Pemerintah Pastikan Solar Subsidi Cukup Hingga Akhir Tahun
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-1.59)   |   COMPOSITE 5059.22 (-11.04)   |   DBX 933.73 (-1.59)   |   I-GRADE 135.366 (-0.24)   |   IDX30 427.201 (-2.19)   |   IDX80 111.513 (-0.38)   |   IDXBUMN20 284.629 (-1.63)   |   IDXG30 118.405 (-0.45)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-1.7)   |   IDXQ30 125.347 (-0.77)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-0.55)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-1.64)   |   IDXV30 105.043 (-0.13)   |   INFOBANK15 803.622 (0.87)   |   Investor33 371.182 (-0.82)   |   ISSI 148.056 (-0.6)   |   JII 539.107 (-4.51)   |   JII70 182.679 (-1.28)   |   KOMPAS100 996.599 (-3.51)   |   LQ45 780.316 (-2.17)   |   MBX 1404.61 (-3.16)   |   MNC36 278.843 (-0.56)   |   PEFINDO25 265.576 (-3.15)   |   SMInfra18 242.356 (-1.79)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-0.41)   |  

Pemerintah Pastikan Solar Subsidi Cukup Hingga Akhir Tahun

Jumat, 27 September 2019 | 19:07 WIB
Oleh : Rangga Prakoso / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah menegaskan kuota bahan bakar minyak (BBM) Solar subsidi cukup hingga akhir tahun. Namun, baru pada 30 September nanti dibeberkan langkah pemerintah dalam mengatasi potensi over kuota solar subsidi tersebut. Sementara, pembatasan pembelian Solar bagi kendaraan pribadi dan truk belum dipastikan bakal dicabut.

Kepastian kuota Solar subsidi tersebut merupakan salah satu pembahasan dalam rapat pimpinan jajaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Kepala Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fanshurullah Asa mengatakan kuota Solar subsidi tak lagi menjadi masalah. Namun dia enggan membeberkan upaya yang dilakukan pemerintah.

"Nanti Senin (30/9/2019) dijelaskan setelah sidang Komite BPH Migas," kata Fanshurullah ditemui usai rapim di Jakarta, Jumat (27/9/2019).

BPH Migas sejak awal Agustus kemarin melakukan pengendalian kuota jenis bahan bakar tertentu tahun 2019. Pengendalian ini dilakukan lantaran BBM jenis Solar subsidi tersebut berpotensi over kuota.

Adapun kuota BBM Solar subsidi yang ditetapkan tahun ini sebesar 14,5 juta kilo liter. Hal itu lantaran realisasi konsumsi Solar subsidi hingga Juli 2019 kemarin mencapai 9,04 juta kilo liter. Realisasi itu sekitar 62 persen dari kuota Solar subsidi yang ditetapkan tahun ini. Merujuk pada realisasi tersebut maka diproyeksikan adanya potensi over kuota sekitar 0,8 juta kilo loter hingga 1,4 juta kilo liter, sampai dengan akhir 2019 nanti.

Pengendalian kuota yang dilakukan yakni membatasi pembelian maksimal 20 liter/hari untuk kendaraan pribadi. Kemudian kendaraan angkutan barang roda empat dibatasi pembelian 30 liter/hari, sementara dengan roda enam atau lebih dibatasi 60 liter/hari. Melarang kendaraan pengangkut hasil perkebunan, kehutanan dan pertambangan menggunakan Solar subsidi. Mobil tangki BBM, CPO, dump truk, truk trailer, truk gandeng, mobil molen dilarang menggunakan Solar subsidi.

Pengendalian ini juga menyasar usaha mikro, usaha perikanan, usaha pertanian, transportasi air menggunakan motor tempel, dilarang menggunakan Solar subsidi. Kendaraan dengan pelat warna merah, mobil TNI/Polri, sarana transportasi air milik pemerintah dilarang menggunakan Solar subsidi.

Hanya saja Fanshrullah belum mau menjelaskan pembatasan pembelian itu bakal dicabut atau tidak. "Tunggu hari Senin," jelasnya singkat.

Kuota Solar subsidi tahun ini lebih rendah dibandingkan 2018 kemarin. Adapun kuota tahun lalu sebesar 15,62 kilo liter. Penetapan kuota Solar subsidi 2019 merujuk pada rata-rata realisasi konsumsi di tahun-tahun sebelumnya sebesar 14,5 juta kilo liter.

Pasalnya penetapan kuota Solar subsidi 2019 berlangsung pada Juni 2018. Sementara realisasi di akhir 2018 konsumsi Solar subsidi mencapai 15,58 juta kilo liter.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Produk Indonesia Tembus Pasar Rusia

Seorang pengusaha Rusia, Yuri Pavlov, bahkan berani membuka dua kafe sekaligus dengan menyajkan menu Indonesia bernama Yuva Cafe.

EKONOMI | 27 September 2019

Desember, Waskita Raih Rp 22 T dari Turnkey Project

Dana turnkey project itu berasal dari proyek-proyek jalan tol yang telah selesai dikerjakan.

EKONOMI | 27 September 2019

Rupiah Ditutup Melemah Tipis ke Rp 14.172,5

Rupiah berada di level Rp 14.172,5 per dolar AS atau terdepresiasi 7,5 poin (0,05 persen).

EKONOMI | 27 September 2019

Terminal Bandara Hasanuddin Diperluas 3 Kali Lipat

Perluasan terminal ditargetkan tuntas sebelum pertengahan 2021.

EKONOMI | 27 September 2019

IHSG Ditutup Melemah 0,5% ke 6.196,9

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,54 persen ke kisaran 6.196,89.

EKONOMI | 27 September 2019

Bursa Asia Ditutup Bervariasi, Eropa Dibuka Positif

Nikkei 225 Jepang turun 0,77 persen ke 21.878,9, Hang Seng Hong Kong turun 0,33 persen ke 25.954,81.

EKONOMI | 27 September 2019

QNB Indonesia Resmikan Kantor Pusat Baru di Jakarta

Relokasi kantor pusat ini sejalan dengan rencana QNB untuk memperkuat posisi di industri perbankan Indonesia.

EKONOMI | 27 September 2019

Sesi I, IHSG Melemah 0,5% ke 6.202

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,5 persen ke kisaran 6.202,17.

EKONOMI | 27 September 2019

Repower Raih Penghargaan Konsep ETOD

Konsep Repower tak sebatas membangun hunian, namun juga membangun peradaban.

EKONOMI | 27 September 2019

RRI dan Iconomics Research Apresiasi 41 BUMN terbaik

Sepanjang 2014-2018, keberadaan BUMN dinilai banyak kemajuan, khususnya dalam menjalankan dua fungsi utama, yakni agen pencipta nilai dan agen pembangunan.

EKONOMI | 27 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS