Pimpin Ratas, Jokowi Bahas 4 Strategi Bidang Keuangan
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Pimpin Ratas, Jokowi Bahas 4 Strategi Bidang Keuangan

Selasa, 28 Januari 2020 | 16:36 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas (ratas) yang membahas strategi nasional (stranas) keuangan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (28/1/2020).

"Ratas kali ini, kita akan berbicara mengenai Stranas Keuangan. Kita tahu literasi keuangan kita telah meningkat dari 29,7 persen di 2016 menjadi 38,03 persen di 2019,” kata Jokowi.

Memang meningkat, lanjut Presiden, tetapi angkanya masih rendah. Begitu juga dengan indeks inklusi keuangan dari 67,8 persen di 2016 menjadi 76,19 persen di 2019.

"Saya ingin bandingkan inklusi keuangan di negara lain. Di Asean saja, Singapura sampai 98 persen. Kita masih di angka 70 persen, Malaysia 85 persen, Thailand 82 persen. kita masih di bawah mereka sedikit,” ujar Jokowi.

Jokowi menekankan empat hal yang dibahas dalam ratas kali ini. Pertama, prioritaskan perluasan kemudahan akses layanan keuangan formal di seluruh lapisan masyarakat.

"Selain itu, juga saya minta lembaga keuangan mikro terus diperluas dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang tidak terjangkau oleh layanan perbankan,” terang Jokowi.

Kedua, layanan keuangan digital berbasis internet. Menurut Jokowi, layanan keuangan digital harus terus dikembangkan. Pasalnya, Indonesia merupakan negara kepulauan sehingga memerlukan layanan keuangan digital yang berbasis internet.

Hal ini didukung oleh tingkat penetrasi pengguna internet yang relatif tinggi, yaitu 64,8 persen atau kurang lebih sekarang ada sebanyak 170 juta orang dari total populasi penduduk Indonesia yang menggunakan internet.

"Saya melihat fintech, digitalisasi keuangan bisa jadi alternatif pembiayaan mudah dan cepat. Tercatat outstanding pinjaman kredit fintech yang mencapai Rp 12,18 triliun atau naik 141 persen di November 2019,” ungkap Jokowi.

Kemudian, hal ketiga yang akan dibahas, lanjut Jokowi, diperlukan perluasan akses keuangan formal, yaitu pendalaman sektor jasa keuangan. Dengan menggali potensi jasa keuangan nonbank, asuransi, pasar modal, dana pensiun.

"Manfaatkan uang-uang yang ada. Sehingga ekonomi nasional dapat tertolong dari aktivitas investor-investor domestik,” jelas Jokowi.

Terakhir, perlindungan nasabah dan konsumen. Sehingga masyarakat mudah, aman dan nyaman mengakses keuangan formal. "Kepercayaan masyarakat merupakan hal yang terpenting dan mutlak bagi industri jasa dan keuangan," tegas Jokowi.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 13.644

Rupiah berada di level Rp 13.644 per dolar AS atau terdepresiasi 29 poin (0,21 persen).

EKONOMI | 28 Januari 2020

IHSG Ditutup Melemah ke 6.111

nvestor asing mencatat aksi jual sebesar Rp 469,29 miliar.

EKONOMI | 28 Januari 2020

GMF Aero Asia Bidik Laba Bersih Tumbuh 10%

Posisi Garuda Maintenance Facility Aero Asia sebagai pemain utama dalam jasa MRO di Asia maupun global menjadi modal kuat untuk terus tumbuh.

EKONOMI | 28 Januari 2020

Lippo Karawaci Tutup Atap Eastern Tower Embarcadero Bintaro

Embarcadero Bintaro hadir dengan visi baru The Connected District.

EKONOMI | 28 Januari 2020

Realisasi Investasi Tiongkok ke Indonesia Sementara Ini Masih Normal

Dampak virus korona terhadap investasi baru bisa diukur dampaknya pada akhir Februari mendatang.

EKONOMI | 28 Januari 2020

Sesi I, IHSG Melemah 0,99% ke 6.072

Investor asing mencatat aksi jual sebesar Rp 299,51 miliar.

EKONOMI | 28 Januari 2020

Rupiah Masih Tertekan di Kisaran Rp 13.650

Rupiah berada di level Rp 13.656,5 per dolar AS atau terdepresiasi 41,5 poin (0,3 persen).

EKONOMI | 28 Januari 2020

BKPM Arahkan Perusahaan PMA Listing di BEI

Bahlil menargetkan dari sekitar 26.000 penanaman modal asing (PMA) yang masuk, 1 persen-2 persen di antaranya bisa listing di BEI.

EKONOMI | 28 Januari 2020

Rupiah Melemah ke Rp 13.650 Pagi Ini

Rupiah berada di level Rp 13.612 per dolar AS atau terdepresiasi 29,5 poin (0,02 persen).

EKONOMI | 28 Januari 2020

Di Tengah Tekanan Virus Korona, Valbury Rekomendasikan Saham-saham Ini

Valbury merekomendasikan beli saham UNVR, GGRM, BMRI, BBNI, ASII, ADRO.

EKONOMI | 28 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS