Purchasing Behaviour Masyarakat Indonesia Berubah Selama Pandemi
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Hasil Survei Ipsos

Purchasing Behaviour Masyarakat Indonesia Berubah Selama Pandemi

Kamis, 25 Juni 2020 | 20:46 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Ipsos, perusahaan riset pasar terbesar ketiga di dunia, melakukan survei untuk mengetahui perkembangan opini dan perilaku masyarakat Indonesia di era kenormalan baru atau new normal. Adapun survei ini dilakukan Ipsos pada 500 responden warga Indonesia.

Baca Juga: Pusat Perbelanjaan di Jakut Masih Sepi

Menurut survei tersebut, pandemi Covid-19 berdampak langsung terhadap pendapatan masyarakat Indonesia. Sebanyak 84 persen masyarakat Indonesia merasakan adanya penurunan pendapatan. Bahkan 3 dari 10 orang mengaku pendapatan mereka berkurang lebih dari 50 persen dibanding sebelum pandemi ini.

Meski begitu, 49 persen masyarakat Indonesia optimis bahwa pendapatan mereka akan kembali meningkat dalam enam bulan ke depan. Terlebih, pemerintah sudah menerapkan kebijakan-kebijakan pelonggaran pembatasan kegiatan perekonomian.

Managing Director Ipsos in Indonesia, Soeprapto Tan mengatakan, akibat pandemi Covid-19 membuat pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada kuartal I/2020 melambat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan menurunnya permintaan domestik dan konsumen rumah tangga, serta rasio investasi yang rendah.

"Namun, ketika pemerintah mulai melakukan re-opening economy, baik sektor ritel maupun makro, kita bersama optimistis akan ada perbaikan ekonomi, pendapatan masyarkat akan meningkat secara bertahap dalam 6 bulan ke depan," kata Soeprapto Tan dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Kamis (25/6/2020).

Survei Ipsos

Head of Ipsos Strategy3 Indonesia, Ilman Hasibuan menambahkan, perekonomian Indonesia terlihat baik sejauh ini, meskipun pandemi sedang berlangsung dan berbagai pembatasan diberlakukan di sejumlah wilayah.

"Kita akan melihat perekonomian pulih secara bertahap dan dalam 6 bulan, kita setidaknya dapat melihat 80 persen kegiatan akan kembali seperti semula, tentu saja dengan memerapkan standar dan protokol baru untuk menjaga agar pandemi ini tetap terkendali," jelas Ilman.

Lain halnya dari segi kekhawatiran, hasil survei ini menunjukkan 86 persen masyarakat Indonesia masih memiliki kekhawatiran terhadap penyebaran virus Covid-19. Kendati demikian, mayoritas masyarakat Indonesia saat ini sudah mampu beradaptasi dengan rutinitas baru dan bergerak maju di era new normal.

Bahkan, hampir separuh masyarakat Indonesia mengaku pada bulan Juni-Juli mulai memberanikan diri, percaya, dan dapat merasa nyaman untuk melakukan kegiatan-kegiatan seperti makan di restoran atau kafe, mengunjungi rumah kerabat atau teman, menggunakan sarana transportasi umum, pergi ke acara pertemuan atau gathering, pergi ke pusat kebugaran atau gym.

Baca Juga: Juli 2020, Habibie Center Prediksi Covid-19 Melandai

"Namun, untuk melakukan perjalanan dalam negeri atau domestik, mereka masih enggan dalam waktu dekat. Sebagian kecil akan melakukan perjalanan pada periode Augustus-Desember 2020 dan sebagian besar masih tidak nyaman untuk melakukan perjalanan bahkan hingga tahun depan. Begitu pula dengan melakukan perjalanan ke luar negeri, 66 persen masyarakat Indonesia memilih untuk tidak pergi ke negara lain di tahun 2020 ini," jelas Iman.

Selain mempengaruhi pendapatan, pandemi Covid-19 juga mengubah pola perilaku masyarakat Indonesia dalam mengkonsumsi, baik dari prioritas pilihan produk maupun saluran pembelian produk. Pada hasil survei, terlihat adanya peningkatan anggaran pengeluaran untuk membeli bahan makanan sebanyak 34 persen, produk kebersihan 24 persen, dan produk perawatan diri atau personal care bertambah 6 persen dibandingkan sebelum pandemi.

Sedangkan anggaran untuk pembelian produk fashion (pakaian dan aksesoris), elektronik, buku, mainan anak, video games, minuman keras, liburan, pergi ke kafe dan restoran, serta melakukan aktivitas terkait kebudayaan menurun cukup signifikan hingga 30 persen. Begitu juga dengan produk perawatan diri (personal care) dan produk kebersihan, dengan masing-masing persentase 53 persen.

Jalur pembelian (purchase channel) pun berubah signifikan, di mana 62 persen masyarakat Indonesia memilih untuk membeli kebutuhan pokok dan bahan makanan secara online dibandingkan jalur konvensional seperti sebelum pandemi.

Baca Juga: Kebutuhan UMKM untuk Go Online Meningkat

"Ketika mayoritas perilaku pembelian (purchasing behaviour) telah berubah selama pandemi, ada aspek belanja ritel dan offline shopping yang masih tidak tergantikan dan akan mendorong paling tidak sebagian konsumen kembali berbelanja secara offline seperti mall culture di Indonesia, ini dapat dilihat dari banyaknya orang di mal-mal yang saat ini sudah kembali beroperasional. Baik pemasar dari lingkup online ataupun offline perlu memperhatikan hal ini," pungkas Ilman Hasibuan.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Aset Kripto Jadi Solusi Lemahnya Likuiditas Properti

I-Pro Token menghadirkan solusi aset yang stabil dari fluktuasi.

EKONOMI | 25 Juni 2020

Penanganan Covid-19 Bisa Mendorong Laju Investasi Jabar

Penanganan pandemi Covid-19 yang tepat bisa mendorong laju investasi di Jabar.

EKONOMI | 25 Juni 2020

Kebutuhan UMKM untuk Go Online Meningkat

Masyarakat kini lebih memilih bertransaksi secara online.

EKONOMI | 25 Juni 2020

Kemkop dan UKM Kembangkan Kemitraan di Komoditas Kopi

Konsumsi kopi di Indonesia dalam 10 tahun terakhir mengalami peningkatan pesat.

EKONOMI | 25 Juni 2020

Phapros Bagi Dividen 70% dari Laba Bersih

Sepanjang tahun lalu, Phapros mencatat penjualan Rp 1,1 triliun, atau naik 8 persen dari 2018.

EKONOMI | 25 Juni 2020

Kolaborasi ABCG Memungkinkan Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Kendal Miliki Rumah Sendiri

Masyarakat berpenghasilan rendah di Kendal dapat memiliki rumah layak huni milik sendiri berkat kolaborasi akademisi, dunia usaha, komunitas serta pemerintah.

EKONOMI | 25 Juni 2020

Pandemi Jadi Momentum Kebangkitan UMKM lewat E-Commerce

Adanya kondisi pandemi, belanja online bukan lagi menjadi hal yang aneh. Sebab, akan banyak kemudahan dan keuntungan yang didapatkan penjual.

EKONOMI | 25 Juni 2020

Pasar Otomotif Lesu, Tunas Ridean Pangkas Capex

Selama masa PSBB, Tunas Grup gencar melakukan penjualan secara online.

EKONOMI | 25 Juni 2020

Insa Nantikan Realisasi Stimulus Restrukturisasi Pinjaman

Menurut Insa, stimulus sangat dibutuhkan untuk menjaga arus kas masing-masing badan usaha pelayaran.

EKONOMI | 25 Juni 2020

Kuartal I, Pendapatan Link Net Naik 7,6% Jadi Rp 959 Miliar

Secara operasional, Link Net memulai tahun ini dengan langkah yang kuat.

EKONOMI | 25 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS