OJK Cabut Izin Usaha BPR Syariah di Kabupaten Subang
INDEX

BISNIS-27 441.115 (-6.71)   |   COMPOSITE 4999.36 (-65.27)   |   DBX 926.724 (-1.92)   |   I-GRADE 133.264 (-2.43)   |   IDX30 420.076 (-6.65)   |   IDX80 109.661 (-1.57)   |   IDXBUMN20 278.261 (-5.6)   |   IDXG30 116.81 (-1.43)   |   IDXHIDIV20 376.476 (-5.76)   |   IDXQ30 123.185 (-2.27)   |   IDXSMC-COM 212.981 (-1.87)   |   IDXSMC-LIQ 238.919 (-2.11)   |   IDXV30 103.357 (-0.89)   |   INFOBANK15 795.289 (-18.41)   |   Investor33 366.258 (-6.17)   |   ISSI 146.103 (-1.34)   |   JII 529.041 (-5.13)   |   JII70 179.515 (-1.95)   |   KOMPAS100 981.638 (-15.57)   |   LQ45 767.973 (-11.6)   |   MBX 1387.12 (-20.31)   |   MNC36 275.074 (-4.8)   |   PEFINDO25 260.463 (-1.57)   |   SMInfra18 237.109 (-3.79)   |   SRI-KEHATI 309.505 (-5.9)   |  

OJK Cabut Izin Usaha BPR Syariah di Kabupaten Subang

Jumat, 5 Juni 2020 | 18:17 WIB
Oleh : Lona Olavia / FER

Bandung, Beritasatu.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin usaha PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Gotong Royong Kabupaten Subang, yang beralamat di Jalan Otto Iskandardinata Nomor 115 C, Karanganyar, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Baca Juga: Antisipasi Covid-19, OJK Rilis Paket Stimulus Lanjutan

Pencabutan izin usaha BPRS Gotong Royong Kabupaten Subang dikeluarkan melalui Keputusan Anggota Dewan Komisioner (KADK) Nomor KEP-65/D.03/2020 tanggal 5 Juni 2020 tentang Pencabutan Izin Usaha PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Gotong Royong Kabupaten Subang.

BPRS Gotong Royong Kabupaten Subang sejak 15 Juli 2019 telah ditetapkan menjadi status BPRS Dalam Pengawasan Khusus (BDPK) karena rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) yang kurang dari 4 persen dan Tingkat Kesehatan tergolong Tidak Sehat.

"Kondisi keuangan BPRS itu semakin memburuk disebabkan penyaluran pembiayaan yang tidak memperhatikan prinsip kehati-hatian,” ucap Kepala OJK Regional 2 Jawa Barat, Triana Gunawan, dalam siaran pers, Jumat (5/6/2020).

Penetapan BPRS Gotong Royong menjadi BDPK, sesuai dengan POJK Nomor 32/POJK.03/2019 tentang Perubahan atas POJK Nomor 19/POJK.03/2017 tentang Penetapan Status dan Tindak Lanjut Pengawasan BPR dan BPRS serta SEOJK Nomor 5/SEOJK.03/2020 tentang Perubahan atas SEOJK Nomor 56/SEOJK.03/2017 tentang Penetapan Status dan Tindak Lanjut Pengawasan BPR dan BPRS.

Baca Juga: Aset Industri BPR Tembus Rp 150 Triliun

Status tersebut ditetapkan dengan tujuan agar pengurus melakukan upaya penyehatan, namun sampai batas waktu yang ditentukan, upaya penyehatan yang dilakukan oleh pengurus untuk keluar dari status BDPK dan dapat beroperasi secara normal dengan rasio KPMM paling kurang sebesar 12 persen tidak terealisasi.

"Mempertimbangkan kondisi keuangan BPRS yang semakin memburuk dan permasalahan internal BPRS yang tidak dapat diselesaikan oleh Pemegang Saham Pengendali BPRS tersebut serta menunjuk Pasal 38 POJK di atas, maka OJK mencabut izin usaha BPRS tersebut setelah memperoleh pemberitahuan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS),” tegasnya.

Dengan pencabutan izin usaha BPRS Gotong Royong Kabupaten Subang, selanjutnya LPS akan menjalankan fungsi penjaminan dan melakukan proses likuidasi sesuai Undang-undang Nomor 24 Tahun 2004 Tentang Lembaga Penjamin Simpanan sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2009.

"OJK mengimbau nasabah BPRS Gotong Royong Kabupaten Subang agar tetap tenang karena dana masyarakat di perbankan termasuk BPRS dijamin LPS sesuai ketentuan yang berlaku,” tutupnya.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Terdampak Covid-19, 2.000 Hotel dan 8.000 Restoran Tutup

Pariwisata dan perhotelan merupakan sektor yang paling terpukul akibat adanya pandemi Covid-19.

EKONOMI | 5 Juni 2020

Apindo: Dunia Usaha Butuh Stimulus Modal Kerja

Apindo sudah membuat usulan untuk beberapa sektor.

EKONOMI | 5 Juni 2020

Haji 2020 Ditiadakan, Garuda Berpotensi Kehilangan 10% Pendapatan

Penerbangan haji rata-rata berkontribusi sekitar 10% dari total pendapatan Garuda Indonesia.

EKONOMI | 5 Juni 2020

Bursa Asia Terus Menguat Dekati Level Sebelum Wabah Covid-19

Meski tren menguat, tetapi bursa Asia belum kembali ke level tertinggi dalam 52 minggu terakhir yang terjadi Januari lalu.

EKONOMI | 5 Juni 2020

Kembali ke Rp 13.000-an, Bank Indonesia Yakin Rupiah Terus Menguat

Bank Indonesia (BI) menyatakan, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang kembali ke level Rp 13.000an masih undervalued.

EKONOMI | 5 Juni 2020

Menguat, Rupiah Kembali ke Level Pra-Covid-19

Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan siang hari ini, Jumat (5/6/2020), menguat ke kisaran Rp 13.800.

EKONOMI | 5 Juni 2020

IHSG Ditutup Menguat 0,63%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,63 persen ke kisaran 4.947,78 pada akhir perdagangan hari ini, Jumat (5/6/2020).

EKONOMI | 5 Juni 2020

Kemperin Pulihkan IKM Perhiasan Jadi Andalan Ekspor

Kemperin tetap dorong pelaku IKM agar tetap bergairah di tengah pandemi Covi9-19.

EKONOMI | 5 Juni 2020

Kempupera Anggarkan Rp 70 Miliar Untuk Padat Karya Bedah Rumah di Sulteng

Kempupera siapkan dana Rp 70 Miliar bedah rumah di Jateng.

EKONOMI | 5 Juni 2020

Kritikal, Garuda Harap Dana Talangan Rp 8,5 T Cepat Cair

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menyatakan dana talangan dari pemerintah sekitar Rp 8,5 triliun kepada perseroan saat ini sudah selesai didiskusikan.

EKONOMI | 5 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS