Restrukturisasi Kredit Diprediksi Tembus Rp 2.500-2.800 Triliun
INDEX

BISNIS-27 447.922 (0.22)   |   COMPOSITE 5096.45 (-4.63)   |   DBX 966.383 (0.26)   |   I-GRADE 139.404 (0.54)   |   IDX30 427.333 (0.82)   |   IDX80 113.424 (-0.07)   |   IDXBUMN20 292.954 (-1.76)   |   IDXG30 119.109 (0.49)   |   IDXHIDIV20 379.033 (0.39)   |   IDXQ30 124.381 (0.25)   |   IDXSMC-COM 220.154 (-1.19)   |   IDXSMC-LIQ 258.539 (-0.54)   |   IDXV30 108.161 (-0.91)   |   INFOBANK15 830.634 (2.07)   |   Investor33 372.738 (0.67)   |   ISSI 150.924 (0.03)   |   JII 548.46 (1.53)   |   JII70 187.38 (0.16)   |   KOMPAS100 1019.47 (0.03)   |   LQ45 787.196 (1.37)   |   MBX 1409.36 (-1.53)   |   MNC36 279.413 (0.25)   |   PEFINDO25 280.307 (-3.18)   |   SMInfra18 241.86 (0.29)   |   SRI-KEHATI 315.824 (0.31)   |  

Restrukturisasi Kredit Diprediksi Tembus Rp 2.500-2.800 Triliun

Kamis, 2 Juli 2020 | 18:33 WIB
Oleh : Lona Olavia / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Angka restrukturisasi atau keringanan kredit diprediksi akan tembus Rp2.500 triliun hingga Rp2.800 triliun pada akhir tahun ini. Oleh karena itu, pemerintah diminta untuk cepat menyalurkan stimulus program pemulihan ekonomi yang sudah dianggarkan.

Baca Juga: Restrukturisasi Kredit UMKM Masih Bisa Didanai Perbankan

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P Roeslani menyebutkan, hingga saat ini sudah ada permintaan dari UMKM yang mencapai 50 persen dari total penyaluran kredit Rp1.100 triliun atau sebesar Rp500 triliun. Secara menyeluruh baik UMKM maupun non UMKM, saat ini jumlah restrukturisasi kreditnya sudah mencapai Rp1.350 triliun atau 25 persen dari total penyaluran kredit perbankan, yang mana sudah lebih dari Rp695 triliun diantaranya disetujui.

"Kalau tidak ada langkah-langkah konkret dan progres yang lambat, maka angka ini bisa berkembang menjadi level 40 persen hingga 45 persen dari kredit perbankan yang saat ini Rp5.700 triliun pada Desember ini. Jadi, bisa mencapai Rp2.500 triliun hingga Rp2.800 triliun pada akhir tahun ini. Maka itu diperlukan langkah-langkah yang cepat," ujar Rosan dalam keterangan pers "OJK bersama Pelaku Usaha Menggerakkan Sektor Riil untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional" di Gedung BI, Jakarta, Kamis (2/7/2020).

Baca Juga: Bank Mandiri Restrukturisasi Kredit Rp 58 Triliun

Rosan menambahkan, melalui kehadiran 10 asosiasi untuk berdiskusi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), diharapkan implementasi stimulus bisa cepat dilakukan. Untuk itu, pertemuan ini diminta untuk terus dilakukan dan tidak cukup hanya satu kali saja.

"Modal kerja sangat dibutuhkan, kita mencoba untuk bergerak kembali karena kita tahu walaupun supply and demand tertekan, tapi kalau tidak ada modal kerja, maka proses restrukturisasi kredit tidak akan bisa optimal tanpa adanya suntikan modal kerja dari pihak perbankan. Apalagi sehabis restrukturisasi pihak perbankan belum juga memberikan modal kerja ke UMKM dan dunia usaha," katanya.

Baca Juga: 90 Bank Restrukturisasi Kredit Senilai Rp 391 Triliun

Rosan menambahkan, para pelaku di asosiasi sektor riil juga menyarankan, ada penjaminan seperti dilakukan negara-negara tetangga di mana pemerintah bisa memberikan penjaminan modal kerja sebesar 80 persen atau 90 persen, dan sisanya dari pihak perbankan. Hal ini diperlukan untuk mencegah terjadinya moral hazard.

"Jangan sampai kelumpuhan ini menjadi permanen karena injeksi dari kehadiran pemerintah dalam program ini lambat, makanya harus cepat sesuai arahan presiden," tegas Rosan.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bantu UMKM Terdampak Pandemi, Pemerintah Alokasikan Rp 123,46 Triliun

Pemulihan sektor UMKM menjadi salah satu fokus pemerintah dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

EKONOMI | 2 Juli 2020

Enam Alasan Utama Harus Investasi di Tengah Pandemi

Digibank by DBS melayani pembelian ORI017 dengan proses 100 persen digital dari awal hingga akhir.

EKONOMI | 2 Juli 2020

Penjualan Hunian Repower Melonjak di Tengah Pandemi Covid-19

Sepanjang kuartal I-2020, penjualan hunian perseroan melonjak 142% dari Rp 1,68 miliar menjadi Rp 4,07 miliar.

EKONOMI | 2 Juli 2020

Lion Air Grup Kurangi Jumlah Karyawan

Lion Air Group melakukan pengurangan tenaga kerja Indonesia dan asing sebagai dampak pandemi Covid-19.

EKONOMI | 2 Juli 2020

RUU Cipta Kerja Permudah Regulasi dan Gairahkan Investasi

Manfaat RUU Cipta Kerja akan dinikmati masyarakat Indonesia di masa depan.

EKONOMI | 2 Juli 2020

IHSG Ditutup Menguat

Sektor properti naik paling tinggi sebesar 2,33 persen,

EKONOMI | 2 Juli 2020

Fintech Lending Dorong Peningkatan Inklusi Keuangan

Keberadaan teknologi mampu mempercepat inklusi keuangan.

EKONOMI | 2 Juli 2020

Bank Muamalat Kembangkan Pembiayaan Haji Muda

Bank Muamalat sedang mengembangkan produk pembiayaan haji milenial. Diperkirakan terdapat 13 juta milenial yang dapat memanfaatkan pembiayaan ini.

EKONOMI | 2 Juli 2020

Produsen Baja Lanjutkan Transformasi Bisnis

Salah satu manfaat transformasi adalah perusahaan dikelola secara lebih transparan sehingga lebih mudah dalam pengawasan dan koordinasi.

EKONOMI | 2 Juli 2020

Tanri Abeng Dukung Langkah Restrukturisasi BUMN yang Dilakukan Erick Thohir

Tanri Abeng mendukung langkah-langkah yang dilakukan Erick Thohir dalam merekstrukturisasi BUMN.

EKONOMI | 2 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS