Hunian Co-Living Diminati Masyarakat Urban
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Hunian Co-Living Diminati Masyarakat Urban

Selasa, 8 Oktober 2019 | 14:25 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Konsep hunian dengan fasilitas komprehensif, harga terjangkau, dan lokasi strategis, seperti co-living semakin banyak diminati masyarakat urban. Namun saat ini belum banyak pengembang atau pengelola yang membuat konsep properti seperti co-living.

Senior Associate Director Colliers International, Ferry Salanto, mengungkapkan konsep ini mirip seperti kos-kosan dimana fasilitas umum dapat dipakai bersama. Dan peluang ini dapat dimanfaatkan oleh para pengembang dan pengelola dalam mengembangkan bisnisnya.

"Kebutuhan orang untuk sewa hunian yang terjangkau dan lokasi strategis masih sangat besar, sementara pasokannya belum banyak. Saya lihat potensi ini cukup baik bagi pengembang dan pengelola yang ingin bermain dibisnis ini,” ujar Ferry dalam keterangan persnya yang diterima Beritasatu.com, Selasa (8/10/2019).

Baca Juga: Jaya Real Property Bidik Kalangan Milenial

Hal itu dapat dilihat dari jumlah pekerja kelas menengah yang tinggal di tengah kota belum banyak. Sebab kebanyakan pemain apartemen atau hunian sewa di tengah kota lebih diperuntukan bagi kelas memengah atas. Sehingga kelas menengah bawah lebih memilih hunian berupa kos-kosan. Sayangnya, kos-kosan yang ada saat ini konsepnya pun belum sesuai harapan para pekerja.

"Dari sisi bangunan, ada pengelola yang mengklaim properti yang dikelolanya itu co-living, tapi konsepnya masih seperti apartemen biasa, belum ada sesuatu yang mencirikan kalau itu co-living," jelasnya.

Oleh karena itu, lanjut Ferry, potensi dan peluang bisnis untuk menciptakan hunian co-living masih terbuka lebar. Terlebih, opsinya bisa bermacam-macam. " Contohnya developer yang bangun, terus menjual ke investor untuk disewakan. Atau developer mendirikan satu bangunan untuk co-living lalu dikelolanya sendiri. Bisa juga bangunan co-living dibangun terus ditawarkan ke operator untuk pengelolaan. Potensi bisnisnya besar, dan bisnis ini biasanya hidup dari penyewaan,” terang Ferry.

Baca Juga: Kamar Keluarga Tawarkan Peluang Passive Income

Salah satu pemain bisnis co-living dengan harga terjangkau yang ada saat ini adalah PT Hoppor International atau yang lebih dikenal dengan nama Kamar Keluarga.

CEO Kamar Keluarga, Charles Kwok mengatakan pihaknya telah melihat potensi ini sejak beberapa tahun lalu. Ia melihat bahwa masyarakat yang menginginkan hunian dengan konsep co-living sangat besar.

Adapun konsep co-living dijalankan oleh Kamar Keluarga yakni yang memiliki ekosistem terpadu dengan jaringan yang luas, layanan lengkap, dan harga yang terjangkau. Saat ini kamar yang dimiliki Kamar Keluarga ada sebanyak 2.041 di 75 lokasi strategis dan gampang diakses oleh transportasi umum yang berada di Jabodetabek dan Bandung.

"Kami memanfaatkan teknologi berbasis web dan aplikasi untuk memberikan fasilitas dan pelayanan, sehingga seluruh kebutuhan end to end pelanggan dapat terpenuhi hanya dengan telepon genggam saja,” kata Charles.

Menurut Charles, ada lima pilar bisnis yang dikembangkan oleh Kamar Keluarga. Pertama, pilar BOT (build operate transfer). Di pilar ini, Kamar Keluarga membantu pemilik tanah membangun properti dan nantinya menggunakan sistem bagi hasil.

Baca Juga: Investasi Properti di Tahun Politik Masih Dilirik

Pilar kedua yaitu Kamar Keluarga (KK) Aset. Dimana Kamar Keluarga membantu para investor pemula yang belum pernah berbisnis properti, dalam hal mencari, membangun dan mengelola properti hingga menghasilkan Return of Investment (RoI) yang memuaskan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi melalui sektor properti di Indonesia.

Lalu yang ketiga, Kamar Keluarga hanya menjadi operator. Kamar Keluarga mengelola seluruh lahan yang sudah dijadikan kos dan menerapkan konsep co-living di kosan tersebut. Lalu pilar keempat, yaitu Kamar Keluarga Development yang ahli dalam membangun rumah minimalis, efektif dan efisien sehingga harga terjangkau dapat memanfaatkan lahan yang tersisa. Lahan sisa tersebut dapat dijadikan rumah minimalis atau bangunan lain guna mendorong para generasi milenial untuk memiliki properti pribadi di masa depan.

Dan pilar kelima yaitu Kamar Keluarga Vertikal. Memanfaatkan ruang yang ada untuk dijadikan bisnis baru, seperti binatu, warung, atau tempat makan. "Lengkapnya konsep yang kami tawarkan itu membuat investor dapat memilih sesuai kebutuhannya. Dan itu yang membuat kami berkembang dengan cepat karena investor diuntungkan,” tutup Charles.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Sesi I, IHSG Menguat ke 6.022,6

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,37 persen ke kisaran 6.022,57.

EKONOMI | 8 Oktober 2019

Rupiah Menguat ke Rp 14.150 Siang Ini

Rupiah berada di level Rp 14.150 per dolar AS atau terapresiasi 12,5 poin (0,09 persen).

EKONOMI | 8 Oktober 2019

Mendag Dukung Industri Karet Berkelanjutan

Di awal 2019, produksi karet alam menurun, sedangkan tingkat konsumsi dunia meningkat dari tahun ke tahun.

EKONOMI | 8 Oktober 2019

Rupiah Terpantau Datar

Rupiah berada di level Rp 14.156,5 per dolar AS atau terapresiasi 6 poin (0,04 persen).

EKONOMI | 8 Oktober 2019

IHSG Menguat di Awal Perdagangan

IHSG menguat 0,3 persen ke kisaran 6.020,82.

EKONOMI | 8 Oktober 2019

Oktober 2019, Waskita Akan Terima Pembayaran Proyek Turnkey Rp 2,52 Triliun

Dengan pembayaran tersebut, diharapkan akan membantu menjaga rasio hutang berbunga terhadap modal ini sebesar 2,3x di akhir tahun 2019.

EKONOMI | 8 Oktober 2019

BRI Gandeng Traveloka Topup Brizzi

Kerja sama antara bank pelat merah PT BRI Persero Tbk adalah langkah sinergi.

EKONOMI | 7 Oktober 2019

Indonesia-Belanda Dorong Penguatan Kapasitas Petani Sawit

Kerja sama ini, kata Retno, bertujuan mendukung upaya penguatan kapasitas petani sawit skala kecil.

EKONOMI | 7 Oktober 2019

Bank Index Ekspansi Kantor Cabang ke-54

Midpoint yang merupakan flagship branches Bank Index.

EKONOMI | 7 Oktober 2019

BNIP Optimistis Penjualan Permata Mutiara Maja Capai Target

Pasar rumah sederhana di kawasan barat Ibu Kota, khususnya Maja, sangat tinggi.

EKONOMI | 7 Oktober 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS