Perbarindo: Aset Industri BPR Tembus Rp 150 Triliun
INDEX

BISNIS-27 426.538 (9.14)   |   COMPOSITE 4842.76 (86.03)   |   DBX 923.5 (4.3)   |   I-GRADE 127.867 (2.68)   |   IDX30 404.318 (9.27)   |   IDX80 105.647 (2.39)   |   IDXBUMN20 263.312 (8.62)   |   IDXG30 113.239 (2.01)   |   IDXHIDIV20 361.834 (7.99)   |   IDXQ30 118.461 (2.52)   |   IDXSMC-COM 206.934 (2.87)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (4.81)   |   IDXV30 99.778 (2.72)   |   INFOBANK15 760.318 (20.93)   |   Investor33 353.585 (8.19)   |   ISSI 142.238 (2.16)   |   JII 514.346 (8.02)   |   JII70 174.038 (3.24)   |   KOMPAS100 945.162 (21.52)   |   LQ45 740.002 (16.7)   |   MBX 1338.07 (26.39)   |   MNC36 264.409 (6.09)   |   PEFINDO25 251.635 (6.23)   |   SMInfra18 228.656 (3.83)   |   SRI-KEHATI 297.818 (7.21)   |  

Perbarindo: Aset Industri BPR Tembus Rp 150 Triliun

Kamis, 21 Mei 2020 | 23:24 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) mendorong anggotanya, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS), untuk terus meningkatkan layanan kepada nasabah.

Baca Juga: Kemkop dan UKM Apresiasi Peran BPR Perkuat Modal UMKM

Ketua Perbarindo, Joko Suyanto, mengatakan, kehadiran BPR dan BPRS yang menyediakan beragam produk keuangan seperti perbankan lain ternyata memiliki penetrasi yang lebih baik dibandingkan dengan lembaga keuangan lainnya.

“Seiring dengan persaingan dunia perbankan yang kian ketat, BPR-BPRS sepertinya tidak akan luntur serta masih menjadi salah satu perbankan yang diminati masyarakat,” ujar Joko Suyanto dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Kamis (21/5/2020).

Menurut Joko, karakteristik BPR dan BPRS yang memiliki kemudahan dalam penyaluran kredit dan keunikan dalam menghimpun dana masyarakat dibandingkan dengan bank konvensional lain menjadi daya tarik tersendiri sehingga BPR-BPRS masih tumbuh dan berkembang.

Hal tersebut terlihat dari hasil kinerja pada Februari tahun 2020 dimana aset industri BPR tumbuh sebesar 10,56 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp 150 triliun.

Baca Juga: Perbarindo Dorong BPR dan BPRS Tingkatkan Layanan Digital

Pertumbuhan tersebut juga ditopang dengan tumbuhnya penyaluran kredit yang dilakukan oleh industri BPR yaitu dari 10,49 persen menjadi Rp 110 triliun.

Sebagai lembaga intermediasi, BPR juga mampu menghimpun dana masyarakat dengan baik. Hal ini terlihat dari jumlah dana masyarakat yang dihimpun dari sisi deposito maupun tabungan yang masing-masing tumbuh sebesar 7,93 persen dan 13,66 persen menjadi Rp 72 triliun dan Rp 31 triliun.

“Selain itu, hal yang menggembirakan adalah jumlah nasabah yang dilayani telah mencapai 18,3 juta rekening,” jelas Joko Suyanto.

Nasabah tersebut, lanjut Joko, didominasi oleh penabung sebanyak 13,5 juta rekening dan rata-rata jumlah tabungannya sebesar Rp 2,3 juta. Sedangkan nasabah debitur sebanyak 4,1 juta rekening dan rata-rata pinjamannya adalah Rp 27 juta.

Baca Juga: Ratusan Warga Jateng Kesulitan Akses Restrukturisasi Kredit

“Hal ini tentunya mencerminkan, Industri BPR dan BPRS memang hadir untuk melayani masyarakat kecil dan pelaku UMKM di seluruh wilayah Indonesia," tegasnya.

Menurut Joko, industri BPR dan BPRS kembali diuji dengan adanya wabah Covid-19 yang melanda Indonesia dan hampir seluruh dunia. Pandemi tersebut telah berdampak ke berbagai sektor kehidupan tak terkecuali sektor ekonomi dan keuangan. Dampak yang dirasakan oleh industri BPR dan BPRS adalah turunnya kemampuan debitur untuk membayar angsuran dan meningkatnya penarikan dana simpanan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Hal ini tentunya akan berpengaruh pada kondisi likuiditas yang tidak pernah terprediksi sebelumnya sehingga kondisi ini tidak tercermin dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) yang telah disampaikan kepada regulator," terang Joko.

Oleh karena itu, lanjut Joko, momentum peringatan Hari BPR-BPRS Nasional menjadi penting dan strategis bagi seluruh insan Industri BPR-BPRS Nasional yang tengah sama-sama berjuang melewati masa pandemi Covid-19.

Baca Juga: Perbarindo Dorong BPR dan BPRS Tingkatkan Layanan Digital

"Kondisi luar biasa ini harus kita hadapi bersama dengan menjaga kebersamaan, kekompakan, bergotong-royong, dan bersatu-padu untuk saling menjaga kondisi Industri BPR-BPRS agar mampu survive, bangkit, dan menang melewati masa Pandemi Covid-19," tegasnya.

"Hari BPR-BPRS Nasional bukan hanya sebagai pengingat eksistensi industri, tetapi juga sebagai pengingat untuk terus berjuang meningkatkan peran BPR-BPRS dalam perekonomian Indonesia," pungkas Joko.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Bisakah Kita Bangkit dari Bencana Covid-19? Ini Ulasan John Riady

Menurut John, sejarah membuktikan bahwa ekonomi dunia bisa bangkit lebih kuat lagi setelah terjadinya krisis yang dahsyat.

EKONOMI | 21 Mei 2020

Patra Jasa Tuntaskan Pembangunan RSPP Extension Covid-19

Patra Jasa memastikan bahwa rumah sakit ini dibangun sesuai dengan standar RS pada umumnya.

EKONOMI | 21 Mei 2020

Pertagas Bantu Warga Terdampak Covid-19 di 41 Titik Indonesia

Langkah ini merupakan komitmen Pertagas dalam upaya penanggulangan dampak Covid-19.

EKONOMI | 21 Mei 2020

Bulog Pastikan Stabilisasi Harga Beras dan Gula Berjalan Lancar

Bulog menjamin kecukupan pangan pokok bisa bertahan hingga akhir tahun dengan stok beras yang dikuasai Bulog sebesar 1,4 juta ton yang tersebar merata.

EKONOMI | 21 Mei 2020

BNI Hi-Movers Sisihkan THR Rp 130,2 Miliar untuk Tangkal Virus

Hari Raya Idulfitri 24 – 25 Mei 202, akan menjadi Lebaran yang istimewa bagi para BNI Hi-Movers.

EKONOMI | 21 Mei 2020


Kempupera: Mei, Program Sejuta Rumah Capai 215.662 Unit

Program Sejuta Rumah per tanggal 11 Mei 2020 telah mencapai angka 215.662 unit.

EKONOMI | 21 Mei 2020

Balai Kemperin Ciptakan Teknologi Pengolahan Limbah Cair Berbasis Biologi

Kemperin komit bangun industri berwawasan lingkungan.

EKONOMI | 21 Mei 2020

Realisasi Program Sejuta Rumah Capai 215.662 Unit

Pandemi Covid-19 cukup berpengaruh pada pelaksanaan Program Sejuta Rumah di lapangan.

EKONOMI | 21 Mei 2020

Riset Himpuni: UMKM Perlu Dukungan untuk Bangkit

Himpuni melakukan riset terkait kondisi UMKM di Indonesia pada 1-13 Mei 2020. Hasilnya, UMKM perlu dukungan untuk bangkit dan akses ke pasar ritel.

EKONOMI | 21 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS