Pembeli Saham Bisnis UMKM di Santara Akan Tercatat di KSEI
INDEX

BISNIS-27 496.112 (7.49)   |   COMPOSITE 5571.66 (81.11)   |   DBX 1025.31 (6.73)   |   I-GRADE 161.222 (3.23)   |   IDX30 481.63 (9.32)   |   IDX80 126.239 (2.53)   |   IDXBUMN20 347.718 (10.77)   |   IDXG30 131.769 (1.75)   |   IDXHIDIV20 428.361 (9.36)   |   IDXQ30 139.975 (2.43)   |   IDXSMC-COM 236.298 (3.68)   |   IDXSMC-LIQ 285.496 (7.48)   |   IDXV30 117.12 (3.63)   |   INFOBANK15 959.319 (10)   |   Investor33 418.313 (5.87)   |   ISSI 162.317 (3.18)   |   JII 593.683 (14.31)   |   JII70 203.182 (4.77)   |   KOMPAS100 1131.88 (19.93)   |   LQ45 884.897 (16.77)   |   MBX 1547.61 (24.33)   |   MNC36 311.774 (4.65)   |   PEFINDO25 293.783 (7.19)   |   SMInfra18 273.756 (10.1)   |   SRI-KEHATI 356.906 (5.42)   |  

Pembeli Saham Bisnis UMKM di Santara Akan Tercatat di KSEI

Selasa, 28 April 2020 | 18:45 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Santara sebagai perusahaan layanan urun dana atau equity crowdfunding (ECF) resmi menjalin kerja sama dengan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Baca: Santara, Platform Urun Dana Pertama Raih Izin OJK

Kerja sama tersebut terjalin sebagai tindak lanjut atas terbitnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 37/POJK.4/2018 tentang Layanan Urun Dana Melalui Penawaran Saham Berbasis Teknologi lnformasi.

Melalui POJK tersebut, penyelenggara layanan urun dana (ECF) wajib melakukan penitipan efek pada lembaga penyimpanan dan penyelesaian di pasar modal yaitu KSEI.

"Sebagai perusahaan yang diawasi OJK, Santara berusaha untuk memenuhi semua regulasi yang berlaku. Selain agar aktivitas usaha tetap ada di lingkup ketentuan yang berlaku, juga menjadi praktik tata kelola perusahaan atau GCG yang baik di internal,” kata Chief Business Officer Santara, Krishna T Wijaya, melalui keterangan resmi yang diterima Beritasatu.com, Selasa (28/4/2020).

Baca: KSEI, BP Tapera dan BRI Teken MoU Tapera

Dalam layanan ECF, KSEI berperan sebagai tempat pendaftaran efek ECF yang diterbitkan tanpa warkat. Dengan didaftarkannya efek ECF tersebut di KSEI, seluruh kepemilikan efek ECF akan dicatatkan di dalam rekening efek atas nama investor ECF yang dikelola oleh KSEI.

Sementara, penyelenggara ECF seperti Santara berperan sebagai penyedia platform yang mempertemukan pencari modal dan calon pemodal.

Setelah melakukan penyelesaian proses administratif, Santara dan KSEI selanjutnya akan melakukan tahapan penyesuaian teknis dalam beberapa periode ke depan.

Baca: Santara Jalin Sinergi dengan Kemkop dan UKM

Pemodal akan mendapat akses lebih mudah untuk mendapat data mutasi dan data kepemilikan efek. Pemodal juga jadi lebih mudah untuk melakukan konsolidasi laporan portfolio miliknya.

Selain itu, bagi masyarakat yang baru memulai investasi juga bisa mendapatkan single investor identification (SID) layaknya investor di pasar modal.

Tercatat hingga minggu ke-1 bulan April 2020, Santara telah mengumpulkan dana sebesar Rp 40 miliar yang disalurkan kepada 34 penerbit dengan jumlah member terdaftar lebih dari 104.036 orang. Pertumbuhan ini menjadikan Santara market leader di industri ECF saat ini, jika dibandingkan dengan ECF lainnya.

Baca: OJK Pangkas Jam Perdagangan di Bursa

"Pertumbuhan yang positif ini, selain menjadi pelecut semangat Santara untuk harus tumbuh lebih baik lagi, juga menyisakan harapan, agar proses bisnis layanan urun dana yang dijalankan oleh Santara ini dapat memberikan kebermanfaatan secara lebih luas bagi pelaku UMKM di Indonesia," kata CEO Santara, Avesena Reza.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

OJK: 370.000 Debitur Ajukan Restrukturisasi Kredit

OJK mencatat hingga 28 April 2020 sudah ada sebanyak 370.000 debitur yang telah mengajukan keringanan pembayaran cicilan dengan outstanding Rp 26 triliun.

EKONOMI | 28 April 2020

Kementerian Perindustrian: Industri Aneka Alami Penurunan Produksi Akibat Covid-19

Kementerian Perindustrian mengatakan sektor industri aneka yang terimbas antara lain adalah industri alat musik, industri alat olahraga, dan industri alat tulis

EKONOMI | 28 April 2020

Layani Pebisnis, Grup Lion Air Kembali Buka Penerbangan Domestik Mulai 3 Mei

Rencana operasional Lion Air Grup akan melayani rute-rute penerbangan dalam negeri termasuk kota atau destinasi berstatus PSBB dan zona transmisi lokal.

EKONOMI | 28 April 2020

Kuartal I, Bank BJB Catat Laba Rp 418 Miliar

Sektor kredit tumbuh 9,1 persen y-o-y menjadi Rp 82,7 triliun atau di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional 6,09 persen.

EKONOMI | 28 April 2020

Bursa Asia Ditutup Bervariasi, Harga Minyak Anjlok ke US$ 10

Bursa Asia ditutup mixed pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (28/4/2020). Harga minyak terus melemah akibat kekhawatiran akan oversupply.

EKONOMI | 28 April 2020

Kurs Rupiah Terdepresiasi ke Rp 15.445 per Dolar

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan sore hari ini, Selasa (28/4/2020), terdepresiasi ke kisaran Rp 15.400 per dolar AS.

EKONOMI | 28 April 2020

Investor Asing Lepas Saham, IHSG Justru Menguat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,36 persen ke kisaran 4.529,55 pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (28/4/2020).

EKONOMI | 28 April 2020

Kementerian Perdagangan Patok HET Gula di Rp 12.500

Kementerian Perdagangan memastikan pasokan stok gula pasir akan cukup dan harganya masih akan sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) di Rp 12.500 per kg.

EKONOMI | 28 April 2020

Atasi Defisit Pangan Akibat Covid-19, Distribusi dan Produksi Harus Berjalan

Distribusi pangan harus berjalan supaya daerah yang mengalami defisit pangan/kebutuhan pokok dapat disuplai melalui distribusi dari daerah yang surplus.

EKONOMI | 28 April 2020

Jokowi: Beberapa Daerah Mulai Alami Defisit Pangan

Presiden Jokowi mengatakan sudah ada beberapa daerah yang mengalami defisit pangan di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

EKONOMI | 28 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS