Pemain Industri Kaca dari 14 Negara Ramaikan Glasstech Asia 2019
INDEX

BISNIS-27 496.112 (7.49)   |   COMPOSITE 5571.66 (81.11)   |   DBX 1025.31 (6.73)   |   I-GRADE 161.222 (3.23)   |   IDX30 481.63 (9.32)   |   IDX80 126.239 (2.53)   |   IDXBUMN20 347.718 (10.77)   |   IDXG30 131.769 (1.75)   |   IDXHIDIV20 428.361 (9.36)   |   IDXQ30 139.975 (2.43)   |   IDXSMC-COM 236.298 (3.68)   |   IDXSMC-LIQ 285.496 (7.48)   |   IDXV30 117.12 (3.63)   |   INFOBANK15 959.319 (10)   |   Investor33 418.313 (5.87)   |   ISSI 162.317 (3.18)   |   JII 593.683 (14.31)   |   JII70 203.182 (4.77)   |   KOMPAS100 1131.88 (19.93)   |   LQ45 884.897 (16.77)   |   MBX 1547.61 (24.33)   |   MNC36 311.774 (4.65)   |   PEFINDO25 293.783 (7.19)   |   SMInfra18 273.756 (10.1)   |   SRI-KEHATI 356.906 (5.42)   |  

Pemain Industri Kaca dari 14 Negara Ramaikan Glasstech Asia 2019

Kamis, 14 November 2019 | 14:41 WIB
Oleh : Lona Olavia / FER

Tangerang, Beritasatu.com - Sebanyak 124 pelaku usaha dari 14 negara akan meramaikan Glasstech Asia 2019. Pameran produk dan teknologi terkini industri kaca tahunan ke-17 ini, akan digelar bersama Fenestration Asia 2019 ke-4 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, pada 12-14 November 2019.

Perhelatan yang diselenggarakan oleh Conference & Exhibition Management Services (CEMS) dan Singapore Glass Association (SGA) ini akan dipandu oleh Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP) bermitra dengan Royalindo Convention International.

Baca Juga: Kapasitas Industri Kaca Lembaran Naik 210.000 Ton

Siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Kamis (14/11), menyebutkan, selama tiga hari acara berlangsung, pelaku usaha juga dapat bertukar informasi mengenai perkembangan terbaru dan tantangan yang dihadapi industri, sembari memanfaatkan pasar Indonesia yang berkembang bersama negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Diharapkan, sebanyak 5.000 pengunjung, pengusaha, dan delegasi konferensi dari Indonesia dan Asia Tenggara ikut memeriahkan Glasstech Asia 2019.

Selain itu, Glasstech Asia 2019 diharapkan menjadi pusat pengetahuan para pelaku usaha untuk menghadirkan bahan bangunan yang ramah lingkungan, termasuk kaca lembaran.

Baca Juga: Industri Kaca Alat Farmasi dan Kesehatan Tambah Kapasitas

Menurut laporan Research and Markets 2018, permintaan kaca hemat energi di Indonesia diperkirakan bertumbuh (CAGR) 13,1 persen per tahun pada periode 2019-2025. Selama periode tersebut, pasar berpotensi meraup penjualan US$ 106,70 juta pada 2025 atau meningkat dibanding US$ 50,13 juta pada 2019.

Asia Pasifik diperkirakan masih menjadi pemimpin pasar industri kaca lembaran dengan pangsa pasar 60 persen hingga 65 persen pada 2014 lalu. Terlebih, kaca lembaran banyak digunakan oleh pelaku industri otomotif dan konstruksi di kawasan Asia Pasifik.

Namun, urbanisasi dan pertumbuhan sektor real estate di negara-negara berkembang, seperti Indonesia, India, Vietnam, dan Thailand, juga disebut ikut mendongkrak pasar permintaan kaca lembaran.

Pangsa pasar Asia Pasifik untuk kaca lembaran ditargetkan terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya, terutama di
Tiongkok, India, dan Asia Tenggara.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Gantikan Karet, Sawit Kini Jadi Penopang Ekonomi Sulbar

Jika ingin menghentikan perekonomian Sulbar, sebenarnya mudah. Hentikan saja perkembangan industri kelapa sawit.

EKONOMI | 14 November 2019

Perusahaan Komponen Otomotif Ini Perkuat Pasar AS

Perseroan pada 2020 menargetkan ekspor sebesar Rp 55 miliar ke India dan AS atau naik hampir dua kali lipat.

EKONOMI | 14 November 2019

Nabel Sakha Gelar Customer Gathering di Tangerang

Rangkaian mesin produksi berjalan maksimal.

EKONOMI | 13 November 2019

BRIsyariah Gandeng Mitranya untuk Perluas Akses Layanan

Kerja sama ini bertujuan mendukung program pemerintah dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR)

EKONOMI | 14 November 2019

Presiden Jokowi Serahkan DIPA Tahun Anggaran 2020

Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin menyerahkan DIPA kepada kementerian dan lembaga di Istana Negara Jakarta, Kamis (14/11/2019).

EKONOMI | 14 November 2019

BTP Gabung di BUMN, Presiden Jokowi: Kita Tahu Kinerjanya

Presiden Jokowi mengakui kinerja Basuki Thahaja Purnama alias BTP sehingga layak memimpin salah satu BUMN.

EKONOMI | 14 November 2019

Urus BUMN, Erick Thohir Butuh Pendobrak Seperti Ahok

Erick Thohir memastikan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memimpin salah satu BUMN karena figur pendobrak seperti dia sangat dibutuhkan.

EKONOMI | 14 November 2019

Sesi I, IHSG Merosot 1% ke 6.080

Sebanyak 114 saham menguat, 258 melemah, dan 132 stagnan.

EKONOMI | 14 November 2019

Rupiah Melemah ke Rp 14.102,5 Siang Ini

Rupiah berada di level Rp 14.102,5 per dolar AS atau terdepresiasi 24 poin (0,17 persen).

EKONOMI | 14 November 2019

Jokowi: BTP Berpeluang Pimpin BUMN

“Direksi atau komisaris, bisa dua-duanya, tetapi pakai proses seleksi. Masih dalam proses,” kata Presiden Jokowi.

EKONOMI | 14 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS