Realisasi Lifting Migas Hanya Capai 90,5% dari Target APBN
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

Realisasi Lifting Migas Hanya Capai 90,5% dari Target APBN

Kamis, 9 Januari 2020 | 20:33 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyampaikan realisasi produksi minyak dan gas (migas) siap jual atau lifting di 2019 yang meleset dari target APBN 2019.

Presiden Instruksikan Dirut Pertamina Pangkas Impor Migas

Tercatat realisasi lifting migas pada 2019 sebesar 1,806 juta BOEPD (Barel Oil Equivalent Per Day). Capaian ini lebih rendah dari tahun sebelumnya yang mencapai angka 1,917 juta BOEPD.

"Realisasi lifting migas mencapai 90,5 persen dari target APBN 2019 yang sebesar 2,025 juta BOEPD. Namun, realisasi ini sudah mencapai 101,1 persen dari Work Program and Budget (WP&B) 2019," kata Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, di acara konferensi pers SKK Migas mengenai capaian 2019 dan rencana 2020, di Jakarta, Kamis (9/1/2020).

Rincian dari realisasi lifting migas 2019 adalah lifting minyak 746.000 BOPD (Barrel Oil Per Day) atau 96,3 persen dari target APBN 2019 dan 102,3 persen dari WP&B 2019. Sementara lifting gas mencapai 5.934 MMSCFD atau 84,5 persen dari target APBN 2019 dan 99,9 persen dari WP&B 2019.

Pengendalian Impor Migas Harus Diperkuat

Dwi menjelaskan, ada beberapa faktor yang membuat lifting migas di 2019 meleset dari target APBN. Dari sisi minyak bumi,menurut Dwi produksi minyak 2019 terdampak sejumlah peristiwa kebocoran seperti di Blok Cepu yang bila dihitung berkurang 2.900 barel per hari.

Kemudian masalah kebocoran dan kelistrikan di Blok Offshore Southeast Sumatra (OSES) milik Pertamina Hulu Energi (PHE), hingga dampak kebakaran hutan di Riau yang mengganggu produksi.

"Untuk lifting minyak, kita sebetulnya punya potensi capai 752.000 barrel per hari, tetapi ada beberapa faktor yang membuat terjadi pengurangan,” kata Dwi.

Sementara itu, kekurangan lifting gas salah satunya diakibatkan oleh persoalan harga gas dunia yang sangat rendah di 2019. Lifting gas juga terdampak oleh insiden kebocoran gas di sumur migas lepas Pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).

Dalam APBN 2020, Lifting migas pada tahun ini ditargetkan mencapa 1,946 juta BOEPD. Untuk meningkatkan produksi di 2020, Dwi memaparkan beberapa strategi yang akan dijalankan SKK Migas antara lain mempertahankan tingkat produksi eksisting yang tinggi, transformasi sumber daya ke produksi, mempercepat Chemical enhanced oil recovery (EOR), hingga melakukan eksplorasi untuk penemuan besar.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Bea Cukai Tangkap Barang Pemalsuan Merek

Penindakan dilakukan terhadap barang impor berupa 858.240 buah ballpoint yang ditaksir nilainya mencapai Rp 1.019.160.000.

EKONOMI | 9 Januari 2020

Erick Thohir Akan Gabungkan Semua Rumah Sakit BUMN

Seluruh rumah sakit anak usaha BUMN akan digabungkan dalam sebuah holding dalam rangka meningkatkan pelayanan rumah sakit.

EKONOMI | 9 Januari 2020

Kemhub Sediakan Subsidi Angkutan Udara Perintis Rp 500 Miliar

Sudah ada 82% kontrak angkutan udara perintis ditanda tangani dan selesai per hari ini

EKONOMI | 9 Januari 2020

Rupiah Ditutup Menguat 46 Poin Sejalan Mata Uang Asia

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 13.848 Rp 13.868 per dolar AS.

EKONOMI | 9 Januari 2020

Sektor Pertanian Picu IHSG Ditutup Naik 48 Poin

Sebanyak 202 saham menguat, 191 saham melemah, dan 150 saham stagnan.

EKONOMI | 9 Januari 2020

Fokus Garap Segmen Milenial, BTN Siapkan Lima Strategi Bisnis

Pada 2020, perseroan juga akan menerapkan bisnis model yang baru yang lebih berfokus pada ritel serta wholesale funding.

EKONOMI | 9 Januari 2020

Manulife Perkuat Layanan Digital

Manulife Indonesia memperkuat layanan digital dengan menghadirkan tiga layanan pada awal tahun 2020.

EKONOMI | 9 Januari 2020

Aksi Beli Warnai Mayoritas Bursa Asia Siang Ini

Adapun indeks Hang Seng di Hong Kong naik 324,9 (1,16 persen) mencapai 28.412,

EKONOMI | 9 Januari 2020

Siang Ini, Rupiah Menguat Sejalan Mata Uang Asia

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 13.851-Rp 13.867 per dolar AS.

EKONOMI | 9 Januari 2020

Amar Bank Sukses Melantai di Bursa

Amar Bank sukses melantai di Bursa Efek Indonesia dengan jumlah nilai penawaran umum perdana saham secara keseluruhan adalah sebanyak Rp209,885 miliar.

EKONOMI | 9 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS