REI DKI Fokus Garap Pasar Milenial
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

REI DKI Fokus Garap Pasar Milenial

Rabu, 20 November 2019 | 23:14 WIB
Oleh : Imam Muzakir / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) DKI Jakarta menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2019, di Hotel InterContinental, Jakarta Pondok Indah, Rabu (20/11/2019). Salah satu fokus Rakerda ini adalah, membahas masalah kalangan milenial untuk memiliki hunian.

Ketua DPD REI DKI Jakarta Amran Nukman dalam sambutannya mengatakan, Rakerda sebagai aktivitas dan mengevalusi kegiatan yang sudah berjalan dan membuat rencana kegiatan DPD REI DKI Jakarta ke depan.

"Banyak tantangan yang dihadapi pengembang ke depan ditengah belum pulihnya bisnis properti yang lesu sejak beberapa tahun terakhir. Karena itu REI DKI Jakarta harus membuat terobosan untuk menggairahkan kembali bisnis properti. Salah satunya, menggarap pasar milenial yang dinilai memiliki potensi sangat besar,” kata Amran Nukman, disela acara pembukaan Rakerda.

Terkait rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan, Amran menilai, hal tersebut tidak akan berdampak signifikan terhadap pasar properti di Jakarta. Pasalnya, banyak pengembang besar yang sudah investasi triliunan rupiah di Jakarta, tidak akan langsung pindah ke Kalimantan.

"Saya kira meski ibu kota pindah, Jakarta tetap akan menjadi kota bisnis terbesar di Indonesia, ribuan triliun sudah tertanam di Jakarta ini dan tidak mudah untuk pindah,” kata Amran.

Menurutnya, dampak pergesaran pasar properti di Jakarta belum terasa. Bahkan di Kalimantan yang terasa adalah kenaikan harga tanah saja.

"Jadi, Jakarta sebagai kota bisnis masih tetap besar, meski tantangan juga cukup besar," tandas Amran.



Sumber:Investor Daily

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Lippo Tower Masuki Tahap Topping Off

Setelah lakukan topping off, proyek perkantoran ini diharapkan dapat diserahterimakan kepada konsumen pada akhir 2020.

EKONOMI | 20 November 2019

Pemerintah Targetkan Redistribusi Tanah 3,9 Juta Ha

Tanah yang dibagi atau redistribusi diambil dari berbagai sektor.

EKONOMI | 20 November 2019

Erick Thohir Bahas Peningkatan Kerja Sama dengan Jepang

Selain kerja sama dalam hal infrastruktur, kedua negara juga memiliki peluang kerja sama di bidang lain.

EKONOMI | 20 November 2019

Lima Tahun Terakhir, Dana Kelolaan ETF Naik 4 Kali Lipat

Dari hanya Rp 2,6 triliun pada awal tahun 2015 menjadi Rp 15 triliun per 14 November 2019.

EKONOMI | 20 November 2019

Jokowi Sebut Orang Kaya Berasal dari Sektor Pertambangan

Tidak hanya di dunia, di Indonesia juga orang-orang kaya, itu berasal dari pertambangan.

EKONOMI | 20 November 2019

BTN Buka Kantor Cabang Syariah ke-25 di Kendari

Selama 2018, pertumbuhan sektor real estate di Kendari masih berada di level 1,8%.

EKONOMI | 20 November 2019

Presiden: Hilirisasi Tambang Solusi Atasi Defisit Neraca Perdagangan

Semua problem defisit bisa diselesaikan hanya dalam waktu 3 tahun.

EKONOMI | 20 November 2019

Dialihkan Jadi Direksi Korporasi, Ini Kata Eks Eselon I BUMN

Restrukturisasi ini adalah bagian dari tour of duty.

EKONOMI | 20 November 2019

Garap Segmen Institusi, Penjualan Hand Sanitizer Enesis Tumbuh 22%

Dalam tempo enam bulan segmen B2B telah memberikan kontribusi sebesar 10% terhadap total penjualan produk hand sanitizer Enesis.

EKONOMI | 20 November 2019

Jokowi: Pembangkit Batu Bara Masih Dibutuhkan

Untuk memenuhi defisit tenaga listrik di negeri ini.

EKONOMI | 20 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS