Pasar Otomotif Lesu, Tunas Ridean Pangkas Capex
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

Pasar Otomotif Lesu, Tunas Ridean Pangkas Capex

Kamis, 25 Juni 2020 | 17:39 WIB
Oleh : Lona Olavia / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Lesunya sektor otomotif di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 memicu PT Tunas Ridean Tbk (Grup Tunas Ridean) menurunkan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar 16 persen menjadi Rp 476 miliar dari tahun sebelumnya Rp 568 miliar.

Baca Juga: Daihatsu Tetap Incar Posisi Nomor Dua

Direktur Utama PT Tunas Ridean Tbk, Rico Adisurja Setiawan, mengatakan, capex senilai Rp 476 miliar itu, antara lain untuk mendukung bisnis kendaraan rental senilai Rp 344 miliar dan Rp 132 miliar untuk pembiayaan otomotif.

"Kami banyak melakukan perubahan cara kerja. Akibat PSBB, kantor pusat tidak beroperasi. Maka ekspansi capex tahun ini kami sesuaikan dengan menurunkan hingga 16 persen. Pengurangan biaya opex (operational expenditure/belanja operasional) juga kami lakukan. Sejalan dengan itu kami juga lakukan investasi digital dan gencarkan penjualan lewat online dan media sosial (medsos)," kata Rico Adisurja Setiawan dalam paparan kinerja perseroan yang digelar secara virtual, Kamis (25/6/2020).

Terkait investasi digital, Rico menjelaskan, selama masa PSBB Tunas Grup gencar melakukan penjualan secara online. "Selama April dan Mei kami perkuat penjualan online, kerja sama dengan Tokopedia, sosialisasi medsos melalui Facebook dan Instagram. Hasilnya cukup baik. Sekitar 20 persen hingga 30 persen penjualan bulan Mei diperoleh dari digital," sebutnya.

Kendati demikian, lanjut Rico, sesuai target revisi Gaikindo untuk penjualan 2020 yang turun 40 persen menjadi 600.000 unit dari sebelumnya 1,2 juta unit untuk mobil dan 4 juta dari 6 juta unit kendaraan motor, maka Grup Tunas akan menjaga market share dari target tersebut.

Baca Juga: Mei, Penjualan Mobil Anjlok 95,8%

"Kami akan sesuaikan target kami dengan Gaikindo. Penjualan Tunas Ridean kontribusinya 4 persen hingga 5 persen secara nasional. Namun, dengan dibukanya PSBB Juni kami sudah membuka kembali showroom dan workshop, juga bengkel. Sebanyak 70 persen dari kapasitas workshop sudah mulai normal. Penjualan belum normal tapi lebih baik dari April dan Mei,” ungkap Rico.

Grup Tunas untuk periode kuartal I catat pendapatan Rp 3,2 triliun, turun 11 persen dari tahun sebelumnya. Dampaknya laba turun 22 persen atau sebesar Rp 125 miliar dan laba per saham menjadi Rp 22. Penurunan laba tersebut disumbang oleh penurunan penjualan bisnis otomotif hingga 17 persen menjadi Rp 79,3 miliar di awal tahun 2020. "Ini karena dampak Covid-19, intensitas persaingan, juga akibat banjir di awal tahun 2020," jelas Rico.

Adapun, pasar mobil nasional turun 7 persen menjadi 237.000 unit, sementara penjualan mobil baru Grup turun 16 persen menjadi 10.758 unit. Demikian juga pasar nasional perdagangan motor turun 7 persen pada kuartal I menjadi 1,6 juta unit.

Penjualan sepeda motor Grup, yang terutama berlokasi di Sumatera turun 14 persen menjadi 48.843 unit. Sedangkan, kontribusi laba dari bisnis rental turun 35 persen menjadi Rp 9,4 miliar, disebabkan oleh keuntungan yang lebih rendah dari penjualan armada dan biaya penyusutan yang lebih tinggi. Jumlah armada rental sedikit turun menjadi 8.066 unit.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Insa Nantikan Realisasi Stimulus Restrukturisasi Pinjaman

Menurut Insa, stimulus sangat dibutuhkan untuk menjaga arus kas masing-masing badan usaha pelayaran.

EKONOMI | 25 Juni 2020

Kuartal I, Pendapatan Link Net Naik 7,6% Jadi Rp 959 Miliar

Secara operasional, Link Net memulai tahun ini dengan langkah yang kuat.

EKONOMI | 25 Juni 2020

Kemdag Perkuat Pasar Ekspor Lada Putih Muntok

Kemdag juga akan berupaya meningkatkan harga lada di tingkat petani.

EKONOMI | 25 Juni 2020

Belanja Pemerintah dan BUMN Diarahkan Serap Produk UMKM

UMKM merupakan salah satu sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19.

EKONOMI | 25 Juni 2020

PTPP Dorong Kerja Sama Infrastruktur Indonesia-Turki

Pembangunan infrastruktur mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan produktivitas serta daya saing nasional.

EKONOMI | 25 Juni 2020

Grant Thornton Rangkum Lima Langkah Atur Keuangan Pribadi

Melihat banyaknya masyarakat yang terdampak dengan Covid-19, Grant Thornton Indonesia menekankan pentingnya penyesuaian anggaran atau manajemen keuangan pribadi

EKONOMI | 25 Juni 2020

Rupiah Melemah ke Posisi Rp 14.175

Prediksi yang dirilis oleh IMF merupakan tantangan tersendiri bagi pemerintah.

EKONOMI | 25 Juni 2020

IHSG Ditutup Melemah 1,37%

Pelemahan terbesar adalah di sektor properti dengan minus 2,03%.

EKONOMI | 25 Juni 2020

Jokowi Tegaskan Krisis Ekonomi Global Akibat Covid-19 Benar Nyata

Presiden mengatakan IMF telah menyampaikan prediksi pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di negara-negara besar akan mengalami penurunan tajam akibat Covid-19.

EKONOMI | 25 Juni 2020

Perbarindo Perkuat Kolaborasi dengan LPS

Pebarindo berpandangan, LPS memiliki peranstrategis bagi industri BPR-BPRS di Indonesia.

EKONOMI | 25 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS