September 2019

Gelar Pameran, AREBI DKI Bidik Penjualan Rp 150 Miliar

Penyelenggaraan JPEx 2019 didukung penuh oleh PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga).

EKONOMI | 3 September 2019

PLN: Kompensasi Listrik Padam Dipenuhi Sejak 1 September

Masyarakat di Jakarta, Banten dan Jawa Barat yang mendapatkan kompensasi sekitar 21,9 juta pelanggan

EKONOMI | 3 September 2019

BTN Dapat Kuota Tambahan KPR FLPP

BTN optimistis dengan adanya penambahan kuota FLPP target bisnis perseroan dapat tercapai.

EKONOMI | 3 September 2019

Jababeka Tertarik Berpartisipasi Bangun Ibu Kota Baru

Jababeka tertarik berpartisipasi untuk membantu pemerintah dalam mengembangkan ibu kota baru. Perseroan juga tertarik untuk mebangun sejumlah kota baru.

EKONOMI | 3 September 2019

Trinitan Metals Tawarkan Harga IPO Rp 270- 300 Per Saham

Pada aksi korporasi ini, perseroan menunjuk PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

EKONOMI | 3 September 2019

PP Infrastruktur Bangun SPAM Lintas Kota Pekanbaru

SPAM Lintas Kota Pekanbaru-Kabupaten Kampar akan melayani lebih kurang 624.000 jiwa

EKONOMI | 3 September 2019

Kemtan Berikan Pendampingan Kaum Milenial Hadapi Industri 4.0

Bantuan peralatan praktik kepada 92 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di bawah binaan Kementerian Pertanian.

EKONOMI | 3 September 2019

Perluas Penggunaan PLTS, Utomodeck Tawarkan Sistem Sewa Panel Surya

Secara ekonomis, penggunaan PLTS Rooftop diklaim dapat menghemat biaya listrik hingga 15%-30% per bulan.

EKONOMI | 3 September 2019

Sektor Transportasi Butuh Jaminan Pembiayaan Memadai

Peran transportasi sangat penting untuk mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi.

EKONOMI | 3 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS