KKP Usulkan Tambahan Anggaran Stimulus Nelayan Rp 1,024 Triliun
INDEX

BISNIS-27 496.112 (7.49)   |   COMPOSITE 5571.66 (81.11)   |   DBX 1025.31 (6.73)   |   I-GRADE 161.222 (3.23)   |   IDX30 481.63 (9.32)   |   IDX80 126.239 (2.53)   |   IDXBUMN20 347.718 (10.77)   |   IDXG30 131.769 (1.75)   |   IDXHIDIV20 428.361 (9.36)   |   IDXQ30 139.975 (2.43)   |   IDXSMC-COM 236.298 (3.68)   |   IDXSMC-LIQ 285.496 (7.48)   |   IDXV30 117.12 (3.63)   |   INFOBANK15 959.319 (10)   |   Investor33 418.313 (5.87)   |   ISSI 162.317 (3.18)   |   JII 593.683 (14.31)   |   JII70 203.182 (4.77)   |   KOMPAS100 1131.88 (19.93)   |   LQ45 884.897 (16.77)   |   MBX 1547.61 (24.33)   |   MNC36 311.774 (4.65)   |   PEFINDO25 293.783 (7.19)   |   SMInfra18 273.756 (10.1)   |   SRI-KEHATI 356.906 (5.42)   |  

KKP Usulkan Tambahan Anggaran Stimulus Nelayan Rp 1,024 Triliun

Kamis, 28 Mei 2020 | 18:45 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengusulkan tambahan anggaran dalam APBN 2020 sebesar Rp 1,024 triliun. Anggaran tersebut akan dialokasikan untuk stimulus nelayan tangkap dan budidaya yang terkena dampak pandemi virus corona atau Covid-19.

Baca Juga: KKP Serahkan Bantuan untuk Nelayan Muara Baru

"Dalam ratas tadi, kami usulkan anggaran stimulus APBN 2020 dalam rangka penguatan sektor nelayan tangkap dan budidaya. Kami ajukan anggaran tambahan Rp 1,024 triliun,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, saat konferensi pers secara virtual seusai menghadiri rapat terbatas (Ratas) yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kamis (28/5/2020).

Edhy Prabowo merincikan dana sebesar Rp 1,024 miliar tersebut akan dibagi ke beberapa sektor, yakni untuk sektor bantuan nelayan sebesar Rp 423,27 miliar. Kemudian sebesar Rp 406,55 miliar akan dialokasikan untuk bantuan budidaya.

Lalu, anggaran sebesar Rp 36,07 miliar untuk bantuan pengolahan dan pemasaran, dana Rp 54,1 miliar sebagai bantuan untuk petambak, dana Rp 106,48 miliar untuk pengawasan kapal-kapal pencuri asing, serta pengawasan audit internal sebesar Rp 8 miliar.

"Ini kami optimalkan supaya seluruh kegiatan menangkap ikan di laut, supaya nelayan tidak lagi ada kesulitan akses masuk ke laut. Kemudian pembudidaya kami berikan bantuan untuk benih, dan indukan, kemudian sarana prasarana budidaya,” jelas Edhy Prabowo.

Baca Juga: Peruri Dukung KKP Kembangkan Big Data

Tidak hanya itu, lanjut Edhy Prabowo, dengan tambahan anggaran di sektor budidaya dan tangkap ikan tersebut, dapat dilakukan pengadaan cold storage dengan ukuran dari yang besar hingga yang kecil.

"Pengadaan ini dalam rangka untuk mengantisipasi bila terjadi penyerapan ikan belum sempurna karena beberapa daerah masih PSBB," ujarnya.

Kemudian, kata Edhy Prabowo, KKP akan kembali meminta sebagian anggaran pengawasan kembali untuk optimalisasi pengawasan kelautan.

"Pengawasan kita tetap perlu menjaga laut, karena dalam pemotongan kemarin ini cukup kami potong. Dan sekarang kami minta sebagian dikembalikan,” ungkapnya.

Baca Juga: Pemerintah Relaksasi Kredit Petani dan Nelayan

Lalu, Edhy Prabowo juga meminta penyertaan modal tambahan untuk BUMN perikanan yakni Perinus dan Perindo. "Tak hanya itu, kami juga laporkan kepada Presiden dalam rangka penguatan perikanan tangakp budidaya, kami minta PMN untuk BUMN perikanan yakni Perinus dan Perindo. Dua BUMN ini kita minta kalau bisa disertakan, dan alhamdulillah Menkeu dan MenBUMN secara prinsip tidak masalah,” terang Edhy Prabowo.

Saat ini, ide tersebut sudah disetujui secara prinsip oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir, tetapi perlu dokumen lebih lanjut.

"Hanya Menkeu meminta secara proposal teknis yakni masing-masing Rp 500 miliar, ini akan digunakan untuk membeli hasil produk budidaya dan hasil perikanan tangkap dan pengolahan hasilnya. Dengan anggaran ini kami harap penyerapan ikan di lapangan bisa kita antisipasi dalam jangka pendek,” tutur Edhy Prabowo.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

PTPN XII Siap Terapkan Skenario New Normal

PTPN XII tengah fokus pada penerapan new normal sesuai arahan Menteri BUMN.

EKONOMI | 28 Mei 2020

Pelindo III Sediakan 50.000 Rapid Test Gratis

Pelindo III akan melakukan sistem jemput bola dalam pelaksanaan bantuan rapid test gratis.

EKONOMI | 28 Mei 2020

Kempupera Salurkan Bantuan 40 Rusus untuk Masyakat Papua Barat

Kempupera membangun 40 Rusus tipe 36 tersebut dengan total anggaran Rp 7,64 miliar.

EKONOMI | 28 Mei 2020

Rupiah Melemah Tipis ke Rp 14.715

Pelemahan rupiah sejalan dengan pelemahan mata uang negara Asia lainnya

EKONOMI | 28 Mei 2020

BI Optimistis Defisit Transaksi Berjalan di Bawah 2% PDB

Defisit transaksi berjalan pada triwulan I 2020 mencapai US$ 3,9 miliar atau 1,42% dari PDB

EKONOMI | 28 Mei 2020

Pengembang Siap Laksanakan New Normal

Era normal baru mendorong pengembang untuk tetap semangat membangun rumah bagi rakyat.

EKONOMI | 28 Mei 2020

Kuartal I, Laba BNI Syariah Melonjak 58,1%

BNI Syariah sudah melakukan simulasi atas beberapa skenario dari dampak pandemi.

EKONOMI | 28 Mei 2020

Pariwisata Sehat, Aman, dan Berkualiats Makin Diminati

Harus dilakukan dengan teliti dan detail dengan masing-masing kepala daerah.

EKONOMI | 28 Mei 2020

Asing Net Buy, IHSG Lompat ke 4.707

yang terbesar adalah di sektor keuangan dengan kenaikan 3,94 persen

EKONOMI | 28 Mei 2020

Disiapkan, 4 Tahapan Tatanan Normal Baru Sektor Pariwisata

Memastikan destinasi wisata sudah aman dari Covid-19.

NASIONAL | 28 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS