Setelah Satria, BAKTI Siapkan Dua Satelit Baru
INDEX

BISNIS-27 491.129 (11.99)   |   COMPOSITE 5612.42 (112.33)   |   DBX 1062.36 (4.11)   |   I-GRADE 161.886 (4.37)   |   IDX30 478.794 (12.21)   |   IDX80 126.714 (3.02)   |   IDXBUMN20 355.426 (9.57)   |   IDXG30 131.028 (2.32)   |   IDXHIDIV20 432.126 (9.85)   |   IDXQ30 139.823 (3.69)   |   IDXSMC-COM 243.691 (3.69)   |   IDXSMC-LIQ 294.252 (6.8)   |   IDXV30 122.487 (4.61)   |   INFOBANK15 946.8 (29.41)   |   Investor33 412.464 (10.19)   |   ISSI 165.112 (2.43)   |   JII 597.802 (9.53)   |   JII70 206.187 (3.44)   |   KOMPAS100 1134.88 (27.52)   |   LQ45 883.061 (21.77)   |   MBX 1552.46 (34.83)   |   MNC36 308.511 (7.09)   |   PEFINDO25 308.232 (9)   |   SMInfra18 281.756 (5.87)   |   SRI-KEHATI 352.482 (8.96)   |  

Setelah Satria, BAKTI Siapkan Dua Satelit Baru

Senin, 28 Oktober 2019 | 17:46 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Setelah menyelesaikan pembangunan proyek Palapa Ring, pemerintah melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) tengah menyiapkan pembangunan Satria (Satelit Indonesia Raya) dengan teknologi high-throughput satelit (HTS) atau satelit dengan karakteristik internet berkecepatan tinggi.

Baca Juga: BAKTI Cari Solusi Pembiayaan 4.000 BTS

Upaya ini dilakukan agar 150.000 titik di daerah pelosok yang tidak terjangkau kabel serat optik dalam proyek Palapa Ring bisa ikut menikmati internet berkecepatan tinggi, mulai dari sekolah, kantor desa, puskesmas, hingga rumah sakit.

Direktur Utama BAKTI, Anang Latief mengungkapkan, Satelit Satria nantinya akan memiliki kapasitas total 150 Gbps untuk menyalurkan internet di 150.000 titik, di mana setiap titik akan mendapatkan sekitar 10 Mbps. Jumlah tersebut menurutnya masih kurang untuk mendukung kegiatan di ribuan sarana pendidikan, kesehatan, hingga pemerintahan di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Minimal yang dibutuhkan untuk masing-masing titik sekitar 30 Mbps.

Karenanya, menurut Anang, perlu adanya satelit kedua dan ketiga setelah Satria mengorbit untuk menambah kapasitas internet di masing-masing titik. Untuk satelit kedua, akan didesain dengan kapasitas 200 Gbps. Sedangkan satelit ketiga 500 Gbps.

"Dengan adanya satelit kedua dan ketiga, titik yang dilayani sebetulnya tidak bertambah, tetap 150.000 titik. Hanya saja kapasitasnya akan meningkat dari hanya 10 Mbps menjadi 30 Mbps. Sebab, kedepannya penggunaan aplikasi butuh bandiwidth yang besar minimal 30 Mbps,” kata Anang Latief di gedung Kemkominfo, Jakarta Senin (28/10/2019).

Baca Juga: Satelit Satria Dorong Perekonomian Nasional

Rencana penambahan satelit ini, menurut Anang, sudah didiskusikan kepada Menkominfo, Johnny G Plate. Namun, untuk teknisnya harus dibicarakan kepada Kementerian Keuangan (Kemkeu). Sebab, dana universal service obligation (USO) yang saat ini dikelola BAKTI tidak cukup untuk membangun satelit kedua dan ketiga. Dana USO ini disetor oleh operator telekomunikasi sebesar 1,25 persen dari pendapatan kotor per tahun.

"Kita harus berkoordinasi lagi dengan Kementerian Keuangan karena ini terkait dengan kebutuhan dananya. Harapannya sih tidak sampai menaikkan besaran dana USO yang akan memberatkan operator. Masih ada model lain yang bisa dimanfaatkan, dan ini perlu diskusi dengan Kementerian keuangan,” kata Anang.

Untuk Satelit Satria, Anang mengatakan, saat ini sudah dalam proses untuk menuju financial close antara pihak PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) selaku pemenang tender dengan pihak lender. Targetnya pada akhir 2022, satelit ini sudah bisa diluncurkan.

Baca Juga: Konstruksi Satelit Satria Dimulai Akhir 2019

Sambil menunggu Satelit Satria beroperasi, pemerintah akan menyewa lima satelit untuk mencukupi kebutuhan internet di 150.000 titik di daerah pelosok yang tidak terjangkau kabel serat optik dalam proyek Palapa Ring, yaitu Satelit Nusantara Satu milik PSN dan empat satelit asing.

Di samping itu, hingga akhir 2020 pemerintah juga akan menggeber pembangunan 4.000 base transceiver station (BTS) BAKTI Sinyal di daerah 3T yang selama ini tidak dilirik operator telekomunikasi karena alasan bisnis. "Untuk target 4.000 BTS, sebanyak 500 BTS akan kami selesaikan sampai akhir tahun ini,” ujar Anang.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Batik Air Datangkan Pesawat Airbus A330-300CEO

Airbus A330-300CEO menjadi armada berbadan lebar perdana yang dipakai oleh Batik Air.

EKONOMI | 28 Oktober 2019

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 14.027 Per Dolar AS Sejalan Mata Uang Asia

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.017 Rp 14.028 per dolar AS.

EKONOMI | 28 Oktober 2019

Bursa Asia Ditutup Menguat, Eropa Dibuka Melemah

Nikkei 225 Jepang naik 0,3 persen ke 22.867,27, indeks Topix Tokyo datar di 1.648,43, Hang Seng Hong Kong naik 0,84 persen ke 26.891,26.

EKONOMI | 28 Oktober 2019

IHSG Ditutup Naik 0,20% ke 6.265

Sebanyak 180 saham menguat, 213 saham melemah, dan 170 saham stagnan.

EKONOMI | 28 Oktober 2019

V2 Indonesia Buka Kantor Pusat di Lippo Thamrin

Lippo Thamrin merupakan menara kantor grade A satu-satunya di kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

EKONOMI | 28 Oktober 2019

Menteri Edhy: Tugas Saya Buat Nelayan Tersenyum

Edhy Prabowo menginstruksikan para dirjen, hingga kepala badan, jangan menghambat nelayan kecil mencari ikan di laut.

EKONOMI | 28 Oktober 2019

Hipmi Jaya Gandeng APPI Kembangkan Bisnis Pesepak Bola

Hipmi Jaya akan berbagi pengalaman kepada pesepak bola untuk menjadi pengusaha.

EKONOMI | 28 Oktober 2019

Pencegahan Bom Ikan di TPK Gili Balu Harus Ditingkatkan

COREMAP-CTI ADB dilaksanakan di tiga kawasan konservasi perairan Indonesia.

NASIONAL | 28 Oktober 2019

Siang Ini, Rupiah Menguat Sejalan Mata Uang Asia

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.017-Rp 14.027 per dolar AS.

EKONOMI | 28 Oktober 2019

Bursa Asia Siang Ini Dilanda Aksi Beli Saham

Adapun indeks Hang Seng di Hong Kong naik 279,2 (1,05 persen) mencapai 26.947.

EKONOMI | 28 Oktober 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS