Pengusaha Pelayaran Usulkan Konsep Tol Laut Diubah
INDEX

BISNIS-27 447.922 (0.22)   |   COMPOSITE 5096.45 (-4.63)   |   DBX 966.383 (0.26)   |   I-GRADE 139.404 (0.54)   |   IDX30 427.333 (0.82)   |   IDX80 113.424 (-0.07)   |   IDXBUMN20 292.954 (-1.76)   |   IDXG30 119.109 (0.49)   |   IDXHIDIV20 379.033 (0.39)   |   IDXQ30 124.381 (0.25)   |   IDXSMC-COM 220.154 (-1.19)   |   IDXSMC-LIQ 258.539 (-0.54)   |   IDXV30 108.161 (-0.91)   |   INFOBANK15 830.634 (2.07)   |   Investor33 372.738 (0.67)   |   ISSI 150.924 (0.03)   |   JII 548.46 (1.53)   |   JII70 187.38 (0.16)   |   KOMPAS100 1019.47 (0.03)   |   LQ45 787.196 (1.37)   |   MBX 1409.36 (-1.53)   |   MNC36 279.413 (0.25)   |   PEFINDO25 280.307 (-3.18)   |   SMInfra18 241.86 (0.29)   |   SRI-KEHATI 315.824 (0.31)   |  

Pengusaha Pelayaran Usulkan Konsep Tol Laut Diubah

Jumat, 3 Juli 2020 | 22:17 WIB
Oleh : Amrozi Amenan / FER

Surabaya, Beritasatu.com - Pengusaha pelayaran yang tergabung dalam Indonesia Shipowners' Association (Insa) Surabaya mengusulkan konsep tol laut diubah.

Baca Juga: Optimalisasi Muatan Tol Laut Butuh Sinergi Seluruh Pihak

Pasalnya, pemuatan barang tidak seharusnya hanya dilakukan dengan kontainer atau serba kontainer (containerize) seperti sekarang, melainkan juga dengan curah dengan kapal-kapal perintis untuk meningkatkan keterisian atau okupansi kapal.

Usulan Insa Surabaya itu disampaikan dalam diskusi dengan pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim di Graha Kadin di Surabaya, Jumat (3/7/2020) petang.

Ketua Insa Surabaya, Stenvens Handry Lesawengen mengungkapkan, ide tol laut sejatinya sangat brillian untuk kemanfaatan masyarakat, yakni menghilangkan disparitas harga komoditas di daerah.

"Sayangnya, konsep tol laut yang sekarang diterapkan kurang tepat. Sehingga, kebijakan tol laut yang sudah berjalan selama hampir lima tahun masih jauh dari harapan pemerintah. Harga-harga komoditas tak berubah, dan disparitas harga masih terjadi," jelas Stevens.

Baca Juga: Pelaku Industri Pelayaran Berharap Stimulus

Di sisi lain, kata Stevens, kebijakan tol laut membawa dampak juga kepada perusahaan pelayaran dengan kapal-kapal kecil, yang nasibnya kembang kempis karena harus bersaing dengan kapal tol laut yang tarifnya bersubsidi. "Oleh karena itu, konsep tol laut sekarang pun harus diubah," tegasnya.

Menurut Stevens, konsep tol laut saat ini adalah konsep containerized, padahal jalur tol laut tidak perlu harus dengan kontainer, tetapi bisa juga dilakukan dengan curah karena kebutuhannya tidak selalu banyak.

"Analoginya begini, saya punya angkutan yang akan dibawa ke desa di Gresik atau Lamongan, yang tidak perlu bus yang besar dan hanya butuh bemo karena kebutuhannnya juga tidak besar. Ketika saya menyiapkan bus yang besar yang akan mengangkut ke sana, itu menjadi salah besar," terangnya.

Stenvens mengatakan, karena pemuatan barang harus dengan kontainer, tingkat keterisian kapal yang disediakan oleh pemerintah menjadi rendah. Untuk meningkatkan tingkat keterisian tersebut, Menteri Perdagangan (Mendag) telah mengeluarkan peraturan baru melalui Permendag Nomor 50/2020.

Baca Juga: Kemhub Jamin Distribusi Logistik Lewat Tol Laut

"Peraturan itu, menjadikan jenis barang yang bisa dimuat oleh kapal tol laut menjadi sangat banyak. Sekarang, semua barang hingga sandal jepit pun bisa diangkut dengan kapal tol laut,” tandasnya.

Dampak lain dari kebijakan itu adalah pengusaha pelayaran swasta dengan kapal perintis yang sebelumnya sudah kesulitan kini semakin tidak bisa bergerak dan susah bernapas karena harus bersaing dengan kapal tol laut yang mendapat subsidi pemerintah, bahkan untuk barang non-sembako.

"Kalau mematikan kami pengusaha pelayaran dengan fair itu masih bisa diterima, tetapi kalau dengan subsidi ya pasti kami akan mati," timpal salah satu pemilik kapal, Suwito Hartanto.

Karena itu, lanjut Stevens, pihaknya berharap pemerintah mau meninjau kembali konsep tol laut tersebut dan mengubahnya dengan melibatkan swasta. Apalagi sejauh ini, dengan alokasi anggaran cukup besar yang sudah dikeluarkan, ternyata harga barang di daerah tujuan ternyata tidak berubah.

Baca Juga: Kemhub Pastikan Kelancaran Distribusi Logistik

"Padahal tujuan konsep tol laut awalnya adalah untuk mengurangi disparitas harga di daerah-daerah terpencil, dan tidak terjangkau, dan yang seharusnya tidak membutuhkan kapal besar, cukup dengan kapasitas 1.000 GT," jelas Stevens.

Sementara itu, Ketua Kadin Jatim, Adik Dwiputranto mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi para pengusaha pelayaran tersebut. "Kami akan melakukan mediasi dengan seluruh stakeholder terkait," kata Adik.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Perang Dagang Membawa Berkah, Perusahaan AS Relokasi Pabriknya ke RI

PT CDS Asia (Alpan Lighting) asal Amerika Serikat memindahkan pabriknya dari Xiamen di Tiongkok ke Jawa Tengah karena tarif impor yang lebih murah.

EKONOMI | 3 Juli 2020

Indef Setuju Rencana Bank BUMN Syariah Dimerger

Menteri BUMN Erick Thohir mengajukan wacana untuk menggabung (merger) bank-bank syariah anak usaha Himbara pada Februari tahun depan.

EKONOMI | 3 Juli 2020

Chatib Basri: Besaran Tabungan Pengaruhi Orang Berdiam di Rumah

Menurut Chatib Basri, lama orang tahan untuk tetap stay di rumah tergantung seberapa banyak tabungan yang dimiliki.

EKONOMI | 3 Juli 2020

Semester I 2020, Muatan Barang Pelni Naik 300%

Kapal barang Pelni telah mengangkut muatan kontainer sebesar 2.869 TEUs.

EKONOMI | 3 Juli 2020

Melemah 145 Poin, Rupiah Kembali Tersungkur ke Level Rp 14.500-an

Kurs rupiah berada di level Rp 14.522,5 per dolar AS atau terdepresiasi 145 poin (1,01 persen) dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 14.377,5.

EKONOMI | 3 Juli 2020

XL Axiata Perkuat Jaringan Telekomunikasi di Tol Balsam

Pembangunan jaringan masih akan terus dilakukan seiring dengan kebutuhan pelanggan XL Axiata.

EKONOMI | 3 Juli 2020

Kemdag Pacu Ekspor Produk Pangan Olahan ke Afrika Utara

Salah satu kawasan yang menjanjikan untuk menjadi tujuan utama ekspor pangan olahan dari Indonesia, adalah kawasan Afrika Utara.

EKONOMI | 3 Juli 2020

Pandemi Covid-19 Pukul 500.000 Pekerja Industri Alas Kaki

Mayoritas pekerja dirumahkan atau kontrak kerjanya tidak diperpanjang karena perusahaan mengalami kesulitan cashflow.

EKONOMI | 3 Juli 2020

Fitch: Akibat Covid-19, 33 Negara Kena Downgrade dan Akan Terus Bertambah

Kepala pemeringkat surat utang global Fitch, James McCormack, mengatakan sebanyak 40 negara atau entitas memiliki outlook negatif.

EKONOMI | 3 Juli 2020

Bursa Eropa Melemah Akibat Kekhawatiran Investor akan Covid-19

Sentimen positif data ketenagakerjaan AS dan pertumbuhan sektor jasa Tiongkok mendongkrak bursa, tetapi tertahan oleh sentimen kurva Covid-19.

EKONOMI | 3 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS