Pandemi Covid-19 Memukul Bisnis di Sektor Transportasi
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Pandemi Covid-19 Memukul Bisnis di Sektor Transportasi

Jumat, 10 April 2020 | 18:09 WIB
Oleh : Thresa Sandra Desfika / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi virus corona (Covid-19) telah menekan bisnis di sektor transportasi nasional dan merata di seluruh moda transportasi.

Baca: Kadin Usulkan Insentif Usaha Transportasi

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Perhubungan telah melakukan rapat dengan para pelaku usaha transportasi yang berada di bawah naungannya. Dari rapat tersebut, disimpulkan dampak pandemi Covid-19 ini terasa di banyak aspek pada bisnis transportasi.

"Dari rapat yang telah kami gelar, dapat disimpulkan masing-masing moda sudah mulai terdampak dari pandemi Covid-19 ini," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perhubungan, Carmelita Hartoto, dalam keterangan resmi yang diterima Beritasatu.com, di Jakarta, Jumat (10/4/2020).

Carmelita mengatakan, moda transportasi darat terdampak dari kebijakan social distancing dan physical distancing. Kebijakan yang ditindaklanjuti dengan sosialisasi masif kepada masyarakat untuk bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan beribadah dari rumah, sekaligus penutupan lokasi wisata telah membatasi pergerakan masyarakat di luar rumah.

Baca: INSA Minta Optimalisasi Tol Laut Libatkan Semua Pihak

"Pelaku usaha sangat memahami tujuan dari kebijakan tersebut. Hanya saja, di saat bersamaan terjadi penurunan omzet angkutan jalan sejak dua bulan lalu," jelasnya.

Menurut Carmelita, Kadin Indonesia Bidang Perhubungan mencatat penurunan omzet angkutan barang telah mencapai 25 persen hingga 50 persen. Sedangkan penurunan pada angkutan penumpang telah mencapai 75 persen hingga 100 persen pada seluruh moda, baik moda angkutan antarkota maupun angkutan perkotaan non-PSO. Bahkan kemerosotan omzet untuk angkutan pariwisata telah mencapai 100 persen.

"Kondisi penurunan omzet diprediksi justru akan lebih parah pada enam bulan ke depan. Hal ini seiring perpanjangan masa darurat pandemi Covid-19 hingga 29 Mei 2020," tandasnya.

Baca: Kadin Minta Pemerintah Beri Stimulus hingga Rp 1.600 T

Jika kondisi ini masih berkepanjangan dan iklim bisnis belum dapat kembali pada setahun ke depan, maka diprediksi akan banyak pelaku usaha angkutan jalan yang akan gulung tikar.

Di moda transportasi udara, lanjut Carmelita, penurunan frekuensi sudah sejak awal 2020. Di awali penutupan rute ke Tiongkok, kemudian dilanjutkan penutupan rute ke Saudi Arabia dan Korea Selatan (Korsel), ditambah tidak adanya kegiatan bepergian atau traveling telah menekan pendapatan operator maskapai antara 20 persen hingga 50 persen.

"Bukan hanya perusahaan yang mengalami kesulitan, tentu karyawan perusahaan penerbangan yang berjumlah puluhan ribu ini dapat terkena dampak perumahan,” sebut Carmelita.

Baca: Soal Lockdown, Kadin Ikuti Pemerintah

Carmelita menyebutkan, pandemi Covid-19 juga mengganggu cash flow perusahaan moda transportasi laut. Kondisi keuangan perusahaan moda transportasi laut akan mengalami negative cash flow. Kinerja moda transportasi laut per Maret 2020 mengalami penurunan sekitar 15 persen dan diperkirakan kondisi ini semakin menurun sampai beberapa bulan ke depan akibat penurunan distribusi.

Di sisi lain, account receivable atau catatan piutang perusahaan moda transportasi laut juga mengalami peningkatan akibat pelanggan jasa angkutan laut yang belum dapat membayar tagihannya.

"Tidak banyak yang bisa dilakukan para pelaku usaha transportasi nasional saat ini, maka diharapkan segera ada stimulus agar meringankan sedikit beban berat pelaku usaha transportasi nasional," tandas Carmelita.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Dampak Covid-19, Inaca Apresiasi Relaksasi untuk Industri Penerbangan

Inaca mengajukan permohonan relaksasi kepada stakeholders penerbangan dalam menghadapi tantangan imbas pandemi virus corona.

EKONOMI | 10 April 2020

PSBB, Bandara Soetta dan Halim Tetap Beroperasi

AP II juga memastikan ketersediaan transportasi publik khususnya angkutan darat bagi pekerja maupun penumpang pesawat.

EKONOMI | 10 April 2020

Dampak Covid-19, Kadin Minta Pemerintah Beri Stimulus hingga Rp 1.600 T

Dari stimulus Rp 1.600 triliun, sebanyak Rp 600 triliun untuk jaring pengaman sosial, Rp 400 triliun untuk dana kesehatan, dan Rp 600 triliun untuk perbankan.

EKONOMI | 10 April 2020

Sebagian Besar Pasar Modal Libur, Bursa Asia Mixed

Bursa Asia dibuka mixed pada perdagangan hari ini. Mayoritas pasar modal ditutup karena libur Paskah.

EKONOMI | 10 April 2020

Hadapi Covid-19: The Fed Siapkan US$ 2,3 T, UE Rogoh Kocek 500 M Euro

The Fed mengumumkan kebijakan senilai US$ 2,3 triliun untuk UKM dan pemerintahan lokal

EKONOMI | 10 April 2020

IMF: Pandemik Corona Bisa Picu Resesi Terburuk sejak Depresi Besar

Resesi akibat wabah virus corona bisa menjadi yang terburuk sejak Depresi Besar pada 1929-1930.

EKONOMI | 10 April 2020

Atasi Oversupply, OPEC+ Setuju Kurangi Produksi 10 Juta BPH

OPEC setuju untuk memangkas produksi sebesar 10 juta barel per hari. Harga minyak tetap turun karena deal OPEC di bawah ekspektasi.

EKONOMI | 10 April 2020

Wall Street Menguat, S&P 500 Naik 14% dalam Sepekan

Bursa Amerika Serikat atau Wall Street menguat signifikan setelah the Federal Reserve mengumumkan detail kebijakan untuk menghadapi dampak Covid-19.

EKONOMI | 10 April 2020

Pertamina EP Asset 4 Berhasil Stabilisasi CPP Gas Gundih

Saat ini, operasi di CPP Gundih dan sumur gas sudah dilakukan shutdown untuk proses stabilisasi.

EKONOMI | 9 April 2020

Usaha Jasa Pengendalian Hama Ikut Terdampak Covid-19

Covid-19 mengurangi produk pemberantasan hama.

EKONOMI | 9 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS