Kamar Keluarga Tawarkan Peluang Passive Income
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Kamar Keluarga Tawarkan Peluang Passive Income

Sabtu, 28 September 2019 | 08:34 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - PT Hoppor International atau Kamar Keluarga membuka peluang kerja sama bagi masyarakat yang memiliki lahan atau bangunan tidak terpakai untuk dijadikan indekos dengan konsep co-living yang akan memberikan passive income.

Direktur Utama Hoppor International, Charles Kwok, mengatakan, menjawab kebutuhan indekos co-living yang semakin tinggi, Kamar Keluarga membuka peluang bagi masyarakat pemilik lahan maupun bangunan tidak terpakai untuk dijadikan passive income. Ini sesuai dengan identitas Kamar Keluarga sebagai perusahaan rintisan atau startup, yang mengubah aset tidak produktif menjadi aset produktif dengan passive income.

"Kamar Keluarga akan membangun lahan maupun bangunan tidak terpakai menjadi bangunan kamar kos-kosan yang aman, nyaman dan terjangkau. Nantinya kami akan memberikan bagi hasil untuk pemilik lahan maupun bangunan awal dengan besaran disesuaikan dengan pembangunan yang dilakukan Kamar Keluarga," ujar Charles kepada Beritasatu.com, Sabtu (28/9/2019).

Charles menambahkan, sesuai dengan salah satu pilar bisnis perusahaan, yakni Kamar Keluarga Aset, perusahaan bekerja sama dengan banyak investor. Adapun investor disini maksudnya adalah orang pemilik lahan yang sulit untuk dijual atau lahan peninggalan orang tuanya seperti rumah warisan, rumah tua, bisa diubah oleh Kamar Keluarga dengan skema kerja sama agar menghasilkan passive income.

"Dengan pola BOT (Build Operate Transfer) atau sistem bagi hasil, bagi pemilik lahan atau bangunan, Kamar Keluarga menjadikan lahan atau bangunan tidak produktif menjadi indekos. Nantinya, mereka akan mendapat uang sewa jangka panjang 10 tahun hingga 25 tahun, tergantung besarnya dana yang kami keluarkan. Setelah masa akhir penyewaan, maka bangunan akan menjadi milik mereka, terserah mereka mau perpanjang atau tidak," kata Charles.

Direktur Hoppor International, Ferry Lukas, menambahkan, Kamar Keluarga menyediakan layanan hunian co-living dengan jaringan terlengkap di Indonesia. Saat ini, Kamar Keluarga memiliki 2.041 kamar di 75 lokasi strategis dan mudah diakses oleh transportasi umum yang berada di Jabodetabek dan Bandung.

Selain itu, Kamar Keluarga memanfaatkan teknologi untuk memberikan fasilitas dan pelayanan yang komprehensif sehingga seluruh kebutuhan end to end pelanggan dapat terpenuhi hanya dengan telepon genggam.

"Kamar Keluarga ini beda, karena kami menggunakan konsep co-living. Perbedaannya adalah, di Kamar Keluarga kita juga membangun komunitas. Penghuni kos nantinya tidak hidup sendiri-sendiri. Kami mempertemukan mereka dengan membuat acara-acara edukasi, talkshow, mengundang ahli-ahli yang menarik untuk pengembangan diri penghuni," tandas Ferry.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Sepanjang 2019, Obligasi dan Sukuk di BEI Rp 87,7 T

Dengan pencatatan ini, maka total emisi obligasi dan sukuk di BEI berjumlah 417 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp 440,37 triliun.

EKONOMI | 28 September 2019

Sepekan Transaksi, Kapitalisasi Bursa Berkurang Rp 32 Triliun

IHSG turun sebesar 35 poin (0,55 persen) mencapai 6.196,889 dari 6.231,473 pada pekan sebelumnya.

EKONOMI | 28 September 2019

CIFOR: ISPO Harus Terbuka terhadap Pemantau Independen

Banyak forum dialog yang terbangun hanya berdasarkan kepentingan satu pihak, sehigga lahir dikotomi bahwa sawit akan menghabisi hutan.

EKONOMI | 28 September 2019

Kepatuhan Pelaporan BCA Berbuah Hasil di BI Award

BCA menyadari pentingnya penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik untuk memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

EKONOMI | 8 Desember 2019

Dorong Pertumbuhan Usaha Hilir Migas, BPH Migas Gelar HME 2019

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar bersama Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa resmi membuka kegiatan expo di bidang hilir migas untuk pertama kalinya.

EKONOMI | 27 September 2019

Grant Thornton Rangkum Lima Risiko Penggunaan Pay Later

Pay Later terkesan memudahkan bagi konsumen, namun jika tidak berhati-hati resiko lilitan utang menanti.

EKONOMI | 27 September 2019

Dibenahi, Bithumb Global Menyatukan Komunitas Crypto

Bithumb Global menggabungkan semua komunitas crypto dengan adil dan transparan.

EKONOMI | 27 September 2019

Angkasa Pura I Raih Dua Penghargaan RRI BUMN Award 2019

Penghargaan ini merupakan indikator dan pengakuan atas keberhasilan Angkasa Pura I dalam membangun brand image.

EKONOMI | 27 September 2019

Temu Pelanggan Nabel Sakha Gemilang Surabaya

Temu pelanggan yang diadakan PT Nabel Sakha Gemilang ini diharapkan jadi ajang silaturahmi dan tukar pengalaman mengenai produk Total Oil.

EKONOMI | 27 September 2019

Pemerintah Pastikan Solar Subsidi Cukup Hingga Akhir Tahun

BBM jenis Solar subsidi berpotensi mengalami over kuota.

EKONOMI | 27 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS