Kadin Jatim Ajak Perusahaan Terapkan Protokol Covid-19 dengan Ketat
INDEX

BISNIS-27 503.107 (8.47)   |   COMPOSITE 5679.25 (80.67)   |   DBX 1039.52 (14.71)   |   I-GRADE 166.189 (3.47)   |   IDX30 492.322 (9.09)   |   IDX80 129.082 (2.66)   |   IDXBUMN20 363.759 (7.86)   |   IDXG30 133.243 (2.59)   |   IDXHIDIV20 440.08 (10.13)   |   IDXQ30 143.762 (2.86)   |   IDXSMC-COM 242.127 (2.51)   |   IDXSMC-LIQ 293.644 (5.57)   |   IDXV30 123.61 (3.35)   |   INFOBANK15 979.67 (10.23)   |   Investor33 423.592 (6.88)   |   ISSI 165.745 (2.98)   |   JII 604.859 (14.26)   |   JII70 207.745 (4.44)   |   KOMPAS100 1155.02 (20.8)   |   LQ45 903.46 (17.32)   |   MBX 1578.72 (22.44)   |   MNC36 316.411 (5.51)   |   PEFINDO25 310.113 (3.58)   |   SMInfra18 286.549 (5.46)   |   SRI-KEHATI 362.507 (5.51)   |  

Kadin Jatim Ajak Perusahaan Terapkan Protokol Covid-19 dengan Ketat

Kamis, 7 Mei 2020 | 23:55 WIB
Oleh : Amrozi Amenan / FER

Surabaya, Beritasatu.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim mengajak seluruh perusahaan di Jatim menerapkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19 secara ketat.

Baca: Kadin Jatim dan Aptiknas Dorong Bisnis UMKM Tetap Jalan

"Kita meminta mereka menjalankan SOP tentang pencegahan penularan virus corona, mulai dengan menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer, pemakaian masker dan menata jarak duduk saat bekerja sesuai dengan aturan physical distancing,” kata Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto, di Surabaya, Kamis (7/6/2020).

Menurut Adik, ajakan tersebut menyusul sejumlah perusahaan dan pusat perbelanjaan di Jatim yang terpaksa menutup usahanya untuk sementara setelah diketahui ada sebagian karyawan atau pedagang yang terpapar Covid-19.

"Kita berharap tidak akan ada karyawan lagi yang terpapar Covid-19, sehingga tidak akan ada lagi pabrik yang menutup sementara," ungkap Adik.

Baca: Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik Sepakat Berlakukan PSBB

Adik juga meminta pemerintah untuk melakukan komunikasi secara intensif dengan dunia usaha, terutama kalangan industri manufaktur yang menyerap banyak tenaga kerja, agar mereka tidak mudah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) selama masa krisis akibat pandemi Covid-19.

Selain itu, pemerintah juga perlu memberikan bantuan sosial (bansos), atau setidaknya menjadi mediator bagi mereka tentang skema yang bisa disepakati kedua belah pihak, yakni industri dan pekerja selama masa sulit akibat pandemi Covid-19. "Hal itu penting agar tidak ada gelombang PHK,” tambahnya.

Adik mengakui, situasi yang dihadapi dunia usaha saat ini cukup berat, teruma di sektor manufaktur dan sektor lain yang padat tenaga kerja. Namun demikian, PHK bukanlah pilihan yang tepat, bahkan hal itu bisa membuat krisis berkepanjangan dan ke depan akan dibutuhkan ongkos yang lebih mahal untuk pemulihannya.

Baca: Pandemi Covid-19, Industri di Jatim Terpukul

"Kita harus optimistis bahwa seberat apapun ujian akibat Covid-19 ini pasti akan berakhir. Maka itu aset perusahaan berupa SDM harus dipertahankan sekuat tenaga. Jangan sampai ada gelombang, PHK, justru pengusaha yang rugi. Biaya recovery ekonomi akan menjadi mahal," pungkasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kemnaker Harus Aktif Dekati Perusahaan Agar Bayar THR

Kemnaker harus aktif dekati perusahaan agar bayar THR.

EKONOMI | 7 Mei 2020

Pengembang Rumah MBR Harapkan Insentif Khusus

Sektor perumahan terutama perumahan menengah bawah dan subsidi MBR, terkena dampak cukup besar.

EKONOMI | 7 Mei 2020

Kempupera Pastikan Trans Sumatera Dukung Jalur Logistik

Kempupera memastikan infrastruktur jalan tol dan nasional fungsional untuk mendukung jalur logistik.

EKONOMI | 7 Mei 2020

Gandeng BJB, Bank Universal BPR Perkuat Likuiditas

Bank Universal BPR terus meningkatkan likuiditas dan kecukupan modal demi kenyamanan nasabah.

EKONOMI | 7 Mei 2020

Bandara Soetta Kembali Aktifkan Pos Pemeriksaan

Bandara Soetta tetap akan menjalankan protokoler kesehatan dan pelaksanaanya seseuai dengan imbauan pemerintah tentang pelarangan mudik.

EKONOMI | 7 Mei 2020

Tetap Beroperasi di Tengah Pandemi, Pertamina Lokomotif Perekonomian Nasional

Langkah Pertamina itu juga menahan terjadinya gelombang pemutusan hubungan kerja, yang tengah marak di tengah menurunnya aktivitas perekonomian.

EKONOMI | 7 Mei 2020

Andre Rosiade Pertanyakan Penunjukan Himbara sebagai Penyangga Likuiditas

Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra Andre Rosiade mempertanyakan penunjukan Himbara sebagai penyangga likuiditas perbankan.

EKONOMI | 7 Mei 2020

Perempuan Asal Manado Bangun Pabrik Vaksin Covid-19 Senilai US$ 1,2 Miliar

Investasi sebesar US$ 1,2 miliar (sekitar Rp 18 triliun) itu sangat signifikan di tengah kekhawatiran akan pelemahan ekonomi Indonesia akibat pandemi Covid-19.

EKONOMI | 7 Mei 2020

Lion Air Group Sesuaikan Operasional di Terminal Soetta dan Halim

Penerbangan domestik Lion Air dari Terminal 1A pindah ke Terminal 2E Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.

EKONOMI | 7 Mei 2020

10 Mei, Lion Air Group Kembali Beroperasi

Operasional Lion Air Group tetap menjalankan standar operasi.

EKONOMI | 7 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS